Mar 29, 2014

Musik Kenangan

Nai membenci kenangan. Semua hal yang mengingatkannya tentang kenangan, akan ia singkirkan. Apapun itu, siapapun itu. Kenangan bersama Rai, membuatnya hidup dalam kehampaan tak berujung. Menghujam ulu hati hingga meninggalkan luka tak terhapuskan.

http://www.pinterest.com/pin/51439620717379324/
Bagaimanapun juga, Nai membenci kenangan. Benda-benda yang mengingatkannya akan sosok Rai akan dia bakar. Lagu ketika Rai menyatakan cinta kepadanya akan membuat ia uring-uringan. Kenangan bersama Rai menumbuhkan rasa benci pada musik.

Dahulu musik adalah nyawa keduanya, yang ia cintai hingga gila. Kini, jari-jarinya tak lagi bisa memainkan tuts piano. Telinganya kini selalu menolak nada-nada yang merdu. Nai benci musik karena itu akan mengingatkannya akan kenangan.

Musik yang dahulu ia dengarkan bersama Rai dikala senja menampakkan wajahnya, kini menjadi mimpi buruk baginya.

Dia berhenti menjadi musisi. Demi melupakan kenangan yang sangat ia benci.
Mar 8, 2014

Aku Berhenti Menunggumu

Ael, aku merindukanmu seperti bumi yang selalu merindukan matahari. Aku selalu menantimu selayaknya hujan yang selalu dinantikan padang pasir.

     Sekarang, sudah setahun lamanya aku menunggu. Namun, kau tak kunjung datang untuk memberikan senyum itu kembali. Justru,
from pinterest.com
malah sakit demi sakit yang engkau beri.

     Ael, aku mencintaimu hingga detik ini. Masih sama seperti ketika bertemu dahulu. Ketika kita sama-sama duduk di emperan toko hingga pagi menyingsing, dan ketika kau kecup bibir ini. Aku merindukanmu dan berharap bisa bertemu kembali.

     Namun, aku tahu, kau tak akan pernah kembali.

     Aku katakan aku menyerah. Aku menyerah pada hatiku yang terus tersiksa oleh cemburu, kepada air mata yang terus mengalir, dan pada mimpi-mimpi yang terus menghantui akan kenangan kita.

     Ael, aku mencintaimu melebihi cinta kekasih pujaanmu. Aku bisa menjadi orang yang sangat kau impikan jika kau meminta. Ael, kau hanya perlu meminta. Namun, hingga kini kau tidak pernah mengharapkanku untuk mendampingimu.

     Ael, aku berhenti menunggumu.



-Dikutip dari penggalan cerpen yang berjudul "Pesan yang terabaikan"-
-Wulansari-

Perjanjian

“Ada apa?”
     Kedua alisku bertaut, ketika memasuki kamar kos yang kuhuni bersama sahabatku Alita. Kulihat Zoya sedang menangis dalam pelukan Alita dan kulihat Miranda (sahabatku yang lain, yang sekamar dengan Zoya) memasang wajah kusut ketika berpapasan denganku dipintu masuk kos.