Ijinkan Aku Bercinta Denganmu Lagi | Wulan Kenanga Wulan Kenanga: Ijinkan Aku Bercinta Denganmu Lagi
Feb 18, 2012

Ijinkan Aku Bercinta Denganmu Lagi

            Aku menatapmu. Ada kecemburuan kulihat dari mimik layarmu. Maaf untuk kali ini ku harus tinggalkanmu. Tapi tenang, tak akan lama. Hanya untuk beberapa jam saja.
            Apa? Kamu akan ngambek? Plis, aku sudah temanimu selama dua setengah tahun terakhir, selalu menyentuhmu, memanjakanmu dan merawatmu. Apa itu tidak cukup? Ijinkan aku untuk meninggalkanmu malam ini saja! Aku juga ingin membagi kebahagiaanku dengannya, bukan hanya denganmu sayang.
            Ayolah.. ikutlah berbahagia dengan kebahagiaanku kali ini. Kamu tau kan? Aku sering curhat padamu, tentang betapa inginnya aku mengalami hal seperti malam ini!! Kamu juga tau, aku sudah lama ingin bahagia dengan pangeran di dunia nyataku, bukan hanya pangeran di dunia maya. Pangeran yang akan menjemputku dimalam minggu, bukan hanya temaniku dengan kebisuan dihatiku. Aku tau, kamu yang selalu temaniku saat aku kesepian dan aku selalu menemukan kebahagian dari dirimu, tapi kebahagiaan itu kosong!!
            Janganlah kamu melarangku untuk pergi malam ini, kamu tau bahagianya aku saat dia mengajakku untuk keluar malam ini? Sungguh luar biasa bahagia!!! Kamu tidak pernah melihat aku sebahagia ini kan? Iya kan? KAN??
            Dia lelaki yang kuingin selama dua tahun terakhir!! Dan sekarang dia ngajak aku keluar dimalam minggu!!! Kamu tau artinya itu?? Cintaku akan segera terbalas!! Aku akan segera punya pacar! Wow! Dia akan jadi pacarku!!
            Aku sudah membeli gaun untuk mala mini. Ya, memang uang bulananku habis gara-gara beli gaun seharga dua ratus ribu itu, tapi tidak apa-apa, ini hari istimewa buatku!! Aku harus tampak cantik dimatanya, aku harus istimewa dihadapannya. Aku harus bisa mengalihkan dunianya dengan kecantikanku. Kamu harus mendukungku. Bagaimana dandananku saat ini? Cantik bukan?
            “Uniiii…. Dah yang nyariin tuh…”
            Cihuiiii… Dia datang!! Dia sudah datang.
            Aku pergi dulu ya. Aku menutup notebook putih kesayanganku dan menepuknya beberapa kali. Tunggu aku pulang ya.
            Aku melenggang riang menemui pangeranku, hum, calon pangeranku!!
            Aku baru menyadari langit mala mini begitu indah. Begitu istimewa. Padahal aku tidak melihat bulan dan bintang menghiasinya. Apa langit mala mini terlihat indah karena disebelahku sekarang ada dia? Pasti karena itu.
            Untuk pertama kalinya aku akan menghabiskan malam mingguku dengan lelaki yang aku suka. Lelaki yang aku inginkan. Ya, meskipun sekarang kami ada ditaman kota dan bukan direstoran mahal dengan candle light dinner ,tapi dengan adanya dia disini sudah cukup membuatku “istimewa”
            Disini ramai sekali, banyak muda mudi maupun yang sudah berkeluarga menghabiskan waktu malam minggunya disini, menyenangkan sekali melihat pemandangan ini. Dan yang paling buatku bahagia, aku termasuk didalamnya. Akulah muda mudi itu, berbahagia sama seperti mereka.
            Dia datang membawa dua soft drink dan memberikan salah satunya untukku. Aku menerimanya dengan senyumku yang paling indah.
            “Kamu cantik malam ini…”
            Aku hanya tersenyum, tapi dalam hati ini teriak kegirangan, meloncat-loncat tak karuan. Pengorbananku dengan akan hanya makan mie untuk dua minggu kedepan tidak sia-sia.
            Dia menatapku. Indah. Aku melihat cinta didalam matanya. Sejuk dan menyejukkan.
            Jantungku berdegub dengan kencangnnya. Aku hanya diam merasakan aliran darahku yang mengalir lebih lebih cepat daripada biasanya. Semua sensasi ini, sungguh membuatku gila! Tuhan sungguh indah engkau menciptakan rasa ini.
            “Uni, aku ingin bicara sama kamu..”
            Inilah saatnya. Astaga!! Aku tidak tau harus bereaksi apa. Sumpah! Aku hanya diam. Inilah buruknya aku, saat aku salting aku akan hanya diam!! Dia masih lekat menatapku. Mata sipitnya, bibir merahnya, mengalihkan duniaku.
            “Aku…”
            Kamu cinta sama aku kan? Ayo. Ngomong aja!! Tidak usah malu-malu seperti itu. Astaga! Kamu benar-benar pintar mempermainkan persaanku.
            “Uni, aku cinta sama Risa..”
            Risa???? RISAA??? Risa teman kosku??? Dia cinta sama Risa?? Dia masih mengoceh, kalau dia ingin aku menjadi makcomblang-nya dan entah apa lagi yang dia katakan. Aku terlalu sibuk untuk mendengarkan jeritan hatiku! Aku terlalu sibuk untuk merasakan aliran darahku berhenti disatu tempat. KOSONG. BUNTU!!!
            Aku tidak tau harus berbuat apa. Rasanya begitu aneh!! Begitu asing!! Perasaan takut. Takut aku tidak bisa bersandiwara untuk berpura-pura bahagia. Mataku terasa kabur, ada sesuatu yang memandangi pengelihatanku. Oh tidak! Aku tidak boleh menangis! Tidak! Dia tidak boleh tau aku menangis!! Kurasakan ada air menetes dipergelangan tanganku, apa air mataku sudah turun? Dia tau aku menangis. Air itu semakin banyak terjatuh! Oh baguslah! Hujan menyelamatkanku dari situasi ini. Aku buru-buru minta diantar pulang dengan alas an hujan, dia mengajakku untuk berteduh dulu, aku menolaknya. Yang kutau aku hanya ingin pergi dari pandangannya.
            Aku membuka benda persegi empat berwarna putih, menekan tombol power dan beberapa saat kemudian wajah yang selalu kukenal, yang selalu temani aku, yang tidak pernah membuatku menangis. Aku mengusap lembut layarnya yang sedikit berdebu.
            Sayang ijinkan aku bercinta denganmu lagi, malam ini.

Wulan Sari, 18 Februari 2012

Wulansari Wulan Kenanga

Hidup untuk menulis, menulis untuk hidup

Blog Designer, Writer, Buzzer, Dreamer, Pemeluk Kenangan, Jasa Review, Penulisan Artikel. Kerja sama Contact holawulan@gmail.com

No comments:

Post a Comment

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^