Sep 30, 2014

#NAR : Prolog


www.pinterest.com
Nai berharap ini hanyalah bunga tidur.
            Cahaya menyilaukan menyeruak di sela-sela bulu matanya yang lentik kemudian merembet ke retina. Membuat Nai terbangun dari tidurnya. Awalnya, dia hanya melihat jendela kamar bertirai biru dan putih yang bergerak terbawa angin sehingga membuat cahaya matahari masuk ke dalam kamarnya. Sedetik kemudian ia mengerutkan keningnya, menyadari sesuatu.
            Tirai kamarnya berwarna kuning cerah.
            Mendadak kepalanya menjadi semakin berat. Tautan antara kedua alisnya semakin rekat. Ia tidak tahu apa yang telah ia perbuat hingga berada di kamar asing ini. Terakhir kali yang ia ingat adalah ia bertemu dengan Rai di suatu tempat yang tak jelas apa namanya. Ia sakit hati ketika Rai mengatakan tidak mencintainya dan Nai pergi dalam keadaan emosi. Tidak jauh dari tempat ia bertemu Rai, Nai bertemu dengan Lim.
            Hanya itu yang ia ingat, selebihnya semua terasa kabur.
            Sayup-sayup Nai mendengar suara erangan. Begitu dekat. Ketika dia menoleh ke arah lain, ternyata dia tidak sendirian di kamar ini. Seseorang tidur di sebelahnya. Ingatan Nai mulai berputar kembali. Bayangan Rai bersama Kia, kemudian Lim yang berjoget dengannya, lalu ingatan ketika Lim menggendongnya. Hati Nai mencelos.
            Nai berharap ia salah menduga. Namun, seseorang yang berada di sampingnya dan rasa perih di salah satu bagian tubuhnya tidak dapat ia pungkiri begitu saja.
            Air mata Nai pun merembes pilu.



(* Ini bagian prolog dari naskah #NAR. Setelah menimbang-nimbang, saya mengerjakan proyek NAR terlebih dahulu. Hahai, plin plan sekali saya.
Sep 27, 2014

Yuk Ungkapkan Perasaanmu Dengan Lagu dari Sheilaon7!



Siapa sih yang enggak kenal band asal Jogja yang beranggotakan Duta (Vocal), Eross (Gitaris), Adam (Basis), Brian (Drummer)? Band yang sudah malang melintang di dunia musik tanah air selama 18 tahun ini tentu sudah memiliki banyak lagu. Tapi, tahu enggak sih lagu-lagu mereka yang mana saja yang cocok untuk mengungkapkan perasaan?
Simak yuk!


1.      Jadikan Aku Pacarmu!

Guys, dilihat dari judul lagunya saja kita sudah tahu kalau lagu ini memang ditujukan untuk mengungkapkan perasaan. Yup! Lagu Sheilaon7 yang satu ini memang sudah mem-booming untuk mengungkapkan perasaan kepada gebetan kita sejak lagu tersebut muncul di radio-radio Indonesia.

Lagu yang dibawakan Duta cs, yang masih muda dulu kala sampai sekarang enggak ada matinya guys buat ungkapin perasaan kalian. Lagu yang model video klip-nya Dian Sastro wardhoyo ini, bisa kalian dapatkan di album Sheilaon7 yang pertama. Tentunya anak tahun 90-an pasti tahu lagu ini.

Jadikanlah aku pacarmu
kan kubingkai selalu indahmu
jadikanlah aku pacarmu
iringilah kisahku
(Jadikan Aku Pacarmu – Sheila on7)


2.      Percayakan Padaku


Pernah enggak kalian mendengar orang lain berkata,”Percayakan padaku!” mereka berkata seakan meminta kita untuk mempercayakan sesuatu kepada mereka seperti halnya perasaan. Lirik dalam lagu ini pun begitu. Kita dapat mengungkapkan perasaan kita dengan lagu ini seakan kita meminta pada gebetan kita untuk mempercayakan perasaannya kepada kita.

Berbeda dengan lagu sebelumnya, lagu Sheilaon7 yang terdapat pada album ketiga mereka ini iramanya lebih slow dan lebih didominasi dengan petikan gitar.

Tumbuhlah jadi pendampingku
Seiring malam yang menjemput senja
Kekasih percaya padaku
Kau nyata tercipta tuk di sampingku
(Percayakan Padaku- Sheilaon7)

3.      Pilihlah Aku

Lagu ketiga ini tentunya sebagian kalian tidak pernah mendengarnya jika kalian bukan penggemar lagu-lagu Sheilaon7. Berbeda dengan dua lagu sebelumnya, lagu yang terdapat pada album Pejantan Tangguh ini lebih melankolis. Jadi, jika gebetan kalian tidak luluh dengan menggunakan dua lagu sebelumnya, kalian bisa menggunakan lagu yang terdengar depresi ini.

