Aug 29, 2014

Jangan Kau Kembali

Harapku sudah menguap
Dan, cintaku telah pergi
Lelahku menunggu
Cintamu yang tak kunjung pasti

Oh, Lelaki
Lelapku dalam ragu
Yang telah kau sia-kan setiaku

Janganlah lagi kau mengganggu
Jalan yang telah kupangku
Karna itu hanya kan membuatku
Meragu kembali dalam asingku

Tetaplah kau di sana
Bersama perempuan jalang itu
Tak usah kau kembali
Hanya untuk memaksaku
Mencintai bayang semu

Karna kutahu pasti
Rindumu tak pernah untukku

Wulansari
Jumat, 29 Agustus 2014
22:08
Aug 27, 2014

JNE Mojokerto

Hai, sahabat blogger.
Postingan kali ini saya buat hanya untuk meng-update postingan lama saya yang mengenai JNE Mojokerto ( di sini ). Dalam postingan itu saya berkata kalau jasa kurir JNE termasuk lelet. Namun, sekarang sudah berbeda.

Aug 26, 2014

Si Berisik Sumber Rejeki

Si Bapak sadar kamera :D
Hai.
Hari ini saya bangun lebih pagi karena malam sebelumnya sudah berencana meliput peternakan bebek bapak saya. Semalam saya baru menyadari memiliki hal istimewa yang seharusnya sudah saya tuliskan di blog saya ini sejak dulu.
Aug 25, 2014

About Trust

Hai hello!

Welan, Runa, Alita
Saat ini saya sedang menulis naskah tentang kepercayaan dan kesetiaan. Naskah ini sudah saya tulis sejak bulan April lalu namun baru sekitar sebulan ini saya mulai menekunnya kembali. Dan, naskah itu hampir rampung.
Aug 24, 2014

Meriahnya Jalan Santai di Dusun Sambikerep

Ini bapak-bapak juga minta eksis loh!



"MERDEKAA!!"
       Teriak para warga Dusun Sambikerep, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto pagi tadi pada acara jalan santai untuk memperingati kemerdekaan Republik Indonesia. Acara yang dilaksanakan pada dini hari tadi (24 Agustus 2014) cukup meriah dihadiri oleh warga Dusun Sambikerep dari kalangan anak-anak sampai dewasa.
Aug 23, 2014

Memori


Judul Buku : Memori (Tentang cinta yang tak lagi sama)

Penulis : Windry Ramadhina

Penerbit : Gagasmedia

Tahun terbit : 2012

ISBN : 978-979-780-562-3

Blurb:

Cinta itu egois, sayangku. Dia tak akan mau berbagi.
Aug 19, 2014

Kenangan Dalam Tumis Ikan Asin

Tumis ikan asin :P
Hari ini saya disuruh ibu untuk masak tumis ikan klotok. Saat memasukan irisan tomat saya jadi ingat teman satu kos saya, Ella. Waktu itu kami masak bersama, aku, Ella, Yuli. Ketika memasukkan tomat Ella memotong tomat menjadi empat bagian sedangkan saya protes tomatnya harus diiris-iris. Hal ini sering terjadi ketika kami masak bersama. Hal ini terulang kembali ketika kami pindah kos, kami berempat (Ditambah Retno) masak bersama dan selalu selisih paham. Entah itu berselisih mana bahan makanan yang di masukkan dulu atau potongan bahannya yang terlalu besar atau menentukan tempe dikasih tepung atau tidak.
Aug 12, 2014

Kentang Parut Krispi

Tadi siang saya membuat camilan dari kentang yang di parut. Ide ini muncul karena beberapa waktu lalu saya membuat keripik talas yang saya iris tipis-tipis.

Resep Terang Bulan Enak

Yeaahh!! Kali ini saya mau posting resep terang bulan buatan saya sendiri *bangga*. Pada saat liburan (bilang kek gini biar kesannya bukan pengangguran XD) saya membuat Pizza dan gagal (roti keras, tidak mengembang) dan kali ini saya membuat terang bulan dan berhasil (enak) meskipun gosong. hihi


Aug 5, 2014

Surat Untuk Ayah


Teruntuk Ayah,

        Ayah, hari ini hujan membuat genting dapur kita bocor. Airnya merembet kemana-mana. Membasahi meja kayu kesukaan ayah. Aku membersihkannya sendiri, membayangkan ayah berada di sampingku seperti kala itu. Ayah, pernah berjanji akan segera membetulkan genting agar tidak bocor lagi, meskipun Welan tahu ayah tidak berani akan ketinggian. Tapi, ayah tetap berjanji pada Welan.
Aug 3, 2014

Komputer Pentium 3

Dulu, ketika saya berkeinginan menjadi penulis, saya menulis cerita di buku bergaris hingga berbuku-buku. Cerita saya selalu dinantikan teman-teman saya. Saat itu tulisan saya masih sangat buruk. Typo di mana-mana dan tanda baca tidak sesuai tempatnya. Namun, teman-teman saya selalu bertanya kapan cerita saya berlanjut dan tidak sabar untuk membaca meskipun tulisan cakar ayam saya sangat berantakan. Ada kesenangan tersendiri saat salah satu teman saya berkata bahwa cerita saya bagus.
Aug 1, 2014

Berkata Pada Rindu

Pernah saya berkata pada rindu,"Boleh saya sendiri?"
Tak ada jawaban. Rindu tetap tak bergeming, menepati setiap sudut jiwa itu.
Kukatakan lagi pada rindu."Kau boleh tetap di sana. Asal kau katakan pada kenangan untuk pergi."
Dia terlihat marah. Katanya, untuk apa ada rindu jika kenangan tidak ada di dalamnya? Karena kenangan yang menciptakan rindu.
Aku menghela napas. Sesak.
Aku berkata lagi,"Tetaplah tinggal. Tapi, katakan pada kesepian untuk menyingkir."
Mereka berkata,"Kesepian tidak akan pernah ada jika kau bisa menemukan kebahagianmu."
Bagaimana aku bisa menemukan kebahagianku, jika aku berkawan dengan kenangan dan luka?

Wulansari, 
Mojokerto, 01 Agustus 2014
02:48