Dec 30, 2013

The one that got away


Kali pertama kita bertemu saat musim penghujan di bulan Desember. Saat itu kau sedang berdiri di halte bus, tepat di sebelahku. Kita saling berebut masuk kedalam bus bersama dengan penumpang yang lainnya. Siku kita saling bertaut dan membuatku terjatuh sebelum sempat memasuki bus. Kau yang sudah berada di atas bus menoleh kearahku, dan turun membantuku berdiri dan memunguti buku-buku milikku yang berserakan.

Believe It : Welan

Kereta yang membawaku pergi dari Surabaya perlahan berhenti di stasiun Yogyakarta. Aku bersiap mengambil tas ransel dan sebuah koper kecil di dek atas. Kakiku melangkah keluar kereta berdesakan dengan penumpang lainnya.
     Aku tidak pernah berpikir akan kembali ke kota ini. Sama sekali.
Dec 26, 2013

Cinta Penuh Luka

Kau menyebutnya cinta
Tapi, kau singgahkan di lorong-lorong luka

Kau menyebutnya kasih
Tapi, kau tanamkan di pintu-pintu sengsara

Lalu, cinta seperti apa yang kau maksud?

Cinta dengan ribuan duri air mata?
Ataukah,
Cinta dengan goresan luka?

Kasih, cinta itu sudah mengulitimu
Membiusmu dengan jalan kematian

Sayang, cinta itu sudah membekukan otakmu
Memaksamu untuk menjadi tidak waras

Benci, katakan pada cinta
Ia sudah mati dan tergantikan olehmu


-Wulan Sari-
26 Desember 2013

Menghidu Haru

Aku pernah menghidu cinta dari wangimu
Mencium rasa dari sentuhmu

Perlahan rasa itu semakin pekat dan lekat
Tak tergantikan oleh jemu maupun sendu

Namun,cinta itu datang terlambat bersama pipi semu
Menghilang bagai bulan dengan datangnya silaumu
Menjelma menjadi benci-benci yang tak kunjung pilu
Mekmasakan diri untuk menjadi haru

Masihkah rasa itu tertanam dalam kalbu
Meskipun engkau pergi bersama yang baru
Yang pasti aku mengingatmu dalam rindu


-Wulan Sari-
26 Desember 2013