Aug 14, 2012

Sinopsis: Kerumitan Cinta


Sebuah pertemuan yang tak terduga. Pertemuan yang istimewa, dan berlanjut pada perjalan cinta yang romantis dan berakhir bahagia. Itulah yang diharapkan Radira terjadi dalam kehidupannya. Tapi itu hanyalah harapan kosong. Nyatanya, hidup Radira datar. Sedatar hidungnya!
Begitupun dengan pertemuannya dengan Rasta. Cowok yang akhir-akhir ini dekat dengan dia. Pertemuannya dengan Rasta, tidak seromantis yang Radira harapkan. Radira kenal Rasta melalui teman SMA-nya, Jojo. Radira meminta Jojo untuk membantunya mengerjakan tugas kuliahnya, dan Jojo datang kekos Radira bersama Rasta dan Samuel. Disanalah awalnya mereka kenal.
Rasta tipe cowok yang sedikit berantakan, karena memang dia anak Teknik Mesin sedangkan Radira cewek Teknik Informatika yang sedikit pemalu. Tiada hari tanpa smsan, hangout, ngobrol, meskipun kebanyakan Rasta yang bicara dan Radira “hanya” tersenyum. Dan inilah yang membuat Rasta tertarik dengan Radira. Sederhana dan pemalu.
Baru sebulan mereka saling kenal, Rasta menyatakan cintanya pada Radira. Hal ini membuat Radira ragu. Semudah itukah Rasta mencintainya? Mereka baru mengenal satu sama lain. Dan tidak mungkin Rasta belum mempunyai kekasih. Dia ganteng, tinggi, supel. Hal yang tidak mungkin bila dia masih sendiri.
Dan setelah Radira memantapkan hatinya untuk menerima Rasta, hal yang dikhwatirkan Radira terjadi. Rasta mengakui bahwa dia masih mempunyai kekasih. Adik kelas di SMK-nya dulu. Itu membuat Radira kecewa dan memutuskan untuk tidak menerima Rasta. Akan tetapi Rasta masih berusaha untuk tetap bersama Radira. Dan akhirnya radira menyuruh Rasta untuk putus dengan kekasihnya, akan tetapi Rasta menolak dengan alasan dia masih saying dengan kekasihnya. Radira kecewa untuk kedua kalinya. Radira tidak mengerti apa yang diinginkan Rasta.
Satu tahun berlalu, Radira sudah lama tidak pernah bertemu Rasta dikampus lagi. Hanya lewat facebook Radira bisa melihat Rasta, dan mengetahui siapa kekasihnya.
Setiap kali bertemu dikampus, Radira dan Rasta tidak pernah menyapa. Tapi hanya saling berpandangan dengan penuh arti. Masih ada cinta diantara mereka. Seringkali Rasta chat di facebook dengan Radira. Cowok itu masih berharap Radira bisa menjadi kekasihnya. Dan tidak ada yang bias dilakukan oleh Radira selain berkata iya. Pendiriannya tidak sekokoh satu tahun lalu. Cinta yang dipendamnya selama satu tahun terkuak.
Kini, Radira tidak peduli dengan kenyataan yang ada. Kenyataan bahwa kekasih Rasta sekarang berada satu kota dengan mereka, dia sudah memasukki bangku kuliah Cuma beda kampus.
Radira tau siapa yang akan tersakiti nanti, Radira tau betul akan hal itu. Tapi, cinta. Cinta yang membuatnya bertahan menjalani dan menjadi cinta kedua dihati Rasta. Radira harus mengalah saat Rasta harus bersama kekasihnya. Harus selalu tersenyum saat Rasta harus mengutamakan kekasihnya.
Bukannya Rasta serakah ingin memiliki kedua gadis dalam hidupnya. Dia pria normal yang mencintai dua gadis dalam hatinya. Bukannya Rinda, kekasihnya tidak sempurna. Bahkan Rinda sangat sempurna, secara fisik jauh melebihi Radira. Sifat Rinda juga sangat baik kepada Rasta, cinta Rinda juga begitu besar pada pria itu. Akan tetapi, ada sisi gelap dihati Rasta yang tidak bias dijangkau oleh Rinda. Hanya Radira yang sanggup mengisi sisi gelap itu. Hanya Radira yang sanggup membuatnya menari-nari dalam kegelapan itu.
Kecurigaan Rinda selama ini terbukti. Sudah lama dia merasa kekasihnya yang amat dia cintai itu memiliki cinta yang lain. Dan akhirnya, dia mengetahuinya dari pesan facebook Rasta yang secara tak sengaja dia ketahui. Dia memutuskan untuk diam, karena dia tau betapa Rasta mencintai gadis itu dan mencintai dirinya. Dia pasrah. Dan semua ini demi Rasta. Pria yang dicintainya. Dan puncak dari kesabarannya runtuh, saat dia memergoki Rasta dan Radira berduaan.
Hubungan cinta Radira dan Rasta pun berakhir,Rasta lebih memilih bersama Rinda, kekasihnya. Tidak ada kata putus diantara mereka, seperti saat mereka bersama tidak ada kata pacaran. Yang ada diantara mereka hanya cinta yang saling ingin bersama.
Setelah menempuh kuliah selama lima tahun lebih, karena dia harus menempuh dua tahun lagi untuk mendapatkan gelar S1 akhirnya Radira lulus , dan dia ditugaskan untuk mengajar disebuah sekolah kejuruan di Tulungagung. Disanalah dia bertemu dengan Rasta, yang lebih dulu mengajar disitu. Cinta telah mempertemukan mereka kembali. Radira yang masih belum bisa menggantikan cinta Rasta dihatinya, dan Rasta yang kini telah sendiri karena Rinda mendapatkan beasiswa di Jepang dan menetap disana. Dan sisi gelap Rasta masih menanti kehadiran Radira.
Sekarang apa cinta mereka masih serumit dulu?



