Feb 17, 2018

[REVIEW] Lipstik Viva Perfect Matte Lip Color



[REVIEW] Lipstik Viva Perfect Matte Lip Color Telat sekali sebenarnya kalau saya review lipstik ini sekarang. Ya, karena hampir semua lipstik yang akan saya review, sudah ludes. Bukan ludes terjual, tetapi ludes saya bagi-bagikan kepada yang membutuhkan. Terus, kamu nggak butuh, Lan? Butuh! Tapi, lipstik saya kebanyakan, sedangkan bibir saya hanya sepasang, xoxo.

Sebagai seorang Beauty Blogger Abal-Abal (yang terkadang review kosmetik, kebanyakannya nggak) saya merasa terlalu banyak mengoleksi lipstik. Entah itu lipstik dari yang saya beli atau saya dapatkan dari event bloger. Padahal, yang saya pakai hanya itu-itu saja. Pemborosan sekali kalau sampai ketika saya dapat lipstik dari event dan tidak saya musnahkan dengan dibagikan atau dijual. Karena pada akhirnya, lipstik-lipstik tersebut tak akan terpakai dan berakhir mubazir.

Nah, meskipun lipstiknya sudah saya bagi-bagikan dan tersisa dua biji, saya akan tetap mereviewnya. Karena apa? Karena saya sudah melakukan pemotretan! Sayang sekali kalau foto-foto hasil jepretan saya tidak terpakai.
Feb 16, 2018

Menghadirkan Hal Manis dalam Hidup dengan Nescafe Dolce Gusto Lumio

Nescafe Dolce Gusto Lumio


Menghadirkan Hal Manis dalam Hidup dengan Nescafe Dolce Gusto LumioTak ada yang lebih menyenangkan selain bangun pagi, berbenah diri dan memulai pekerjaan dengan ditemani secangkir kopi dan alunan lagu lawas lewat youtube. Ketika bekerja sebagai fotografer makanan kemarin, saya selalu merindukan kebiasaan saya ini. Karena sekarang saya sudah resign, saya dapat kembali menikmati aktifitas menyenangkan tersebut. Memang ya, pekerjaan menyenangkan itu hobi yang dibayar.

Saya kembali menikmati rutinitas pagi saya, yang selama bekerja kantoran tak pernah saya lakukan lagi. Terlebih lagi, ketika membuat kopi dengan mesin Nescafe Dolce Gusto. Teman-teman tahu, saya pernah mengulas mengenai mesin tersebut di blog ini. Ternyata, pada akhir tahun lalu, mesin Nescafe Dolce Gusto mengeluarkan seri terbaru yaitu mesin Nescafe Dolce Gusto Lumio. Kabar gembiranya, mesin tersebut sudah hadir di Surabaya.

Mendekati Chinese New Year, mesin Nescafe Dolce Gusto hadir di Surabaya, tepatnya pada tanggal 07 Februari sampai 11 Februari 2018 lalu di atrium Tunjungan Plaza 3, Surabaya. Tentu, saya penasaran dengan mesin NESCAFE DOLCE GUSTO Lumio ini, maka saya membawa pulang mesin Nescafe Dolce Gusto Lumio.
Feb 15, 2018

[KolabKarib] Kesempatan Mengulang Waktu


Setelah hiatus bulan kemarin, akhirnya kami kembali menulis artikel #KolabKarib yang sudah kami jalankan beberapa bulan belakangan. Niatnya sih, satu; agar blog kami tetap ter-update, paling tidak sebulan sekali ada artikel yang kami tulis. Ya, meskipun bulan lalu kami sulit menentukan tema dan akhirnya tidak ada artikel kolaborasi, xoxo.

Jadi tema kita bulan ini adalah seandainya kita diberi kesempatan mengulang waktu. Mbak Tikha menduga, saya akan mengulang waktu ketika kuliah. Ketika ada seseorang yang mendekati saya, namun saya tolak. Jujur, iya.

Akan tetapi, memangnya siapa dia sampai begitu istimewa, sampai-sampai saya ingin mengulang kembali? Dia bukan siapa-siapa. Dia lelaki biasa. Sebenarnya, lebih tepatnya saya ingin kembali ke masa kuliah. Banyak hal yang terjadi ketika itu, salah satunya ya soal lelaki pemberi jus jambu itu.
Feb 11, 2018

Tips Agar Barang Bawaan Muat di Tas Koper Ketika Bepergian

Tips Agar Barang Bawaan Muat di Tas Koper Ketika Bepergian - Mau membawa satu tas, dua tas bahkan tiga tas pun tak akan pernah cukup rasanya ketika memutuskan bepergian maupun ketika pulang kampung. Ada saja barang yang ingin dibawa. Selalu saja pikiran “Kali saja butuh,”tak henti-hentinya menghantui pikiran, sampai akhirnya kita memutuskan membawa tas koper lebih untuk bepergian.
Saya pernah ke Semarang, sebelum pergi saya konsultasi mengenai tas yang ia bawa. Rencananya saya membawa tas tangan yang cukup besar dan tas ransel, teman saya nyeletuk, “Kamu mau pulang kampung?” Membaca komentar dia, saya pun terpingkal. Kalau diingat-ingat, waktu itu saya terlalu berlebihan. Akhirnya, saya hanya membawa satu tas ransel dan satu tas selempang. Tas jinjing? Tak jadi saya bawa, padahal itu tas baru dan rencana saya pakai ke Semarang. Huhu.
Ternyata, hanya bermodal tas koper atau ransel sudah cukup kok memenuhi kebutuhan kita ketika traveling, Kawan. Ada beberapa tips yang ingin saya bagikan, mengenai packing ketika traveling agar kebutuhan tercukupi, namun tak banyak barang yang dibawa.
Feb 6, 2018