Jangan sempatkan berlalu
Kalau karyaku yang kau tunggu
Jangan hanya aku yang tahu
Aku cinta padamu
Mohon warnai jiwaku
Maukah hidup bersamaku
(Pilihlah Aku – Sheilaon7)

4.      Tanyaku

Jika kalian sudah menggunakan tiga lagu sebelumnya dan belum juga mendapatkan jawaban alias masih di PHP (pemberi harapan palsu), kalian bisa menggunakan lagu Sheilaon7 yang satu ini untuk mengungkapkan perasaan kalian.

Lagu ini masih dalam album yang sama dengan lagu Pilihlah Aku. Lagu yang mencerminkan bahwa seseorang sedang menunggu jawaban cinta dari orang yang dicintainya. Jika kalian sudah mengungkapkan perasaan cinta kalian dan belum juga mendapatkan jawaban, kalian bisa mengungkapkan perasaan kalian dengan lagu ini.

Seolah Tak Tahu
Hanya Engkau Yang Ku Tuju
Akan Kunantikan Hatimu Mengiyakanku
Ku Mau Kau Tahu Tiap Tetes Tatapmu
Iringi Tanyaku Kapan Kau Jadi Milikku
(Tanyaku- Sheilaon7)

5.      Sampai Kapan

Untuk lagu yang terakhir adalah ungkapan perasaan kalian yang paling dalam mengenai Sampai Kapan kalian menunggu. Lagu yang terdapat pada album Sheilaon7 yang Menentukan arah ini adalah ungkapan perasaan kalian yang telah lama menunggu sesuatu yang tak pasti.

Sudah lama saling mengenal, sudah menyatakan cinta, dan sudah lama digantung. Lengkap sudah penderitaan dalam lagu ini.

Berhenti sejenak
Dan lihatlah aku
Beri kejelasan
Tentang perasaanmu
Maukah kau tahu
Ku dalam hatiku
Lama menantimu
Sampai kapan
Apakah kau tahu
Yang lama ku tahu
Lama menantimu
Sampai kapan
(Sampai Kapan – Sheilaon7)


Nah, buat kamu yang ingin mengungkapkan perasaanmu pada gebetanmu lagu-lagu di atas bisa mewakili loh. Tapi, jika kalian sudah melakukan segala cara namun hasilnya tetap nol saatnya kalian Berhenti Berharap dan akhirnya Terlintas dua kata selamat tinggal.





 

Sep 17, 2014

Ya. Saya Perempuan Pemeluk Kenangan

Postingan ini hanya cerita belaka. Tidak perlu diambil serius apalagi sampai harus mengalihkan seluruh perhatian pada postingan ini.

Jika kita telisik dari arsip blog ini sekitar tahun 2009. Di mana itu adalah tahun permulaan terciptanya blog ini. Dalam tulisan di tahun itu berisi cerita ke-galauan saya mengenai seorang laki-laki yang saya sebut dengan nama "Mas Raka"

Seperti tagline pada blog ini: Perempuan Pemeluk Kenangan. Itu adalah hal yang sebenarnya terjadi. Perempuan pemeluk kenangan itu memang saya; Wulansari. Kenangan buat saya adalah sesuatu yang harus diingat dan dirasakan. Kenangan itu sebuah bukti yang jelas jika saya dahulu memiliki kisah.

Dan, inilah kisah saya mengenai Mas Raka.

Secara singkat, saya mencintai saudara sepupu saya sendiri. Kami melakukan long distance relationship (LDR). Dia berada di pulau seberang dan saya di sini. Meskipun dia sebenarnya memang satu dusun dengan saya. Cerita cinta ini dimulai oleh saya sendiri.

Di mata anak SMP Mas Raka waktu itu terlihat sungguh mempesona. Tipe lelaki yang saya idam-idamkan. Secara diam-diam saya mulai menyukainya. Memperhatikan setiap gerak kakinya. Setelah mengetahui dia pergi ke pulau seberang saya menyadari kalau saya jatuh cinta dengan saudara sepupu saya sendiri (Kakek dia kakak dari nenek saya).