Aug 12, 2012

Ternyata Jodohku Dekat Denganku...

Vemale.com - Banyak orang galau memikirkan jodoh. Dalam kegalauan tersebut, tak sedikit di antara mereka berupaya untuk memantaskan diri agar menjadi pribadi yang berkualitas. Tetapi justru menunjukkan kegalauan dengan kegiatan-kegiatan yang kurang penting, hingga lupa dengan meningkatkan kualitas diri.
---
" Allah... rencanamu selalu indah. Kami bertemu pada masa yang tepat, ketika masing-masing dalam upaya memantaskan diri."
Aku seorang wanita berumur 26 tahun. Selama 26 tahun, aku hidup bersama orang tua dan dua adikku. Kami hidup sederhana bahkan kadang di bawah batas kemiskinan. Ya, itu sempat terjadi saat aku kecil dulu. Kini, setelah aku bekerja, keadaan keluargaku sedikit demi sedikit mulai membaik.
Di usia ke-26 ini, seperti halnya dengan perempuan seusiaku, aku galau memikirkan jodoh. Wajar, bukan, jika aku memikirkan pendamping hidupku di usia yang relatif matang untuk wanita? Banyak cara kutempuh agar aku bisa segera mendapatkan jodoh. Hingga satu waktu aku bertemu dengan seorang ustadz yang menyuruhku untuk memperbanyak sedekah, sholawat, dan membaca al-quran. Dan, aku menurutinya. Aku melakukannya rutin setiap hari. Bersedekah semampuku pada mereka yang membutuhkan.
Sampai pada satu masa, aku bertemu dengan teman SMA-ku. Seorang lelaki yang dulunya adalah Ketua Umum OSIS. Kau tahu apa yang membuatku terkejut ketika berjumpa dengannya? Ia memberiku pertanyaan yang benar-benar membuat duniaku berputar, jungkir balik. Seperti ini pertanyaannya kira-kira,
"Aku bermimpi menikah denganmu. Dan, banyak usaha yang kulakukan agar bisa bertemu kembali denganmu. Kini, setelah kita bertemu, maukah kau menikah denganku?"
Subhanallah, bayangkan saja, melalui mimpi ia bertemu denganku. Kutanya mengapa bisa memimpikanku, ternyata ia rutin sholat istikhoroh, meminta petunjuk agar dipertemukan dengan jodohnya. Dan, dalam mimpi meminta jodoh tersebut, aku ada di dalamnya. Masyallah, begitu jalan cerita yang dibuat oleh-Nya.
Dengan upaya, kami bertemu pada satu sosial media, lalu bercengkrama dan kini bertemu di sebuah cafe. Membicarakan rencana pernikahan kami yang tinggal dua bulan lagi. Allah... rencanamu selalu indah. Kami bertemu pada masa yang tepat, ketika masing-masing dalam upaya memantaskan diri.
(vem/tik)