Randu me-Rindu | Wulan Kenanga Wulan Kenanga: Randu me-Rindu
Apr 9, 2014

Randu me-Rindu

Randu sadar dia tidak mampu membuat istrinya tetap tinggal, meskipun ia berusaha keras menceritakan kenangan pernikahan mereka sepuluh tahun yang lalu.

http://www.pinterest.com
Randu selalu bercerita tentang kenangan yang sudah menua dan termakan waktu. Kenangan ketika ia melingkarkan cincin di jari manis istrinya dan juga cerita tentang kelahiran anak pertama mereka.

Tetap saja, istrinya pergi meninggalkannya.

Randu mulai putus asa, anak perempuannya hanya bisa menatap ayahnya yang termenung sembari melihat foto pernikahan. Meraba permukaan foto hingga membuat warnanya memudar.

Randu terancam tidak waras. Meracau setiap kali kenangan yang mulai memudar di otak memaksanya untuk mengingat kembali. Ia mulai tak sanggup untuk menyimpan kenangan itu sendirian. Ia butuh istrinya untuk mengingatkan kenangan itu seperti ketika ia menceritakan kenangan saat istrinya sakit.

Randu menikahi sahabatnya sendiri. Yang ia kenal selama bertahun-tahun dan menikah di saat usia 40 tahun. Istrinya sekaligus sahabatnya itu pergi dengan membawa sakit kanker serta. Rindu sudah berusaha untuk bertahan dengan mendengar kenangan yang diceritakan Randu padanya, namun ia sudah tak sanggup lagi.

Randu berusaha keras untuk mengingat kenangan bersama istrinya, agar ketika ia pergi nanti akan hanya ada kenangan bahagia yang akan ia ingat.

-Wulansari-
Mojokero, 09 April 2014
15:47

Wulansari Wulan Kenanga

Hidup untuk menulis, menulis untuk hidup

Blog Designer, Writer, Buzzer, Dreamer, Pemeluk Kenangan, Jasa Review, Penulisan Artikel. Kerja sama Contact holawulan@gmail.com

No comments:

Post a Comment

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^