Job Seeker Part 2 : Perusahaan Abal-Abal | Wulan Kenanga Wulan Kenanga: Job Seeker Part 2 : Perusahaan Abal-Abal
May 17, 2016

Job Seeker Part 2 : Perusahaan Abal-Abal


Job Seeker Part 2 : Perusahaan Abal-Abal - Saya memutuskan untuk menulis mengenai pengalaman saya mencari kerja, yang belum ada ujungnya. Tentunya, saya akan menulis pengalaman mencari kerja yang menarik. Seperti yang pernah saya lalui. Waktu itu, kami sedang gencar-gencarnya mencari kerja. Menulis lamaran dengan tulisan tangan di atas kertas folio, memasukkannya ke dalam amplop cokelat, berkeliling Surabaya untuk menaruh lamaran. Lalu, kami menunggu sampai ada panggilan telepon untuk interview.

Suatu hari, Ibu kos saya memanggil, beliau menunjukkan sebuah iklan yang mencari pekerja di bagian admin. Di sana, tertulis bahwa perusahaan tersebut mencari admin sebanyak 25 orang. Tentunya, bayangan diterima semakin besar karena kebutuhan perusahaan juga besar. Akhirnya, saya dan Dina mendatangi perusahaan dengan alamat yang tertera dalam iklan tersebut.

Untungnya, alamat yang tertera dalam iklan tersebut tidak jauh dari wilayah kami. Usai berkeliling mencari perusahaan itu, kami pun menemukannya. Perusahaan itu, terapit oleh toko-toko di kawasan ruko tepi jalan raya. Lalu, kami masuk, dan menemui resepsionis.


“Mbak, saya mau menaruh lamaran kerja,”kataku, pada mbak-mbak resepsionis.

“Oh iya, silakan,”katanya. Saya menyebutkan nama UP yang tertera dalam iklan. “Oh, sama saja.”

Kami pun menunggu giliran interview dengan duduk di ruang tunggu bersama pelamar lainnya. Ruangan itu sempit dan berdekatan dengan pintu masuk. Lalu, kami pun dipanggil. Saya dan Dina masuk ke dalam ruangan, semacam ruang tengah kalau di rumah. Saya sedikit heran, ketika mendapati banyak bilik-bilik di sana dan semua bilik tersebut dibuat untuk interview. Saya pun tak ambil pusing.

Saya pun menepati salah satu bilik yang ditunjukkan seorang wanita. Saya duduk, kemudian menyalami seorang pemuda. Dia berbasa-basi sebentar, meminta KTP saya, dan dia pun menjelaskan pekerjaan saya nanti. Jika lulus, saya harus membayar sebesar Rp. 600.000,- untuk masa training.  Tentu, saya terkejut. Saya mencari kerja untuk mendapatkan uang, kok ini diminta bayar? Saya hanya diam saja waktu itu. Lalu meminta saya mengisi soal-soal dan psikotes. Setelah selesai mengisi, saya menyerahkan lembar jawaban saya kepada pemuda tersebut.

Selang beberapa menit, dia kembali dengan membawa lembar jawaban saya tadi. Lalu, dia sok-sok membuat kejutan begitu. Semacam pengumuman pemenang di ajang lomba-lomba menyanyi di televisi. Saya hanya tersenyum kecut, karena saya tahu kalau saya lolos. Ya, ini termasuk perusahaan abal-abal. Dia memberikan selamat kepada saya dengan wajah bersemangat dan jabatan tangan kuat, saya hanya meringis.

Lalu, dia minta saya uang. Mana punya saya uang sebesar itu? Entah karena tidak enak atau saya takut, saya memberinya uang Rp. 30.000-, dan dia meminta saya berjanji untuk segera membayar sisanya. Saya iya-in saja.

Setelah keluar dari perusahaan tersebut, di parkiran motor, saya dan Dina saling berpandangan. Wajah kami memelas kayak kucing habis kecebur got. Kami berharap setelah lulus mendapatkan pekerjaan yang baik, justru malah kecolongan.

Jadi, sistem di perusahaan bodong tersebut adalah merekrut karyawan sebanyak-banyaknya, dimintai uang, ditraining. Setelah itu, kita yang diterima di perusahaan tersebut akan melakukan hal yang sama. Membodohi calon-calon pekerja baru yang memiliki impian tinggi.

