May 22, 2017

[OPINI] Mengagumi Silakan, Buta Jangan


Mengagumi Silakan, Buta JanganMasih teringat jelas dalam memori saya, kapan kali pertama saya jatuh cinta dengan band asal Jogja, Sheila on 7. Bahkan, dalam blog ini pun ada tulisan mengenai band tersebut. Pertama kali mengenal Sheila on 7 (So7) dari kakak, om, tetangga dan radio-radio yang selalu memutar lagu-lagu So7. Kala itu, saya masih kelas 5 SD. Kakakku, setiap kali ada video klip So7 di televisi, dia akan mengeraskan volume suara dan ikut bernyanyi. Seperti cinta-cinta yang muncul belakangan, saya belum merasakan cinta terhadap band tersebut kala itu. Tetapi, saya sudah mengumpulkan uang saku untuk membeli kaset mereka yang asli.




Drama dimulai ketika sinar So7 mulai meredup. Selain munculnya band-band baru, yang mulai diminati, pun karena keluarnya Anton dari So7. Teman-teman sekelas yang ke mana-mana selalu membicarakan Duta cs, kini, tak pernah mendengar mereka membicarakannya lagi. Kala itu, saya merasa kehilangan dan menyadari, saya benar-benar suka dengan pelantun lagu Sephia itu.

Lagu-lagu So7 terus mengiringi hari-hari saya, sampai saya menginjak SMU. Bahkan, beberapa teman saya, mengenal saya sebagai Sheila – mereka memanggil saya begitu- karena saya menyukai Sheila on 7. Bagi saya kala itu, So7 merupakan penyemangat. Harapan setiap fans, pastilah ingin bertemu idolanya. Begitu pula dengan saya. Tak heran, ketika saya masuk ke bangku kuliah, saya ikut fansclub Sheila on 7 Jawa Timur, Sheila Gank Tujuh.


saya masih kuceeeellll banget kaan

Dan, saya pun bertemu dengan idola saya, tak lama setelah saya bergabung dengan SG7 (Sheilagank Jatim). Saat itu, SG7 berulang tahun dan kebetulan So7 sedang ada acara di Surabaya. Maka, mereka diundang dalam acara ulang tahun SG7. Di sanalah saya bertemu Duta, Adam dan Eross (minus Brian). Tak usah ditanya bagaimana perasaan saya, jelas bahagia bercampur haru. Saya menyukai mereka sejak SD dan baru bertemu ketika kuliah. Saya dan Panda (teman SG7), menangis ketika bisa bertemu mereka.

Ketika kuliah, sudah beberapa kali saya menonton konser So7 dan saya selalu menangis. Lambat laun, saya mulai menguranginya. Saya mengurangi kecintaan saya terhadap band asal Jogja itu. Lama-lama, semua terasa melelahkan.

Mengagumi Silakan. Buta Jangan.

Saya pernah membaca salah satu artikel mengenai So7, kalau lagu mereka Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki, menjiplak lagu luar. Saya menceritakan hal tersebut kepada teman satu kamar saya dan dia berkata,”Yeee, Sheila njiplak.”Dan saya marah, kemudian membentak dia.

Jangan menyalahkan saya ya, saat itu, saya sedang jatuh cinta – xoxo.

Siapapun yang menghina So7, saya pasti membela dan mencari seribu pembelaan untuk band kesayangan saya tersebut.

Hal itu saya lakukan terus menerus, kemudian, saya merasa lelah.

Lelah, adalah kata yang tepat kenapa saya perlahan-lahan melepaskan obsesi saya terhadap So7. Terlalu mencintai mereka, hingga membutakan saya.

Kisah mengenai kecintaan saya dengan So7 ini, sebenarnya sekadar contoh mengenai beberapa fenomena yang terjadi di sekitar saya. Terlalu cinta terhadap makhluk ciptaan-NYA, sampai-sampai membutakan logika dan kenyataan.

Sebenarnya, saya tidak tahu apakah benar Sheila On 7 menjiplak atau tidak. Saya tidak pernah mencari tahu akan hal itu. Saat itu, dalam hati saya benar-benar menolak bahwa So7 menjiplak (meskipun sampai sekarang saya tidak tahu kebenarannya). Benar atau tidak, yang jelas So7 selalu baik di mata saya.