Waktu berlalu dan suatu ketika Mas Raka menghubungi kakak laki-laki saya. Suatu hari saya secara diam-diam mencuri nomor ponsel Mas Raka dari ponsel kakak saya. Saat itu saya baru memiliki ponsel. Dan nomor pertama yang saya hubungi adalah nomor Mas Raka. Tapi, pada saat itu saya belum berani mengaku siapa saya. Sampai saya harus mengatur strategi dengan cara berkomunikasi dengan Mas Raka melalui nomor ponsel teman saya. Dan saya mengaku sebagai teman saya sendiri dan mengatur rencana agar Mas Raka mendapatkan nomor ponsel saya dari teman saya tersebut.

Dan, hubungan kami pun dimulai.

Setiap hari kami saling mengirim pesan. Mas Raka bercerita memiliki kekasih dan saya patah hati. Tapi, saya terus berusaha agar dekat dengan dia. Dan, suatu hari saya menyerah. Kemudian saya berpacaran dengan laki-laki lain (saudara saya lagi) yang memiliki kekasih. Saya lakukan itu hanya karena saya sakit hati terhadap Mas Raka. Namun, siapa sangka saat saya sakit hati oleh pacar saya (yang notabene memutuskan saya karena kekasihnya tahu hubungan gelap kami #eaaa) saya semakin dekat dengan Mas Raka. Dan, akhirnya kami berpacaran jarak jauh.

Dari awal kami bersama sudah banyak tantangan. Mulai dari kakak saya yang tidak setuju hingga mematahkan simcard ponsel saya, sampai nenek saya juga tidak setuju. Akhirnya, keluarga saya tahu dan menentang keras. Menjelang lulus SMA, Mas Raka memutuskan saya demi perempuan lain. Hal ini sudah sering terjadi namun saya bertahan. Akan tetapi untuk kali ini dia benar-benar meninggalkan saya. Saya terus menangis setiap malam. Dan, pada akhirnya saya benar-benar berpisah.

Meskipun begitu kami masih sering berhubungan dan perasaan sakit hati itu masih menjejak jelas di hati saya. Sampai suatu ketika kekasih Mas Raka menuduh saya merebut Mas Raka darinya. Dan yang membuat saya kecewa, Mas Raka membela dia.

Waktu terus berlalu, sampai saya semester tiga, Mas Raka pulang. Dan entah kenapa kami dekat kembali dan berjanji akan bertemu. Kami pun bertemu secara sembunyi-sembunyi ketika saya pulang ke rumah dari Surabaya. Dan, mungkin memang sudah tidak berjodoh. Kami ketahuan. Ini bagaikan aib buat saya. :D Kalau diingat-ingat memalukan sekali.

Kami masih berhubungan sampai suatu ketika saya lelah. Saya merasa selama ini yang saya lakukan memang salah. Membuat kedua orangtua sakit hati dan menentang mereka. Akhirnya, saya memutuskan untuk berpisah dari Mas Raka. Saya buang simcard saya dan tidak mempedulikan Mas Raka yang terus menerus mengirim pesan pada saya di ponsel yang ia berikan pada saya. Karena saya sudah memutuskan untuk mengakhiri sandiwara ini *uhuk.

Satu tahun berlalu, saya mendengar Mas Raka menikah. Saya merasa biasa saja karena memang saya sudah memutuskan untuk berpisah. Saya sendiri heran kenapa saya bisa padahal sebelumnya saya merasa tidak bisa hidup tanpa dia.

Satu tahun berlalu kembali. Dia pulang karena ayahnya meninggal dunia. Kami bertatap muka dan entah mengapa kenangan masa lalu kembali muncul. Hal ini membuat saya galau berkepanjangan. Mengingat saya yang meninggalkan dia dan saya sendiri yang galau. Ahai! Namun, saya sadar saya hanya terbawa perasaan saja.

Dua tahun berlalu, dan dia pulang kembali. Perasaan saya kali ini lebih normal daripada dua tahun lalu. Dia pulang bersama anaknya. Entah bersama istrinya atau tidak. Namun, sampai sekarang saya belum bertemu anaknya. Hanya mendengar dari cerita orang sekitar. 

Memang ya kalau dulu pernah ada rasa mau menutup telinga sekuat apapun pasti akan tetap terdengar.

Kali ini saya tidak segalau dulu meskipun dia sudah bahagia dengan keluarganya (Alhamdulillah) dan saya masih sendiri (Ya Sukurilah).

Seperti yang saya bilang tadi, saya memang perempuan pemeluk kenangan dan tulisan ini hanya sekedar mengingat kenangan tersebut.

