Banner IDwebhost
30 Nov 2022

Pentingnya Melakukan Transisi Energi Untuk Menjaga Lingkungan


Di pembahasan gathering yang saya ikuti kemarin, memberikan pemaparan mengenai transisi energi. Tidak jauh-jauh dari menjaga alam (karena memang komunitasnya membahas hal ini) kami diberikan pemaparan mengenai transisi energi dan dampaknya untuk alam dan diri kita.

Sebelum jauh ke pembahasan materi, kita perlu tahu apa sih yang dimaksud dengan transisi energi?

Transisi energi adalah upaya mengurangi penggunaan energi fosil dengan energi non fosil yang rendah polusi dan emisi gas rumah kaca.

Lalu, apa saja yang termasuk dalam energi fosil dan energi non-fosil?

Energi Fosil

1 | Minyak Bumi

2 | Batu Bara

3 | Gas Alam

Energi Non- Fosil

1 | Energi Air

2 | Energi Surya

3 | Energi Panas Bumi

4 | Energi Angin

5 | Energi Gelombang

Dengan kata lain energi fosil adalah energi yang terbentuk dari fosil. Fosil sendiri merupakan sisa-sisa molekul yang mengandung karbon dalam tubuh tumbuhan dan hewan kecil yang mati jutaan tahun lalu.

Seperti yang saya ketahui, energi fosil ini menghasilkan gas seperti pada kendaraan bermotor dan mengakibatkan polusi udara. Saya ingat, di tahun 2020-2021 ketika kita diterapkan pembatasan karena adanya Covid-19. Pada saat itu, di media sosial ramai karena udara Jakarta lebih bersih daripada biasanya. Hal itu terjadi karena berkurangnya energi fosil di kota Jakarta.

Apakah Perlu Transisi Energi?

Emisi dari energi kendaraan dan pembangkit listrik dari bahan bakar fosil adalah dua hal besar yang menjadi sumber emisi gas rumah kaca bersama dengan penebangan hutan. Penambangan energi fosil seperti minyak bumi dan batu bara juga mensyaratkan penebangan hutan.

Tak hanya membuat udara semakin buruk, untuk mengadakan energi fosil yang memang sudah kita gunakan bertahun-tahun membutuhkan lahan luas dan penebangan hutan. Hal ini mengakibatkan tanah longsor, banjir dan bencana alam lainnya.

Memang, kita tidak bisa menghentikan atau menghindari rencana Tuhan mengenai bencana alam. Tapi, sebagai manusia kita bisa loh meminimalisir terjadinya bencana alam tersebut.

Katakanlah memang hujan lebat, tetapi tidak akan terjadi tanah longsor maupun banjir apabila kita bisa menjaga lingkungan dan alam.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Tentu, untuk membantu mengurangi energi fosil, kita bisa melakukan sesuatu. Seperti terlibat dalam pengumpulan limbah rumah tangga untuk bahan baku energi non fosil. Ceritakan praktik baik atau inovasi pemanfaatan energi non-fosil seperti bercerita melalui blog ataupun media sosial. Lalu, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menghemat penggunaan listrik, serta mengkampanyekan penggunaan produk energi fosil.

Memang, selama ini kita sudah sangat tergantung dengan energi fosil, sehingga untuk mengubahnya butuh waktu dan tenaga ekstra. Tidak perlu langsung berubah total, tetapi bisa mulai secara bertahap. Sudah pasti, memulai dari diri sendiri, kemudian melebar ke orang-orang sekitar. 

Dengan turut dalam kampanye atau membiasakan hidup dengan melakukan transisi energi, kita bisa membantu banyak orang dengan menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya bencana alam yang lebih parah. Memang tidak bisa mencega secara besar-besaran, tetapi dampak kecil bisa memberikan pengaruh yang cukup besar dan berkelanjutan.

Semoga bermanfaat.

#EcoBloggerSquad


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^