May 6, 2017

Tips Belanja Hemat, Supaya Bisa Nabung



Tips Belanja Hemat, Supaya Bisa Nabung - Tak ada bosan-bosannya membahas mengenai keuangan dan berhemat. Ya, saya menulis ini untuk mengingatkan kita semua – termasuk saya sendiri – pentingnya menabung. Meskipun, saya sendiri belum sepenuhnya tobat dari “berbelanja”, paling tidak saya terus berusaha untuk tidak boros.

Kali ini, saya ingin membagikan bagaimana sih cara berhemat atau ngirit yang tepat. Agar kita tetap bisa belanja, tetapi tetap bisa menabung.


Hindari Membawa Banyak Uang Cash

Entah sudah berapa kali saya menyebutkan poin ini, ketika membicarakan keuangan. Melihat isi dompet yang penuh dengan uang kertas merah membara, bisa membuat kita merasa “kaya” dan akhirnya dengan seenak hati membelanjakan uang tersebut. Kalau saya, lebih memilih belanja dengan kartu debit lantaran dana yang terpotong akan sesuai dengan jumlah belanjaan.

Sebelum Pergi Belanja, Catat Terlebih Dahulu Kebutuhan yang Harus Didahulukan

Hal ini sangat membantu agar bisa mengerem keinginan atau membeli barang yang tidak perlu. Jangan hanya karena sedang diskon, kita membelinya begitu saja padahal tidak butuh. Apalagi, mendengar tawaran beli dua gratis satu. Percayalah, itu benda atau jajanan yang tak perlu dibeli. Karena diskon semacam itu akan selalu ada.

Selektif Dalam Memilih Tempat Belanja

Memang menyenangkan berbelanja keperluan ke tempat ber-AC, bersih dan banyak barang sehingga kita bisa memilih lebih selektif. Tetapi, berbelanja ditempat nyaman, ada harga yang harus kita bayar. Tentunya, barang-barang di sana lebih mahal daripada di tempat grosir atau pasar tradisional. Ditambah lagi dengan adanya banyak barang yang dijual, bisa-bisa kita kalap berbelanja.

Daripada Kalap, Lebih Baik Belanja Online

Ceritanya, kemarin saya ingin membeli topi untuk ke Semarang. Saya memilih untuk mencari di kota saya sendiri. Pergilah saya ke Mojokerto untuk mencari topi yang saya inginkan. Ternyata, di sana saya tidak menemukan topi yang saya inginkan. Bahkan, penjual topi teramat dikit. Saya justru mampir ke mal dan akhirnya malah menghabiskan uang untuk hal tak perlu. Akhirnya, saya memutuskan membeli topi via online. Ya, meskipun saya harus mengeluarkan biaya ongkos kirim, paling tidak jumlah yang saya keluarkan tidak banyak.

Membuka Rekening Tabungan Paksa

Sejak bulan lalu, saya resmi membuka rekening “paksa”. Kenapa saya katakan rekening paksa? Karena untuk menabung di rekening ini, nominalnya harus minimal yang sudah ditentukan dan hukumnya wajib. Jadi, setiap bulan rekening utama saya akan terpotong minimal sekian, selama satu tahun ke depan. Hal ini saya lakukan karena meskipun saya mempunyai rekening tabungan, ternyata tidak cukup efektif untuk menabung. Akhirnya, saya memutuskan membuka tabungan berjangka.
Jadi, resmi saya memiliki tiga rekening di dua bank. Saya tidak takut untuk menabung di bank, karena sudah ada jaminan dari LPS.

Apa LPS itu?

LPS adalah lembaga independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (UU LPS) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009.

Seperti yang saya sebutkan di atas, LPS menjamin setiap rekening sampai 2 miliar. Sehingga, kita akan aman menabung di bank, tidak takut ketika bank gulung tikar kita akan kehilangan tabungan. Menabung di bank pun bisa bebas dari rayap dan tuyul, kan? – xoxo.

Sejarah LPS

Pada tahun 1998, krisis moneter dan perbankan yang menghantam Indonesia, yang ditandai dengan dilikuidasinya 16 bank, mengakibatkan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat pada sistem perbankan. Untuk mengatasi krisis yang terjadi, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan diantaranya memberikan jaminan atas seluruh kewajiban pembayaran bank, termasuk simpanan masyarakat (blanket guarantee). Hal ini ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 1998 tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum dan Keputusan Presiden Nomor 193 Tahun 1998 tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Perkreditan Rakyat.


Seperti yang kita ketahui, perbankan menjadi komponen penting dalam perekonomian. Stabilitas industri perbankan sangat mempengaruhi stabilitas perekonomian secara keseluruhan. Itulah alasan yang mendasari LPS untuk menjamin keamanan setiap nasabah, demi membangun kepercayaan masyarakat dengan menabung di bank.

No comments:

Post a Comment

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^