Di parkiran, ada orang-orang yang datang untuk mencari pekerjaaan. Wajah-wajah mereka penuh semangat untuk mengubah nasib. Wajah-wajah baru yang baru mengenal dunia. Ah, betapa sadisnya dunia dengan orang-orang yang mencari keuntungan dari kelemahan orang lain.

xoxo,
Wulan K.


Wulansari Wulan Kenanga

Hidup untuk menulis, menulis untuk hidup

Blog Designer, Writer, Buzzer, Dreamer, Pemeluk Kenangan, Jasa Review, Penulisan Artikel. Kerja sama Contact holawulan@gmail.com

25 comments:

  1. Adaaa tuhh di Pekanbaru, gedungnya di jl Sudirman gitu..
    Kan orang taunya klo kantor jl Sudirman itu pasti kantor beneran.
    Taunya sama aja ama cerita mbak wulan ni...

    Mana rame lagi yg kesana

    ReplyDelete
  2. temenku ada yg kena begini dulu,sampe bayar training,keluar uang jutaan malah, jahat bgt yg nipu gini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tega memang :( kita niat kerja cari duit, malah harus keluarin duit :(

      Delete
  3. Saya pernah dibodohi juga mbak. Saya malah udah keluar 250rb. Baru nyadar pas nyampe Rumah. Pas waktunya training saya ga hadir. Nyesel!

    ReplyDelete
  4. Ngeri juga ya modusnya sampai seperti itu. Soalnya dlu zaman kuliah ada tuh teman yg ikut2 kayak gitu, dia diajak gabung sama PT A yg bergerak di bidang pengemasan produk. Ternyata modusnya sama, cari banyak staff ntr suruh bayar lalu di training, lalu cari orang suruh bayar, training, gitu terus. Akhirnya temenku ini gak dilanjutkan deh.

    Mbak Wulan coba apply di jobstreet atau jobs.id rata2 di sana trusted perusahaanya. Tetap Semangat!

    ReplyDelete
  5. Begitu kerasnya dunia kerja ya, demi uang orang tega 'makan' orang lain. Jadi pengalaman banget ya ..

    ReplyDelete
  6. Jangan pernah mau mbak klo dimintai uang saat melamar pekerjaan

    ReplyDelete
  7. Harusnya ga usah bayar sih, Mbak. Meski cuma 30rb kan lumayan bisa buat makan moe ayam bakso. Hehe

    Tanya dulu, kalau diterima ditempatkan di perusahaan mana, kok sudah main bayar saja.

    Bagus mbak ulasannya, biar banyak orang membaca dan tidak lagi dibodohi. Semoga segera bertobat orang-orang seperti itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbakm setelah gabung sama grup pelamar kerja, ternyata banyak banget kejadian

      Delete
  8. aku pernah baca ini berita beginian juga :(
    sabar ya mak

    http://rusydinat.blogspot.com

    ReplyDelete
  9. semoga ngga keulang lagi ya :((

    ReplyDelete
  10. wow baru tau ada kayak gitu, doain aja biar orang2 itu bertobat. kasian klo banyak korban lagi. semangat wulan :)

    ReplyDelete
  11. Hiih..gemes kalo ada perusahaan abal-abal kayak gitu. Aku pernah dulu, tapi bukan bayar siih...cuma disuruh jual bbrp produk yang harganya "WOW". Ya udah aku langsung ngomong kalo aku batal melamar kerja ditempatnya.
    Enak wae

    ReplyDelete
  12. ckckck, tega banget yah mereka :(

    ReplyDelete
  13. Saya hampir kena juga dulu mbak, gedungnya keren di graha pena BNI eh sebulan saya habis ngelamar ditangkap polisi tuh yang punya....

    ReplyDelete
  14. Untung aja Mba' Wulan nggak mau masuk perusahaan itu ya Mba', karena kadang ada lho Mba', yang walaupun terpaksa akhirnya membayar juga.. :(
    Semangat Mba', InsyaAllah sebentar lagi ada pekerjaan yang lebih baik.. :)

    ReplyDelete
  15. Kurang ajar banget yaaakkk... penipuan banget itu... saya sebagai pencari kerja juga merasa was-was

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^