Setiap Orang Memiliki Tempat Terbaik | Wulan Kenanga Wulan Kenanga: Setiap Orang Memiliki Tempat Terbaik
Jun 11, 2016

Setiap Orang Memiliki Tempat Terbaik



Setiap Orang Memiliki Tempat Terbaik - Kala itu, saya melamar kerja di stasiun televisi di Surabaya, yaitu SBOtv yang berada di gedung Graha Pena. Informasi lowongan mengenai EO (event organaizer) saya dapatkan dari Dina, kawan saya. Dia sendiri mendapatkan informasi dari iklan di televisi. Maka, hari itu kami berangkat bersama untuk menuju gedung Graha Pena di Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

Lokasi Graha Pena tidak jauh dari tempat kos saya, masih di daerah Ketintang, Surabaya juga. Bahkan, saya sering melewatinya ketika jalan-jalan.Kalau saya tidak salah mengingat, lokasi penyerahan surat lamaran kerja berada di lantai 12 gedung tersebut. Tentunya, dari tempat parkir kami naik lift untuk menuju lantai 12. Kami pun menunggu, sampai lift berhenti. Ketika lift berhenti, saya dan Dina terkejut karena pintu lift terbuka di belakang kami, bukan di depan kami. Ah, untungnya saya tidak bersandar tadi.


Usai menyerahkan berkas lamaran kerja, selang beberapa hari ada sebuah panggilan masuk ke dalam ponsel saya.Yap, itu adalah panggilan untuk interview di SBOtv. Lalu, saya mengkonfirmasi kepada Dina, apakah dia mendapat panggilan serupa. Ternyata, tidak.

“Mungkin mereka nggak menerima perempuan berhijab,”tukasku, ketika Dina merasa kecewa tidak mendapatkan panggilan. Ya, kita tahu kan, sebagian ada perusahaan yang tidak mengijinkan pegawai perempuannya berhijab. Karena, sebelumnya ketika Dina interview, dia diminta melepaskan hijab.

Terpaksa, saya berangkat ke Graha Pena sendirian, untuk memenuhi panggilan interview.

Sesampainya di lantai yang diminta, saya hanya menemukan seorang perempuan yang bersandar pada dinding.Kami sama-sama diam. Nampaknya, dia juga menunggu untuk interview. Beberapa saat kemudian, seorang perempuan yang lebih tua dari kami muncul. Beliau meminta kami masuk dan ternyata di sebuah ruangan dengan meja dan kursi-kursi yang mengelilinginya, sudah terkumpul orang-orang seperti saya, yaitu untuk interview. Ternyata, di antara mereka yang duduk mengelilingi meja tersebut, ada perempuan yang berhijab, jadi kesimpulan yang saya buat ke Dina tidak terbukti.

Saat itu, jantung saya berpacu dengan cepat. Bagaimana tidak? Setelah itu, kami diminta untuk memperkenalkan diri masing-masing atau bercerita di depan semua orang itu.Rasanya, saat itu juga saya ingin kabur saja. Sebagai informasi, saya kurang cakap untuk berbicara di depan umum.

Terlebih lagi, ketika orang-orang yang datang itu, dengan setelan jas dan sebagainya, berbicara dengan lancar serta pengalaman kerja yang mumpuni. Mau tak mau, hati saya semakin menciut. Tiba ketika saya berbicara, saya hanya memperkenalkan diri seperti umumnya, tanpa embel-embel yang lain. Huft.

Interview pertama selesai, beliau bilang interview selanjutnya akan dilakukan oleh kepala SBOtv langsung. Dan beliau merupakan pemilik dari Jawa Pos juga. Saya pun semakin deg-deg-an, menerka-nerka siapakah kepala pimpinan tersebut. Ah, saya selalu saja seperti ini.

