Feb 5, 2018

Berdamai Dengan Diri Sendiri, Dengan Menerima Diri Apa Adanya



Berdamai dengan diri sendiri

Berdamai artinya memaafkan, menerima apa yang terjadi dan terus maju. Terkadang, apa yang kita takutkan atau risaukan adalah hal yang menghambat kita untuk terus maju. Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan berdamai dengan diri sendiri, menerima diri kita utuh; buruk dan baiknya kita.

Seumur hidup, saya sering tidak bersyukur dengan kondisi fisik yang saya miliki. Saya memiliki tubuh yang tidak tinggi, tidak langsing dan struktur wajah saya tidak seperti mbak-mbak selebgram  itu. Seringnya, saya mengutuki diri sendiri dan Tuhan, kenapa saya tidak dilahirkan dengan fisik yang cantik paripurna? Tanpa harus pakai krim pencerah wajah sudah terlihat kinclong, tanpa harus berolahraga berat tubuh sudah semampai?

Pemikiran semacam itu terus berulang-ulang dalam benak saya, tanpa saya sadari saya yang terlalu fokus dengan kelemahan itu, menghambat kita untuk berkembang. Pemikiran negatif semacam itu tidak akan membawa kita ke mana-mana. Yang ada, waktu terus berjalan dan saya masih jalan di tempat, meruntuki diri sendiri.

Ketika kita sibuk memikirkan kelemahan-kelemahan yang kita miliki, di luar sana banyak orang-orang bergerak, melawan rasa takut, melawan kemalasan dan melawan segala hal yang menghambat mereka. Seharusnya, saya – kita – bisa juga seperti mereka. Mereka sibuk mengembangkan diri, kita sibuk tidak bersyukur dengan diri sendiri.


Kenapa tidak memaafkan diri sendiri dan menerima segala baik dan buruk yang kita miliki. Kalau memang bisa diubah, kenapa nggak? Kalau memang sudah dari percetakannya, ya sudah terima saja.

Kita bisa menghitung berapa nikmat yang Allah kasih kepada kita. Tak terhingga. Coba, kita merenungi kembali, apa yang bisa kita kerjakan dengan kedua tangan ini, dengan kedua kaki ini, dengan kedua mata, telinga, mulut dan otak yang Allah kasih. Kesempurnaan tiada tara, kesempurnaan yang mampu kita maksimalkan untuk mendapatkan hal-hal yang kita mau.

Terkadang saya menyesal menjadi diri sendiri, padahal di luar sana banyak yang ingin berada di posisi saya saat ini. Kita hanya tak tahu, seberapa besar arti hadir diri kita untuk orang lain. Mulailah mencoba menerima diri apa adanya, terus berusaha menjadi lebih baik dari diri kita kemarin. Bukan karena orang lain lebih sukses, kemudian kita bukan apa-apa. Melainkan ini mengenai zona waktu masing-masing. Kesuksesan datang bukan dari hal-hal yang membuat kita tidak percaya diri, melainkan dari hal-hal baik yang ada dalam diri.


Mulailah mengucapkan “Alhamdulillah” apa pun yang terjadi dengan diri kita. 

3 comments:

  1. Membaca tulisan ini jadi bikin saya keinget sama diri sendiri yang akhir-akhir ini juga merasakan hal yang sama. Semangat mbak! :)

    ReplyDelete
  2. kuncinya bersyukur dengan apa yang kita miliki

    ReplyDelete
  3. sering terlintas dalam benak saya juga mbak, yang terpenting kita harus selalu mengucap syukur atas semua nikmat yang telah diberikan oleh-Nya.

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^