Perawatan Tubuh Dengan Lulur Pemutih Tradisional | Wulan Kenanga Wulan Kenanga: Perawatan Tubuh Dengan Lulur Pemutih Tradisional
Feb 10, 2016

Perawatan Tubuh Dengan Lulur Pemutih Tradisional



Perawatan Tubuh Dengan Lulur Pemutih TradisionalSebagai wanita tentunya kita wajib kudu merawat diri. Sebenarnya, saya sendiri tidak tahu, dari mana asalnya kewajiban tersebut. Pada dasarnya, tidak hanya wanita saja yang kudu merawat diri, tetapi laki-laki juga. Bukan berarti laki-laki akan menjadi lenjeh karena merawat diri. Paling nggak, laki-laki tidak harus berbau kecut.

Mengenai perawatan tubuh, saya sendiri termasuk suka memakai lulur. Tidak semua lulur cocok dengan saya. Disini, saya berbicara tidak cocok bukan berarti lulur tersebut membuat tubuh saya gatal-gatal atau alergi, melainkan lebih dari segi "kesukaan". Ada satu macam lulur kesukaan saya yang beredar di pasaran, yaitu lulur Sekar Jagat.


Menurut saya lulur sekar jagat, berbeda dengan lulur kebanyakan. Seakan-akan lulur ini benar-benar menguliti kotoran yang menyelinap di pori-pori kulit. Terlihat ketika butiran lulur berjatuhan yang berwarna kecokelatan.

Jaman kuliah dulu, saya dan teman-teman satu kos memiliki rutinitas menggosok tubuh. Saat itu, untuk mendapatkan lulur Sekar Jagat teramat mudah karena ibu kos memiliki toko kelontong, dan beliau menjual lulur tersebut. Lalu, ketika kami pindah kos untuk mendapatkan lulur tersebut cukup sulit. Akhirnya, saya mencari alternatif lain, yaitu dengan membeli via online. Tapi, bukan lulur sekar jagat yang saya beli, melainkan lulur pemutih tradisional.

Namanya doang lulur pemutih, tapi sebenarnya lulur ini tidak bisa memutihkan tubuh. Lulur pemutih tradisional merupakan lulur racikan yang saya dapatkan dari toko online di Solo. Warnanya putih kekuningan, wanginya aroma terapi banget, dan setelah memakai lulur tersebut tubuh terasa segar, halus, dan bersih. Mungkin inilah yang menyebabkan lulur ini disebut dengan lulur pemutih.

Saya serius mengenai aroma terapi yang dihasilkan dari lulur pemutih tradisonal ini. Bahkan, sebelum kemasan dibuka aromanya sudah semerbak mewangi. Saya tidak tahu harum bunga apa yang tercium dari bubuk lulur tersebut, tapi kebanyakan orang yang sudah pernah memakai lulur pemutih tradisional sangat suka dengan aromanya, dan kelembutan yang dihasilkan setelah memakainya.



Karena saya menyukai lulur pemutih tradisional, sewaktu kuliah saya menjual lulur tersebut. Dan, Alhamdulillah, customer banyak yang menyukainya dan melakukan repeat order. Bahkan, sampai sekarang produk lulur pemutih tradisional adalah yang paling dicari.

Untuk pemakaian lulur pemutih tradisional terbilang lebih sedikit ribet daripada lulur kemasan lainnya. Karena lulur ini berupa bubuk, kita harus mencampurkannya dengan air terlebih dahulu sebelum menggunakannya. Dan, saat pencampuran bubuk lulur dengan air cukup rumit karena sulit tercampur. Setelah lulur dan air tercampur silakan aplikasikan lulur pada seluruh tubuh dengan kondisi tubuh masih kering, dan biarkan selama 10 sampai 15 menit, kemudian bilas. 

Teman-teman bisa mencobanya sendiri karena aromanya terbilang menenangkan. Hasilnya cukup oke juga, selain itu banyak yang menyukainya. Soal harga, ya, ada harga ada kualitas lah ya. 




Wulansari Wulan Kenanga

Hidup untuk menulis, menulis untuk hidup

Blog Designer, Writer, Buzzer, Dreamer, Pemeluk Kenangan, Jasa Review, Penulisan Artikel. Kerja sama Contact holawulan@gmail.com

2 comments:

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^