Penyebab Dagangan Tidak Laris | Wulan Kenanga Wulan Kenanga: Penyebab Dagangan Tidak Laris
Jan 9, 2016

Penyebab Dagangan Tidak Laris



Ketika mengikuti roadshow Tokopedia dua bulan yang lalu, seorang seller bertanya kepada Bu Dina, pemilik toko online Dina Wallsticker di Tokopedia. Seller tersebut bertanya, kenapa dagangannya tidak selalu laris. Di awal, banyak orang yang membeli dagangannya, kemudian sepi. Ketika itu, Bu Dina menjawab, “Hal tersebut, tergantung minat pasar juga,”kira-kira begitu yang beliau katakan. Lalu, Bu Dina juga memberi tip cara berjualan di Tokopedia.

Dari sepenggal “masalah” di atas, membuat saya berpikir, kenapa dagangan toko online kita tidak selalu laris? Padahal, penjualan melalui internet merupakan jaringan yang teramat luas. Jadi, sangat tidak masuk akal kalau sedikit konsumen yang mengetahui barang tersebut. Di bawah ini merupakan beberapa faktor yang memengaruhinya, menurut pandangan saya.


1 | Promosi Kurang

Hal ini merupakan faktor mendasar yang membuat dagangan kita kurang diminati. “Nggak loh, Mbak. Saya sudah getol banget promosinya!”

“Yakin?”

Beberapa hal yang saya bilang dengan promosi kurang adalah, dengan membiarkan dagangan kita hanya sekitaran teman-teman media sosial saja. Lebih baik lagi, jika kita promosi dengan “di luar” pertemanan facebook kita. Misalnya, dengan menandai seseorang dengan dagangan kita, secara otomatis teman dari seseorang ini akan melihat dagangan kita juga. Eits, tunggu dulu. Cara ini termasuk cara yang tidak sopan dan menganggu, karena tidak semua orang suka ditandai dengan hal-hal semacam itu. Bisa-bisa bukannya dagangan kebeli, malah kita dilaporkan spam sama facebook.

Saya pernah membahas mengenai kekuatan fanpage untuk promosi. Di postingan tersebut saya membahas bagaimana cara memanfaatkan fanpage untuk mempromosikan sesuatu. Dan, ada beberapa cara promosi berbayar.

“Kok bayar, Mbak?”

“Untuk mendapatkan ikan besar, kita butuh umpan besar pula.”

baca juga Memanfaatkan Fanpage Untuk Promosi

2 | Kenali Pasar

Seperti yang dikatakan Mbak Dina, faktor yang memengaruhi laris tidaknya barang dagangan, adalah minat pasar. Sebelum berjualan online, kita harus tahu barang apa yang tepat untuk dijual. Apakah barang tersebut selalu dicari? Atau apakah barang tersebut sedang happening?

Selalu ada pertanyaan-pertanyaan dalam sebuah masalah. Di situlah waktu yang tepat untuk menganalisisnya. Mengetahui minat pasar teramat penting, karena salah satu hal yang berdampak pada dagangan kita. Kalau menurut orangtua saya, menjual barang sembako adalah pilihan tepat untuk berbisnis. Kenapa? Karena setiap hari orang akan mencarinya, barang sekali habis, dan tahan lama.

Jadi, sesuai gambaran di atas, barang apa yang memenuhi kriteria selalu dicari, barang sekali pakai, dan tahan lama?

baca juga Raih Keuntungan Dengan Media Promosi Online

3 | Kualitas dan Harga

Sudah ngecek pasar? Bagaimana kualitas dan harga yang ada di pasaran? Bandingkan dengan barang yang kita jual. Kualitas lebih bagus atau tidak? Harga lebih “waras” atau tidak?

Kita harus tahu kualitas barang dagangan yang kita miliki untuk menarik minat konsumen. Kalau barang sama, apa keunggulan yang kita berikan untuk konsumen? Kualitas lebih bagus mungkin atau harga lebih rendah. Atau kita memberikan bonus untuk pembelian tertentu misalnya.

Saya rasa, laku tidaknya suatu barang sangat tergantung dengan kualitas dan harga. Terlebih lagi untuk yang berjualan toko online. Konsumen pastinya akan membandingkan di toko offline. Ongkos kirim.