Contoh lain, saya pernah membaca status seorang teman mengenai idolanya yang tidak operasi plastik. Kemudian, teman yang lain berkomentar kalau dia operasi plastik. Teman saya satunya bersikukuh, kalau dia tidak operasi plastik. Dia tak peduli dengan kebenaran yang ada, dia hanya meyakini apa yang ingin dia menyakini.

Orang selalu melihat, apa yang ingin mereka lihat – Paper Towns.

Mulai sekarang, saya akan mencoba untuk mencintai karya mereka tapi tidak dengan mencintai orangnya. Saya akan menyukai lagu-lagu Sheila On 7, kinerja seorang gubernur, karya-karya seorang aktor, buku-buku dari seorang penulis, tanpa terlalu buta dengan segala sesuatu mengenai mereka. Saya akan mencoba untuk membuka mata lebar-lebar, mendengar lebih jauh, mengenai fakta-fakta idola saya, tanpa harus mencari seribu alasan pembelaan agar idola saya tetap benar.

Terkadang, ketika kita mengidolakan sesuatu, kita selalu membenarkan apa pun itu. Karena apa? Karena ketika idola kita salah, kita malu.

Iya, kan?

Sudah menjadi sifat manusia, apabila menyukai sesuatu karena sesuatu tersebut ‘sempurna’,’indah’,’mengagumkan’ dan pantas untuk disukai. Apabila setitik saja kesalahan yang mereka lakukan, kita akan mencari pembenaran bahwa mereka tidak bersalah. Mencari seribu alasan, agar idola kita tetap benar. Yang pada dasarnya, kita tak bisa menerima kesalahan mereka. Mencari alasan untuk diri sendiri, atas kekecewaan yang tak perlu.

Salah satu contoh bahwa kita cinta buta adalah, ketika orang yang kita percaya – katakan si A – mengatakan sebuah kebohongan, kita akan percaya. Tetapi, ketika orang yang kita benci – si B – mengatakan sebuah kebenaran, kita mati-matian membuktikan bahwa dia berkata bohong.
Contoh yang lebih sederhana lagi, ketika mencintai lawan jenis, ketika dia menyakiti berkali-kali, kita tetap mencintainya. Xoxo

Perlahan-lahan saya meluruhkan cinta saya terhadap So7, bukan berarti saya membenci atau sudah tak cinta. Hanya saja, saya mengurangi kadar cinta saya. Saya sudah tidak terlalu memaksakan diri untuk menonton konser mereka, ketika manggung di Surabaya dan sekitarnya. Kalau saya bisa, saya datang. Kalau tidak,saya tidak memaksa. Ya, meskipun saya selalu merasa sedih setiap kali ada teman update sedang menonton Sheila On 7 di Surabaya dan sekitarnya – xoxo.

Saya tetap menyukai mereka, tetapi tidak terlalu terobsesi lagi. Tidak sampai buta dan membela mereka habis-habisan. Toh, mereka tidak mengenal saya. Mereka bukan Tuhan saya. Mereka bukan siapa-siapa saya. Tapi, karya-karya mereka yang membuat hari-hari saya berwarna.

“Bukan hidupmu yang berat, tapi cara berpikirmu.”



5 comments:

  1. keren postingannya mbak wulan,, gak kepikrian memang kadang orang selalu mati2an bela yang padahal gak dikenal gitu hahhahahaa.. jaman sekarang orang suka kurang kerjaan.

    ReplyDelete
  2. Nice artikel mbak, Andai saja aku bisa memviralkan hehe

    ReplyDelete
  3. Ini benar sekali.
    Rasa kagum yang berlebihan, bisa membutakan. Mendewa-dewakan seseorang/satu group bisa menutup mata kita bahwa mereka sesungguhnya manusia biasa. Sama seperti kita. Ada banyak kekurangan

    salam saya

    ReplyDelete
  4. wah sama banget, aku juga jaman SD SMP ngefans bgt sama S07, sampe bela belain gak absen sehari buat nonton talkshow pagi yg bintang tamunya mereka

    ReplyDelete
  5. wah sama banget, aku juga jaman SD SMP ngefans bgt sama S07, sampe bela belain gak absen sehari buat nonton talkshow pagi yg bintang tamunya mereka

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^