Just For My Mom | Wulan Kenanga Wulan Kenanga: Just For My Mom
Dec 22, 2015

Just For My Mom



"Just for my mom i write this song, just for my mom i sing this song."

Sepenggal lagu Sheila On 7 mewakili momen pada pagi ini. Bukan tidak sengaja mendengarkan lagu tersebut, tapi memang sengaja diputar agar momennya semakin pas. Dengan adanya momen hari ini, saya selaku anak dari seorang Ibu, ikut meramaikan hari Ibu pada hari Selasa ini.

Postingan kali ini hanya untuk mengetes seberapa jauh saya mengenal ibu saya sendiri. Secara, saya sudah selama 24 (plus 9 bulan) tahun hidup bersama Ibu tercinta. Ibu yang telah merawat saya dengan penuh kasih sayang dan kecerewetannya. Ibu yang marah-marah ketika anaknya ini malas bangun pagi (maaaffff). 

Menulis mengenai Ibu jadi ingat Welan yang selalu merindukan sosok Ibu dalam hidupnya. Ah, Welan, apa kabar? *abaikan ini*


Ketika bangun pagi tadi, saya melihat ucapan berseliweran di status facebook, BBM, Instagram, dan twitter *anak sosmed bangettt*, mengucapkan Selamat Hari Ibu. Untuk itu, saya juga ingin menuliskan hal serupa tapi dalam bentuk narasi yang teramat panjang. Tidak panjang-panjang juga, sih. Beberapa poin saja.

Baiklah, basa basinya tidak perlu panjang-panjang, karena poin di bawah ini akan mewakili semuanya.

Jadi, Ibu saya itu....

1 | Pecinta Musik Dangdut

Keluarga kami merupakan salah satu keluarga yang tidak terlalu doyan dengan musik dangdut apalagi acara kontes dangdut. Kecuali Ibu. Ibu seakan-akan muncul di tengah-tengah kami sebagai pendobrak tradisi. Ibu satu-satunya orang yang selalu suka menyetel radio dengan musik dangdut. Menonton acara kontes dangdut. Bahkan, Ibu ingin punya radio mini yang bisa dibawa ke mana-mana.

2 | Punya Tahi Lalat Di Wajah

Ibu memiliki hidung lancip, tapi tidak terlalu mancung. Di hidung sebelah kanannya, terdapat tahi lalat yang cukup menonjol. Hidung diperoleh dari hidung sang ayah, alias kakek saya. Wajah mereka bahkan mirip sekali. Untunglah, saya, kakak, dan adek tidak memiliki tahi lalat di hidung :D

3 | Ibuable

Kenapa Ibuable? Alasannya klise. Ibu sangat perhitungan terhadap segala sesuatu, wajar perempuan. Setiap kali beli sesuatu ibu selalu bilang, "Ini tadi harganya segini..."kami sampai hapal dengan kebiasaan ibu satu ini.

4 | Seperti Anak Kecil

Beberapa hari yang lalu ibu ingin punya kandang burung dara. Sama Bapak sudah dibelikan. Lalu, ibu minta Paklek sepasang burung dara, tapi burung tersebut terbang. Akhirnya, sekarang ibu ingin beli burung dara. Sampai berhari-hari ibu kepikiran ingin membeli burung dara. Seperti anak kecil yang keinginannya belum terwujud.

5 | Mudah Tidur

Setiap kali tiduran di depan televisi, ibu selalu tidur lebih dahulu. Mudah banget buat memejamkan mata. Berbeda dengan saya yang sulit sekali memejamkan mata. 

6 | Punya 8 Saudara

Ibu merupakan anak pertama dari 8 bersaudara. Iya, ibu merupakan kakak dari ke-7 saudaranya. Aslinya, sih, Ibu anak kedua tapi kakak ibu meninggal sewaktu masih bayi. 

7 | Tidak Suka Dandan

Teman-teman punya ibu tidak suka dandan? Iyap, sama kalau begitu. Ibu paling malas berdandan. Padahal, kulit beliau termasuk kulit yang sangat membutuhkan perawatan. Tapi, ibu sama sekali tidak suka bersolek. Paling-paling pakai lipstik, bedak, dan alis. Itu saja. Tidak suka menor.

8 | Sederhana

Ibu dibesarkan dalam keluarga yang sederhana, dan memiliki keluarga sederhana pula.

9 | Wonder Woman

Ibu saya bukan perempuan biasa. Beliau tidak segan-segan membuatkan saya rak buku, memegang palu, ikut andil dalam pekerjaan bapak, memasak, dan beberapa pekerjaan laki-laki lainnya. Iya, tidak hanya pekerjaan untuk perempuan saja yang dikerjakan oleh ibu, tapi kalau ibu bisa lakukan akan ibu lakukan.

10 | Tidak Suka Shopping

Perempuan pada umumnya suka berbelanja, tapi ibu saya tidak. Beliau lebih suka pergi makan bersama kami daripada menghabiskan uang untuk berbelanja. Terlebih lagi beli baju mewah dan bermerek.


11 | Berambut Ikal

Ibu saya mempunyai rambut ikal hitam pekat. Di umurnya yang ke- 50 Ibu masih punya rambut hitam. Uban hanya tumbuh dibeberapa tempat saja. Itu disebabkan karena ibu tidak suka neko-neko terhadap rambutnya. Sehingga, rambut beliau masih sehat. Dan, saya mewarisi rambut ibu meskipun tidak sehitam milik beliau.


Nah, itu merupakan hal-hal yang saya ingat mengenai ibu. Kalau saya sebutkan semuanya, tidak ada habisnya. Selamat hari ibu untuk ibu saya, dan untuk ibu-ibu di luar sana.




Wulansari Wulan Kenanga

Hidup untuk menulis, menulis untuk hidup

Blog Designer, Writer, Buzzer, Dreamer, Pemeluk Kenangan, Jasa Review, Penulisan Artikel. Kerja sama Contact holawulan@gmail.com

2 comments:

  1. Aku malah gak tau mau cerita apa soal ibuku.

    ReplyDelete
  2. Wah, ibu kita sama-sama pecinta dangdut, Mak Wulan. :D

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^