Bagus tidaknya suatu barang, kita sendiri yang harus tahu dan baru bisa menentukan harga jual yang sesuai. Ingat, keuntungan kecil lebih baik daripada keuntungan besar tapi stok barang bejibun.

4 | Pelayanan

Tidak jauh-jauh dari poin di atas. Jika barang kita miliki sama dengan pasaran. Mulai dari kualitas, harga, dan bonus yang kita berikan, maka pelayanan adalah poin terpenting. Tidak jarang konsumen enggan membeli di toko online kita, karena pelayanan kurang memadai.

Bersikap ramah pada pembeli adalah hal wajib. Bukannya menganut pada “pembeli adalah raja”, tapi lebih ke arah hubungan baik antara penjual dan pembeli. Jangan sampai, konsumen mengirim pesan jam sembilan pagi, kita baru balas keesokan harinya. Atau pembeli sangat bawel, terus kita marah-marah.

5 | Tidak Bervariatif

Sebagai penjual, kita juga harus memutar otak. Tapi, jangan sampai mabok ya! Begini, ibaratkan kita ini pembeli. Pasti tahu, dong, apa yang kita mau? Kualitas dan harga sudah, oke. Lalu, bagaimana dengan pilihan? Apa ada pilihan yang kita cari? Misalnya, kita membeli kaus. Kualitas, ceklis. Harga, ceklis. Warna, ceklis. Ukuran? Astaga, hanya ada ukuran S!

Tidak mungkin kan, kita beli begitu saja karena ukuran tubuh kita adalah XL? Nah, memberikan banyak pilihan kepada konsumen juga teramat penting. Ini merupakan salah satu faktor kenapa barang kita tidak laris.

baca juga Waktu Yang Tepat Untuk Beriklan Di Sosial Media

6 | Ketinggalan Jaman

Melihat perkembangan jaman juga teramat penting sebelum menentukan benda apa yang akan kita jual ke pasaran. Apakah benda tersebut masih dibutuhkan? Atau justru benda tersebut sudah ketinggalan jaman. Mungkin, akan ada satu dua orang yang mencari barang tersebut, tapi tidak semua. Kebanyakan orang akan memilih mengikuti arus perkembangan jaman, jadi memilih benda yang kira-kira nantinya akan laris dan kekinian banget teramat penting.

Misalnya, tongsis? :D

Yup, di atas merupakan beberapa hal yang menyebabkan dangangan kita tidak laris manis di pasaran. Mulai dari kita yang malas promosi sampai dangan yang kita jual merupakan benda yang ketinggalan jaman.


Selamat berjualan!




Wulansari Wulan Kenanga

Hidup untuk menulis, menulis untuk hidup

Blog Designer, Writer, Buzzer, Dreamer, Pemeluk Kenangan, Jasa Review, Penulisan Artikel. Kerja sama Contact holawulan@gmail.com

12 comments:

  1. Ini kebetulan mau jualan juga mbak. Haha

    ReplyDelete
  2. Iya ,,kita harus slalu tau kemauan pasar dan tidak ketinggalan zaman.

    ReplyDelete
  3. Setuju banget... saya paling ga seneng kalo ditag jualan... apalagi main "culik" masukin grup tertentu.

    ReplyDelete
  4. Wah, makasi ya mbak. Ini aku nyambi jualan online juga, nggak boleh capek promosi pokoknya ya :)

    ReplyDelete
  5. Aku kok ya ngerasa gak bakat dagang. Suka rugi dan siboongin pembeli soalnya (*kok bisa?)

    ReplyDelete
  6. Lagi males jualan online nih. -,- Bawaan debay

    ReplyDelete
  7. Kepake banget tipsnya mba, dan mencoba untuk diterapkan, makasih ya :)

    ReplyDelete
  8. Baru mau mulai on lagi niy mba semenjak vakum :)

    ReplyDelete
  9. Ah jadi inget waktu dulu bantu temen jalanin olshopnya. Olshop doank kurang ampuh. Akhirnya bikin fanspage. Lalu berjuang cari "penggemar" dan bikin konten viral yang menarik

    Btw, thanks for sharing mbak

    ReplyDelete
  10. iya banget ini tipsnyaaa .... *rapiin lapak*

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^