Jun 22, 2016

Begini Cara Menghadapi Kegagalan

pic taken from unpsplash.com edited by Wulan Kenanga


Begini Cara Menghadapi Kegagalan - Beberapa tahun yang lalu, ketika saya masih duduk di bangku SMA kelas tiga, kami diruwetkan dengan ujian nasional di depan mata. Tak sekadar ujian nasional saja yang membuat kami kalang kabut, sampai percaya dengan omongan bimbingan belajar yang datang ke sekolah-sekolah. Kami pun dibuat pusing dengan pertanyaan, “Ke mana kami setelah ini?”Pertanyaan tersebut benar-benar menghantui. Akan ada masanya pertanyaan-pertanyaan sakral semacam itu akan terucap.

Siswa-siswa yang memiliki nilai rapor baik, mereka akan mencoba jalur PMDK, sedangkan saya? Ah, lupakan saja. Saat itu, kawan dekat saya ikut jalur PMDK dan sudah ikut tes. Saya ingat, ketika hari pengumuman tiba, kawan saya yang tergolong pintar tersebut tak lolos. Dia sedih luar biasa. Wajahnya cemberut, tak seceria biasanya. Dari situlah, saya membuat postingan . Maafkan jika dalam postingan tersebut sangat, sangat berantakan. Maklum, waktu itu masih bau kencur.

Postingan tersebut berisikan motivasi mengenai kegagalan. Postingan tersebut terinspirasi dari kawan saya. Kali ini, saya ingin memperbarui postingan tersebut, menambahi dengan pengetahuan yang saya miliki saat ini.


Hidup Memang Tak Mudah, Kelak Kegagalanmu Akan Berbuah Manis

Bila dalam percintaan juga ada yang namanya gagal. Hal ini disebut sebagai patah hati karena gagal mendapatkan si dia, maka kegagalan saya dalam percintaan berbuah manis. Dari kisah tersebut, cerita saya terpilih dalam kumpulan cerpen Jomblo Prinsip atau Nasib. Tidak hanya itu, kisah kecil tersebut dilirik oleh editor dari penerbit besar – saya diminta untuk mengembangkan cerpen yang saya posting di www.nonakenanga.com – ya, meskipun naskah tersebut belum selesai saya tuliskan.

Saat kawan saya gagal, saya berkata kepada dia. Sekali mencoba dan berhasil itu tidak seru. Tidak asik. Tidak ada cerita semacam sinetron. Coba, berpuluh tahun kemudian, ketika kita memiliki anak, apa yang akan kita ceritakan? “Ah, ibu tes langsung lolos.” Selesai. Cerita sampai di situ. Coba, kalau kita berulang-ulang gagal lalu mencoba lagi, sampai berhasil. Butuh berapa jam kita menceritakannya? Sudah bisa menjadi berapa halaman buku, bila kita menuliskannya? Saya katakan, segala sesuatunya menjadi mudah itu tidak asik.

Kita tengok Regina Idol. Dia ikut audisi Indonesian Idol dari yang pertama, sampai akhirnya dia berhasil menembusnya di Idol 7 (kalau tidak salah). Dan, hebatnya dia menjadi juara pertama. Coba kita bayangkan, apabila Regina diterima kali pertama dia audisi, apakah dia bisa menjadi juara satu? Belum tentu.

Selalu ada kisah pahit dan berdarah-dara dari orang-orang sukses. Jk. Rowling yang kaya raya karena Harry Potter pun mengalaminya. Bahkan, mungkin lebih berdarah-darah daripada yang kita (saya) alami.

Tuliskan Banyak Hal Yang Kamu Miliki

Dengan kata lain, kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini. Waktu SMA, ketika saya gagal atau merasa kehilangan. Maka, saya menulis di atas kertas, apa saja yang saya miliki. Apa saja yang bisa saya syukuri saat ini. Karena, ketika kita tersakiti, gagal, patah hati dan kita terus menerus memikirkan hal tersebut, yang ada justru kita akan semakin tersakiti. Maka, hal yang patut kita kerjakan adalah mensyukuri apa saja yang kita miliki. Berpikir positif, bahwa nanti akan lain kesempatan yang tak kalah bagusnya.

Percayalah, Tuhan Tak Pernah Ingkar

Janji Tuhan tak pernah palsu. Akan ada kesempatan-kesempatan lain di luar sana. Akan selalu ada harapan bagi orang-orang yang masih percaya. Maka, kita kudu percaya sama yang di atas. Akan ada masanya, masa-masa sulit akan tertinggal dan kita menyongsong harapan di depan. Setelah lulus kuliah dan melamar pekerjaan yang tidak dapat-dapat. Hanya satu yang saya lakukan. Tetap percaya sama Allah. Percaya bahwa rejeki sudah diatur oleh-Nya. Dan, seperti yang teman-teman lihat sekarang, saya baik-baik saja dengan pekerjaan yang saya jalani. Justru, saya sangat bersyukur karena pekerjaan ini, sesuai passion saya.

Ini Sekadar Cobaan Kecil

Contoh lagi JK. Rowling. Dia menulis Harry Potter, sebanyak 12 kali ditolak penerbit. Bayangkan, jika pada penolakan ke 12, dia menyerah. Kita tak akan pernah tahu mengenai Harry Potter. Di sisi lain, kisah dari JK Rowling pun teramat miris. Setahu saya, Jk. Rowling merupakan janda dan hidup di penampungan dengan anak-anaknya. Nah, bandingkan dengan kegagalan yang kita alami. Apakah sebesar dia?

Memang, ketika gagal, sakit hati, rendah diri, kita selalu merasa menjadi orang paling menderita sedunia. Kita tak pernah sadar, banyak di luar sana yang nasibnya tak seberuntung kita. Oleh karena itu, yuk banyak-banyak bersyukur. Mumpung bulan puasa juga.

xoxo,
Wulan K.


2 Comments:

  1. Awalnya pasti sulit banget ketika kita menjalani sakitnya kegagalan. Pun untuk berpikir positif rasanya sudah tidak ada celah lagi. Tapi seiring waktu, justru kita akan merasa bahwa kegagalanlah yg mendewasakan kita. Nice share mba :)

    ReplyDelete
  2. Berat ini pembahasannya hehehe saya kl lagi gagal atas sesuatu bnyak berserah pda tuhan dan bersyukur itu aja cukup bikin hati kembali semangat

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^