Tetap Datang ke Reuni Meskipun Masih Sendiri



Tetap Datang ke Reuni Meskipun Masih SendiriDibilang reuni, juga tidak. Pertemuan-pertemuan saya dengan kawan lama terjadi karena beberapa alasan; misal ada nikahan teman sekelas. Jujur, terkadang saya merasa rikuh ketika hadir ke pernikahan teman karena tak ada seseorang di sebelah saya, terlebih lagi pekerjaan saya tak jelas juntrungnya, seperti jodoh. Semua saya serahkan sama yang di atas.

Seringkali kawan kuliah mengajak kumpul. Mereka bersama suami dan anak-anak mereka, saya bersama Etro. Ya, paling tidak ada yang saya tonjolkan kepada mereka. Etro, anak saya. Yang saya adopsi sekitar setahun lalu. Kalian yang sering bertemu saya, mengenal saya, dan membaca tulisan saya di blog ini pasti tahu apa Etro ini.

Tapi rindu hanya terobati dengan ketemu. Itu jelas. Saya merindukan bertemu kawan-kawan saya yang sudah layaknya saudara kandung. Ketika satu kos, kami seringkali bertengkar, ngambek, tertawa bahkan menangis bersama. Penuh drama dan lucu kalau diingat. Karena satu alasan kuat itu, yaitu kangen, maka saya akan tetap bertemu dengan mereka meskipun saya belum memiliki gandengan seperti mereka. Its oke.
Feb 5, 2018

Berdamai Dengan Diri Sendiri, Dengan Menerima Diri Apa Adanya



Berdamai dengan diri sendiri

Berdamai artinya memaafkan, menerima apa yang terjadi dan terus maju. Terkadang, apa yang kita takutkan atau risaukan adalah hal yang menghambat kita untuk terus maju. Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan berdamai dengan diri sendiri, menerima diri kita utuh; buruk dan baiknya kita.

Seumur hidup, saya sering tidak bersyukur dengan kondisi fisik yang saya miliki. Saya memiliki tubuh yang tidak tinggi, tidak langsing dan struktur wajah saya tidak seperti mbak-mbak selebgram  itu. Seringnya, saya mengutuki diri sendiri dan Tuhan, kenapa saya tidak dilahirkan dengan fisik yang cantik paripurna? Tanpa harus pakai krim pencerah wajah sudah terlihat kinclong, tanpa harus berolahraga berat tubuh sudah semampai?

Pemikiran semacam itu terus berulang-ulang dalam benak saya, tanpa saya sadari saya yang terlalu fokus dengan kelemahan itu, menghambat kita untuk berkembang. Pemikiran negatif semacam itu tidak akan membawa kita ke mana-mana. Yang ada, waktu terus berjalan dan saya masih jalan di tempat, meruntuki diri sendiri.

Ketika kita sibuk memikirkan kelemahan-kelemahan yang kita miliki, di luar sana banyak orang-orang bergerak, melawan rasa takut, melawan kemalasan dan melawan segala hal yang menghambat mereka. Seharusnya, saya – kita – bisa juga seperti mereka. Mereka sibuk mengembangkan diri, kita sibuk tidak bersyukur dengan diri sendiri.
Feb 1, 2018

Pilih Penulis atau Fotografer?


Kalau ditanya, “Lebih suka menjadi penulis atau fotografer?”

Saya akan menjawab, “Penulis.”

Profesi seorang fotografer dengan ke mana-mana menenteng kamera, mengangkat mirrorless tinggi-tinggi menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Meskipun, kita tak pernah tahu itu mirrorless hanya sekadar pajangan atau memang benar-benar terpakai. Saya, yang mempunyai Etro hampir dua tahun bahkan belum tahu dengan benar Etro seperti apa, saya adalah photographer auto yang selalu memakai mode auto dalam setiap jepretannya. So what?

Jika sebelumnya saya bercerita akhirnya saya tidak freelance lagi, sekarang saya mau katakan per tanggal 20 Januari lalu, saya resmi resign dari salah satu situs direktori makanan di Surabaya. Saya bekerja secara freelance selama tiga bulan dan tetap selama satu bulan. Bisa dibilang, saya menjadi food photoghraper selama 4 bulan. Dan, saya berharap selama itu sudah lebih dari cukup untuk menambah skill memotret saya. Sayangnya, sampai saat ini saya belum menemukan feel memotret  dalam kuliner.