Hal-hal Remeh Bagi Orang Lain, Tetapi Berarti Bagi Saya

5:53 PM



Hal-hal Remeh Bagi Orang Lain, Tetapi Berarti Bagi SayaSudah lama tak membuat postingan receh nan seru di blog pribadi. Kesibukan saya empat bulan belakangan, benar-benar menyita pikiran. Ya, meskipun waktu luang turah-turah, tetapi tetap saja pikiran tersebut memblok pikiran saya. Nampaknya, saya belum bisa membagi waktu, terlebih lagi membagi pikiran dengan pekerjaan lain.

Oke, saya ingin bercerita mengenai hal-hal sepele – atau nggak penting -, tetapi benar-benar membuat saya merasa bahagia – berlebihan. Saya yakin, teman-teman pun sering merasakan hal serupa ketika mendapatkan sesuatu atau mendengar kabar, meskipun hal remeh – bagi orang lain – kita akan merasa bahagia.

Sebut saja, bahagia berlebihan.


1 | Menemukan Buku Idaman

Biasanya saya membeli buku di Gramedia, tahu sendiri kan Gramedia jarang sekali ada diskon. Waktu itu saya masih kuliah dan tidak paham mengenai Surabaya. Dalam pikiran saya, toko buku, ya Gramedia. Atau membeli via online. Tidak ada yang lain.

Lalu, saya mengenal Mbak Tikha, dari dia saya diberitahu mengenai Rumah Buku (Rumbuk) dan Uranus yang berada di Ngagel. Maka, saya mencoba ke sana, membeli buku. Ternyata di Rumah Buku, buku-bukunya diskon 20% dan 25% kalau menjadi member atau mempunyai KTM – kartu tanda mahasiswa -. Tentu saya senang dong. Terlebih lagi, ketika saya menemukan buku Winna Efendi Unforgetabble dan Remember When yang memang sedang saya incar.

Saya pulang membawa dua buku idaman tersebut dengan senyum sumringah, terlebih lagi saya mendapatkan harga murah. Biasanya uang 100 ribu, hanya dapat dua buku, waktu itu saya bisa membawa tiga buku dengan sedikit tambahan.

Sayangnya, Rumah Buku sekarang sudah tidak ada, padahal saya sudah mempunyai member yang berlaku seumur hidup.

2 | Menemukan Jaket Bagus di Loakan

Sebagian orang, akan merasa risih membeli baju bekas di loakan, tetapi saya tidak termasuk orang-orang tersebut. Dulu, ketika kuliah saya dan kawan kos saya, suka sekali ke TP pagi (Tugu Pahlawan) hanya untuk hunting baju-baju bekas. Ketika saya di sana, saya menemukan jaket yang masih bagus sekali. Warnanya masih cerah, tebal dan branded. Harganya saat itu, sekitar 20 ribu. Ya, tentu murah sekali, bekas. Xoxo.

Jangan salah, jaket ini merupakan salah satu jaket favorit saya kala itu, sampai akhirnya sudah tak saya pakai karena warnanya sudah memudar.

3 | Bertemu Sheila on 7

Sejak kecil, kira-kira kelas 5 SD, saya sudah menyukai band asal Jogja ini. Sebagai fans, seperti pada umumnya, ingin bertemu dengan idola mereka. Namun, itu hal yang sulit. Tetapi, ketika saya kuliah di Surabaya, saya ikut komunitas penggemar band asal Jogja tersebut. Beruntung, ketika itu SG7 – Sheila Gank Jawa Timur – berulang tahun dan mengundang Sheila on 7 datang.

Singkat cerita, saya bertemu dengan Duta, Adam, dan Eross di salah satu kafe di Surabaya. Tak usah ditanya bagaimana girangnya saya, bahkan saking bahagianya, saya menangis. Dibilang lebai juga bodoh amat.

4 | Motoran ke Malang Sendirian

Bapak salah satu dari sekian banyak orangtua yang over, terutama pada anak perempuannya. Saya dari kecil hampir selalu dikekang. Ke mana-mana selalu harus dalam pengawasan beliau. Alhasil, saya seringnya tak pernah ke mana-mana. Berdiam diri di rumah. Sampai pada suatu hari, ada workshop menulis di Malang dan saya ingin ikut. Dengan keberanian penuh dan tekad bulat, saya mengutarakan niat saya tersebut.

Saya ingin ke Malang.

Awalnya, saya pesimis dengan ijin dari beliau, tetapi siapa sangka ternyata Bapak memberi ijin. Saya senang betul waktu itu, bahkan ketika motoran ke Malang sendirian saya merasa benar-benar bebas dan lahir kembali~ agak lebai.

Untuk poin terakhir, merupakan kebagiaan yang tak berlebihan karena memang saya sulit sekali mendapat ijin keluar, terlebih lagi jauh dan sendirian.

Nah, itu beberapa kebahagiaan kecil yang bisa saya bagikan, kalau teman-teman ada kebahagiaan “remeh” bagi orang lain, tetapi berarti besar bagi kita, nggak?



You Might Also Like

1 comment so far

  1. hehehe iya ya kadang kita gak perlu mengerti apa yg orang lain sukain
    "kenapa sih suka yang itu? apa manfaatnya coba?"
    biasanya kadang kesal klo ada yg ngomong gt.
    hihihihii itu kebahagian kecil tiap orang

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^