Selang beberapa hari (lagi), saya mendapat telepon yang mengatakan saya harus ikut interview lagi. Tentunya, harapan besar mencokol dalam diri saya untuk hal tersebut. Saya berharap bisa bekerja di SBOtv, yang notabene satu gedung dengan Jawa Pos, JTv, dan perusahaan-perusahaan besar lainnya.
Untuk interview kedua ini, pesertanya semakin banyak saja. Saya pikir, akan sama seperti interview sebelumnya. Ternyata, interview pertama itu tidak dianggap,padahal saya sudah deg-deg-an sekali. Kali ini kami berada di ruangan yang lebih besar daripada sebelumnya. Kalau sebelumnya, semacam ruangan rapat dalam skala kecil,sempit. Kali ini berada di ruangan rapat yang lenggang dengan meja membentuk lingkaran dan kursi-kursi empuk.

Hari itu, ada dua orang dari pihak SBOtv yang masuk ke dalam ruangan, merekalah yang akan menginterview kami. Jujur, saya deg-deg juga. Tidak mungkin, tidak. Sampai akhirnya, beliau memutuskan untuk menseleksi setiap kandidat yang tidak ada pengalaman berorganisasi terlebih lagi dalam urusan sebuah acara. Takutnya, kita nanti akan kaget dan mereka tak punya waktu untuk mengajari.

Tentunya, saya sama sekali tak punya pengalaman dalam EO, saya pun tereleminasi dalam seleksi tersebut. Tapi, pihak SBOtv menawarkan untuk menjadi marketing. Entah kenapa, saya mengangguk. Saya memang sebodoh itu, waktu itu.

Saya pun dan keempat kandidat lainnya, diterima di SBOtv sebagai marketing. Dan, Sabtu besok kami diminta untuk datang, sebagai hari pertama kerja. Dan, saya tidak datang.

Alasannya? Itu bukan dunia saya dan saya tidak yakin bisa bertahan di sana sebagai marketing, yang nantinya bertugas mencari uang tambalan jika ada dana kurang ketika ada acara. Ternyata, yang mengundurkan diri pun bukan hanya saya, tapi juga ada satu dua orang yang mengundurkan diri.

Sampai sekarang pun saya tidak pernah sedikitpun menyesal untuk tak mengambil kesempatan tersebut. Ada hal yang memang tak bisa saya lampaui dan memang saya tak ingin melakukannya. Karena, ada orang yang lebih pantas berada di posisi tersebut daripada saya.

Setiap orang memilki tempat terbaik untuk posisi mereka. Dan, saya juga.



xoxo,
Wulan K.

Wulansari Wulan Kenanga

Hidup untuk menulis, menulis untuk hidup

Blog Designer, Writer, Buzzer, Dreamer, Pemeluk Kenangan, Jasa Review, Penulisan Artikel. Kerja sama Contact holawulan@gmail.com

15 comments:

  1. Semangat. Pesanku satu lebih berani 😘

    ReplyDelete
  2. Saya jd inget pas ngelamar ke MNC jd HRD uda interview sama managernya malah di proses bwt jd reporter wkwkwk bkn passion jd reporter bakat saya di hrd

    ReplyDelete
  3. tsaaah... rejeki udah ada yg ngatur... apapun keputusannya itulah yang terbaik menurut Tuhan untuk kita...
    yg penting usaha.. :)

    ReplyDelete
  4. Baru nyadar kalau dirimu di Ketintang :) Saudaraku ada yang di sana.

    Semoga cepat smapai di tempat terbaikmu. Jangan (mudah) lelah dan menyerah :)

    ReplyDelete
  5. Sepakat, Mbak. Setiap orang memang punya tempatnya sendiri. Nggak kebayang kalau bekerja di pos yang nggak klik dengan hati kita. Bakalan berat rasanya ^^

    ReplyDelete
  6. Weis kalimat terakhirnya, sakti! Semoga cepet dapet kerjaan yang cocok ya! kalo gak cocok mah ngerjainnya juga suka males soalnya hehehe

    ReplyDelete
  7. Keren! Mak, tapi ada perasaan takut di Blacklist nggak sih Mak? Eheheheee

    ReplyDelete
  8. Sama mba.. Akupun merasa passionku bukan marketing. Hehe..
    Semoga kita segera menemukan jodoh kerjaan ya mba. Cemungut:)

    ReplyDelete
  9. semangat dan semangat... semua jika di barengi dengan doa akan ada hasilnya...

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^