[Review Film] I Am Hope : Di Mana Ada Keberanian, Di Situ Ada Harapan | Wulan Kenanga Wulan Kenanga: [Review Film] I Am Hope : Di Mana Ada Keberanian, Di Situ Ada Harapan
Feb 22, 2016

[Review Film] I Am Hope : Di Mana Ada Keberanian, Di Situ Ada Harapan

Film I Am Hope


Sudah sejak tanggal 11 Januari 2016, saya memenuhi linimasa saya dengan tulisan mengenai film I Am Hope. Selain karena pekerjaan, hal tersebut saya lakukan karena kepedulian saya terhadap para pengidap kanker. Dan, setelah selama sebulan lebih saya membicarakan mengenai film tersebut, akhirnya kemarin 21 Februari 2016 saya menonton film I Am Hope bersama teman-teman blogger Surabaya, di Ciputra World.


Film I Am Hope
Blogger Surabaya


Baiklah, saya akan sedikit cerita mengenai film I Am Hope ini.

Film I Am Hope
Poster Film


Sinopsis:

Mia adalah gadis yang memiliki impian besar, yaitu menjadi penulis teater. Mimpinya itu ada sejak kecil, ketika melihat Ibunya, Madinah menjadi sutradara teater. Sayangnya, ketika ulang tahunnya yang ke 23, Mia harus menerima kenyataan bahwa ia mengidap kanker, sama halnya yang diderita Alm. Madinah.

Tentu, Mia dan ayahnya kembali terpuruk setelah mendengar kenyataan tersebut. Harta benda mereka sudah habis untuk pengobatan Madinah yang akhirnya meninggal. Mia takut, ia tak bisa meneruskan impiannya oleh penyakit tersebut. Tapi, Mia punya harapan yang selalu bersamanya. Harapan itu bernama Maia.

Oleh karena itu, meskipun Mia sakit keras ia tetap berjuang meraih impiannya. Meskipun satu per satu rambutnya rontok oleh penyakir, ia tetap memiliki harapan untuk mengejar cita-citanya.

Review:

Mia yang diperankan oleh Tatjana Saphira merupakan sosok perempuan yang tangguh. Dalam film I Am Hope ini, Mia digambarkan perempuan yang ambisius dalam mencapai impiannya. Bahkan, awal dari film ini disebutkan "Aku Mia. Aku adalah seorang pemimpi", jelas bahwa ia sangat optimis dengan cita-citanya.

Awalnya, saya berpikir film ini akan benar-benar menguras air mata dari awal sampai akhir. Nyatanya, nggak. Pertama kali Mia mengatakan pada ayahnya bahwa ia mengidap kanker, saat itulah air mata saya turun. Selanjutnya, saya hanya melihat ketegaran Mia meskipun ia harus menjalani sakitnya kemotrapi. 

Apa sih, yang membuat Mia begitu tegar menjalani penyakitnya? Karena sebuah harapan. 

Mia memiliki harapan. Harapan itu bernama Maia. Ke mana pun Mia pergi, harapan selalu ada di sisinya. Selain harapan tersebut, Mia juga memiliki orang-orang yang selalu mendukungnya. Ayahnya (Tio Pakusadewo), David (Fachry Albar), dan pesan yang selalu Mia ingat dari Madinah (Feby Febiola), Ibunya. "Di mana ada keberanian, di situ ada harapan."

“I am Hope” dipersembahkan oleh Alkimia Production yang digawangi oleh Wulan Guritno, Amanda Soekasah dan Janna Soekasah-Joesoef selaku tim produser dengan sutradara Adilla Dimitri serta peraih piala Citra, Yudi Datau selaku Director of Photography. Produksi film I am Hope juga dipersembahkan oleh Wardah dan didukung oleh Kaninga Pictures, Berlian Entertainment, Ciputra Artpreneur, Blue Bird, Ghea Fashion Studio dan Oasis.

Film ini merupakan sebuah film yang terinspirasi dari sebuah Gelang Harapan yang digawangi oleh Wulan Guritno. Sedikit cerita mengenai Gelang Harapan adalah sebuah gerakan yang mendukung para survivor kanker, di sini mereka menjual gelang dengan hasil penjualan akan disumbangkan untuk pejuang kanker. Dengan adanya film I Am Hope diharapkan semakin banyak yang tahu dan melek mengenai gerakan yang dilakukan oleh Gelang Harapan dan nantinya akan semakin banyak donasi yang masuk untuk membuat rumah singgah bagi pejuang kanker dan keluarganya yang kurang mampu.

Film I Am Hope
Gelang Harapan


Film yang telah beredar di bioskop seluruh Indonesia sejak tanggal 18 Februari kemarin ini, benar-benar menonjolkan sisi positif dari sebuah kehidupan. Mereka - produser film dan kru - ingin menyampaikan bahwa, selalu ada harapan di setiap masalah, mengidap penyakit berat sekalipun.

Bagi saya, film ini wajib untuk ditonton. Selain untuk mengapresiasi karya anak bangsa, tapi juga sebagai wujud sebuah kepedulian terhadap sesama. Karena dengan menonton film I Am Hope itu berarti teman-teman ikut berdonasi untuk survivor kanker. Nah, kapan lagi nonton film sambil beramal?

Di sisi lain dari pesan yang ingin disampaikan oleh film I Am Hope, kisah ini juga sangat bagus untuk dinikmati terlebih lagi ketika interaksi antara David dan Mia yang bikin histeris. Ya, siapa sih yang nggak histeris melihat Fachry Albar? Ewwww...... *abang*

Selamat menonton! ^^



xoxo,

Wulan K.

Wulansari Wulan Kenanga

Hidup untuk menulis, menulis untuk hidup

Blog Designer, Writer, Buzzer, Dreamer, Pemeluk Kenangan, Jasa Review, Penulisan Artikel. Kerja sama Contact holawulan@gmail.com

4 comments:

  1. Dengan adanya keberanian dan semangat yang dimiliki serta tidak mudah putus asa, maka akan melahirkan sebuah harapan.

    Ketika harapan itu lahir dan di pupuk terus-menerus, maka bukan hal mustahil akan membuat kita tetap hidup.

    ReplyDelete
  2. Bluebird, kemudian keinget duitnya ngeoas 70rb hehehe...eh histeris ngeliat Fachri, hmmmm jangan2 kmrn yg heboh itu yaaaa :D

    ReplyDelete
  3. selalu ada harapan di setiap masalah....
    keren pesannya

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^