Wulansari
Mojokerto, 17 September 2014
Sep 6, 2014

Airena

Ibu pernah berkata akan memberi nama adikku kelak dengan nama Airena. Ibu sudah mengetahui jenis kelamin dari janin yang dikandungnya melalui tes USG.  Wajah ibu selalu cerah ketika mengelus perutnya yang membuncit. Ia terus bercerita kepada kami dan mengatakan bahwa dia sangat bahagia karena memiliki anak lagi. Kala itu, aku ikut memegang perut ibu dan merasakan tendangan dari janin di dalamnya. Lalu, aku tersenyum.

Ibu berkata arti nama Airena adalah sejuk. Sama seperti halnya namaku. Ibu memberi nama kami hampir mirip dengan arti yang sama, agar semua orang tahu kalau kami bersaudara. Agar aku menjadi penyejuk Airena dan sebaliknya.

Airena lahir prematur. Usia kandungan baru menginjak delapan bulan ibu sudah merasakan sakit. Ia tidak bisa melahirkan secara normal karena janinnya terlalu lemah. Kesahatan ibu pun ikut memburuk hingga ia tak bisa bertahan lebih lama dan meninggal disaat operasi berlangsung.

Saat itulah, aku mulai membenci Airena. 

Kebencianku semakin terpupuk ketika dia tumbuh menjadi gadis lemah namun ceria. Fisiknya tidak sekuat aku namun ia tetap terlihat ceria. Ke mana pun aku pergi dia mengikutiku. Merengek kepadaku untuk bermain. 

"Kakak ayo main bulutangkis!"serunya. Ia melonjak-lonjak dengan ceria. 

"Aku sibuk."kataku. Saat itu aku sedang menonton film kartun kesayanganku.

"Aku tungguin ya!"katanya. Kemudian dia duduk di sofa sebelahku. Memutar bola matanya, berguman tidak jelas. Membuatku risih. Lalu, dia berkata."Kenapa Spongebob berwarna kuning? Bukannya spon di dapur ada yang berwarna hijau?"aku mendengus dan tidak peduli. Namun, dia berkata lagi,"Kak Airen, aku pengen humberger!"katanya."Setelah main bulutangkis kita ke restoran depan rumah ya?"

"Pergi saja sendiri!"kataku ketus. Namun, yang kulihat Airena tetap tersenyum melihat aksi Spongebob di layar televisi. Senyumnya lebar dan membuat matanya menyipit. Aku benci ekspresi itu.

Setiap sore Airena akan mengikuti lari keliling komplek. Meskipun aku menolak dan Kak Banyu melarang dia ikut. Airena tetap bersikeras ikut. Dan aku selalu malas akan hal itu. Dia begitu merepotkan. Kadang kala aku menyelinap melalui pintu belakang agar dia tidak tahu aku pergi, namun di luar dugaan dia sudah berada di belakangku. Tersenyum lebar sembari melambaikan tangan.

"Kak Iren aku capai."dia merengek. Selalu saja begitu. Belum jauh berlari dia sudah kehilangan tenaganya dan saat itu dia akan merengek."Kak Iren gendong."katanya lagi.

"Sudah aku katakan kau jangan ikut! Selalu saja merepotkan!"hardikku. Dia berjongkok dan sembari memanyunkan bibirnya.

"Kak Airen tidak sayang Airena!"rajuknya. "Capai..."suaranya melemah. Dahinya berkeringat. Aku terpaksa mendekat dan membiarkan dia naik kepunggungku. "Airena sayang Kak Airen."bisiknya sebelum tertidur dalam gendonganku.

Wulansari
Mojokerto 06 September 2014
09:52


Sep 2, 2014

Cara Mencegah Postingan Dicuri

(*taken from http://poems-djielz.blogspot.com/
Hai kawan.

Saya seringkali blogwalking untuk menemukan tutorial-tutorial untuk blog saya sendiri. Dan, kerapkali saya kesal karena tidak bisa klik kanan pada mouse saya. Saya tipe orang yang suka membuka halaman baru dari sebuah website/ blog. Jika, saya harus membuka satu per satu halaman hal itu membuat saya kesal dan tidak menghemat waktu.

Sep 1, 2014

Namanya Lim #NAR

Dia terbiasa dipanggil Lim. 
Lim pernah bercerita bahwa nama itu sudah melekat pada dirinya sejak dibangku sekolah menengah pertama. Teman-temannya maupun guru-gurunya memanggilnya dengan nama pendek itu. Bukan Har tapi Lim.