Tentang Cerita Mereka | Wulan Kenanga Wulan Kenanga: Tentang Cerita Mereka
Apr 22, 2014

Tentang Cerita Mereka

Daripada bingung mau menulis tentang apa, lebih baik saya menulis tentang Welan dan Runa.

Rencana awal saya menceritakan Welan dan Runa ini satu sekolah ketika SMU, tiga tahun satu kelas, namun hanya saling mengenal tanpa saling dekat. Dan, mereka satu fakultas di universitas yang sama hanya saja berbeda jurusan. Ketika kuliah-lah mereka saling dekat. Lalu, saya berpikir ulang untuk menggantinya, entah mereka kenal ketika OSPEK atau ketika apalah belum saya pikirkan.

Welan mempunyai empat teman dekat (saya tidak suka menyebut mereka bersahabat) Alita, Zoya
, dan Miranda. Tanpa disengaja mereka satu kelas (dengan Alita Welan kenal ketika OSPEK) dan memutuskan untuk satu kos.

Landasan dari cerita ini adalah kepercayaan. Sesuatu yang muncul dengan sendirinya saat kita berinteraksi dengan orang lain apalagi ini teman satu kelas dan satu kos. Tanpa sengaja ikatan tali persaudaraan muncul ketika mereka kuliah dan satu atap.

Mereka berempat mulai saling tidak percaya ketika Randa (Miranda) jalan dengan kekasih Zoya. Hal ini membuat Zoya sakit hati. Ya, tentu saja. Melihat orang yang kita sayangi jalan dengan orang lain saja sudah sakit apalagi orang itu adalah teman yang sudah dianggap saudara sendiri. Karena kejadian itu Alita mencetuskan sebuah perjanjian tak tertulis; kami tidak boleh dekat dengan kekasih atau gebetan dari teman sendiri.

Tidak ada yang tahu mengenai isi hati Welan. Perempuan yang suka menyimpan perasaannya untuk dirinya sendiri. Karena dia tidak terlalu mementingkan persoalan cinta. Bahkan dia belum pernah merasakan getar-getar cinta sejak kecil. Welan dirawat oleh Ayahnya, ia tidak pernah tahu keberadaan ibunya. Ayahnya selalu berkata ibunya sudah meninggal. Namun, ketika dia SMP dia baru tahu kalau ibunya masih hidup dan sudah menikah. Hal yang paling Welan benci, ternyata kedua orangtuanya berpisah karena Ibunya tertarik dengan pria lain dan meninggalkan Ayahnya. Sejak itu dia percaya cinta pria dan wanita tidak akan pernah abadi.

Namun, Welan tidak bisa menolak ketika cinta datang kepadanya melalui Runa. Pria yang jujur dan berbicara tanpa berpikir. Yang sering kali membuatnya kesal namun, juga membuatnya nyaman. Tapi, perasaan itu ia simpan rapat-rapat dan hanya Alita yang tahu. Satu-satunya teman yang paling ia percayai.

Ketika lulus kuliah Welan harus kembali ke Surabaya tinggal bersama Ayah. Dan di sana dia bertemu dengan seorang pria dan dia pria kedua yang dicintai Welan setelah Runa. Akhirnya, Welan bertunangan dengan pria itu, namun ketika seminggu sebelum hari pernikahan pria itu ketahuan memiliki kekasih lain. Welan memutuskan untuk membatalkan pernikahan meskipun pria itu memohon kepada Welan tidak akan menyakitinya lagi. Bagi Welan perselingkuhan itu kesalahan vatal tidak bisa di maafkan.

Ayah Welan meninggal karena terlalu memikirkan gagalnya pernikahan Welan. Lalu, Welan memutuskan untuk pergi dari Surabaya karena sudah tidak ada alasan lain untuk tetap tinggal dan hal itu bertepatan dengan Alita menghubunginya untuk membantu butik milik Alita.

Setelah sampai di Jogja, Welan mengetahui kalau Alita berpacaran dengan Runa. Pria pertama yang dicintainya, bahkan belum sempat ia lupakan. Di sinilah awal dari semua cerita. Bagaimana Welan menghadapi kenyataan bahwa Alita satu-satunya teman yang tahu ia mencintai Runa ternyata menjadi kekasih Runa. Meskipun sudah bertahun-tahun berlalu, bukankah perjanjian tak tertulis itu masih berlaku? Dan, sekarang Welan dan Runa semakin dekat, bisakah Welan menghianati Alita temannya sendiri?

Sungguh perasaan yang rumit.
Cerita ini saya ambil dari melihat kejadian sekitar, jadi paling tidak saya tahu bagaimana perasaan Welan, Alita, dan Runa.

Semoga saya segera menyelesaikan cerita tentang Tuke dan Bian, setelah itu entah menulis tentang kisah ini ataukah kisah Nai dan Rai :)

Salam Kechup,
-Wulansari-
Mojokerto, 22 April 2014
22:32

Wulansari Wulan Kenanga

Hidup untuk menulis, menulis untuk hidup

Blog Designer, Writer, Buzzer, Dreamer, Pemeluk Kenangan, Jasa Review, Penulisan Artikel. Kerja sama Contact holawulan@gmail.com

No comments:

Post a Comment

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^