Begini Cara Mengusir Rasa Takut | Wulan Kenanga Wulan Kenanga: Begini Cara Mengusir Rasa Takut
Jun 23, 2016

Begini Cara Mengusir Rasa Takut

Begini Cara Mengusir Rasa Takut
pic taken from unsplash.com

Begini Cara Mengusir Rasa TakutWajar bila manusia memiliki rasa takut, karena memang perasaan takut yang kerapkali muncul merupakan sifat manusia. Tapi, bagaimana jika kita dihadapkan dengan ketakutan yang berlebihan? Dan, perasaan takut tersebut menghambat pekembangan diri sendiri. Bahkan, membuat kita memutuskan untuk berhenti karena takut dengan sesuatu yang sebenarnya, belum terjadi.

Saya sering mengalami perasaan takut yang berlebihan tersebut. Perasaan takut yang saya alami timbul dari pikiran-pikiran negatif dan rasa malas. Dua hal yang seharusnya diusir dari sifat kita. Dua hal yang menghambat kita untuk mencapai hal-hal positif. Dua hal yang membuat kita tidak bisa ke mana-mana. Bahkan, saya pernah bertanya pada kawan saya yang suaminya dokter, saya berkata "Ada obat buat hilangin rasa takut dan grogi?"

Saat perasaan takut itu muncul, hal-hal di bawah ini yang saya lakukan, agar saya tetap berjalan ke depan dan meninggalkan rasa takut di belakang.


Pikirkan Hal-Hal yang Menyenangkan

Ketakutan berasal dari perasaan khawatir yang tak beralasan dan rasa malas. Untuk itu, bayangkan bagaimana menyenangkannya hal-hal yang akan kita lakukan nantinya, jika kita berani melangkah. Kita berani mengambil keputusan atau berani keluar dari zona nyaman. Tiap kali rasa takut itu muncul, saya selalu (selalu) membayangkan hal-hal yang menyenangkan dan berusaha keras (sangat keras) untuk mengusir rasa khawatir atau ketakutan yang berlebihan.

Kamu yang Penakut, Bukanlah Dirimu

Ketika perasaan takut itu muncul, saya membayangkan menjadi orang lain. Wulan yang lain. Wulan yang tidak penakut, Wulan yang pemberani, Wulan yang suka mengambil risiko. Saya terus meyakinkan diri sendiri, bahwa saya yang penakut bukanlah sifat asli saya. Maka, saya menciptkan Wulan versi lain yang lebih berani dan lebih percaya diri.

Kamu adalah Tokoh Utama Dalam Hidupmu

Poin ini tidak jauh berbeda dengan poin sebelumnya. Tapi, di sini saya tekankan. Kamu adalah tokoh utama dalam hidupmu. Lihatlah drama di televisi, cerita-cerita fiktif dalam novel. Tokoh utama awalnya selalu diceritakan menjadi orang lemah, menyerah pada keadaan, penakut, dan emosi-emosi negatif lainnya. Pada akhir cerita, mereka berubah. Mereka memiliki tekad yang kuat untuk mencapai sesuatu dalam hidupnya. Untuk tak takut lagi. Untuk tak lemah lagi. Maka, ibaratkan diri kalian adalah tokoh utama tersebut (dan memang kalian tokoh utama dalam hidup kalian) yang awalnya penakut, tapi pada akhirnya mengambil keputusan besar untuk menjadi lebih berani.

Ingat Kembali Tujuanmu

Biasanya, ketika kita jatuh, ketika kita takut, mengingat kembali tujuan awal adalah cara paling ampuh. Dengan menata kembali tujuan hidup, apa yang kita inginkan, dan apa yang kita impikan, ketakutan itu akan tersingkir dengan sendirinya dan berubah menjadi tekad yang lebih kuat. Menjadi lebih berani untuk bertindak. Mengingat kembali tujuan hidup, bisa membangkitkan semangat yang mengendur dan mengeyampingkan perasaan takut.

Duniamu Tak Selebar Daun Kelor

Melangkah untuk kalah itu lebih baik, daripada tidak melangkah sama sekali. Karena setiap keputusan memiliki risiko masing-masing. Dan akan ada dua kemungkinan jika kamu memutuskan untuk berani, apa yang kamu takutkan terjadi dan tidak. Kedua risiko tersebut memiliki peluang yang sama. Jika kamu tetap berada dalam keputusanmu saat ini, maka itulah yang kamu dapatkan. Dunia itulah yang akan kamu jalani. Sedangkan, kamu tak tahu apa yang ada di luar sana. Dunia tak selebar daun kelor, dunia tak sebatas mata memandang. Banyak hal yang harus dipelajari, dan harus dijalani.

Stop Membatasi Diri

Sadar tidak, jika selama ini kita sendiri yang membatasi diri? Berkata kalau tidak bisa. Itu bukan keahlian saya. Itu bukan saya. Hal-hal negatif seperti itulah yang membatasi diri sendiri. Ketakutan pun muncul semakin besar. Ayolah, jangan memupuk ketakutan. Jalani dengan berani, gagal bangkit lagi. Bukankah begitulah kehidupan?

Sebenarnya, postingan ini ditujukan pada diri saya sendiri yang kerapkali membatasi diri dengan perasaan khawatir dan takut akan sesuatu yang belum terjadi. Saya menulisnya berdasarkan apa yang sering saya terapkan ketika perasaan takut itu muncul. Mari membenci rasa takut dan jadilah pemberani.

xoxo,
Wulan K.

Wulansari Wulan Kenanga

Hidup untuk menulis, menulis untuk hidup

Blog Designer, Writer, Buzzer, Dreamer, Pemeluk Kenangan, Jasa Review, Penulisan Artikel. Kerja sama Contact holawulan@gmail.com

7 comments:

  1. Ga boleh takut, semua milik Tuhan. #eaaaaa

    ReplyDelete
  2. aku tuh trmasuk yg takut bgt ama tempat2 tinggi.. tapi caraku utk ngilangin itu, dgn naik wahana2 rollercoaster yg extreme sekalian mbak :D.. ato wahana kyk bungee jumping, yg melibatkan tempat tinggi pokoknya.. awalnya jelas kyk mau pingsan pas nyobain.. tp sensasi yg didapt, teriakan yg keluar dari nyobain wahana2 extreme gitu, malah seperti bikin ketagihan, dan kyk ngeluarin rasa takut yg kita pendam :).. sampe skr, malah ga bisa stop kalo ketemu wahana2 serem begitu :D

    ReplyDelete
  3. ...karena kketakutan ada untuk menjadi lebih berani.

    ReplyDelete
  4. Saya suka sekali ungkapan "dunia tak selebar daun kelor" dan pesan " Jangan batasi dirimu". I love exploration, expedition and adventure.. Even just the adventure of mind. :D

    ReplyDelete
  5. Dulu aku ga takut sama gelap mba, gak tau kenapa sekarang malah ga berani samasekali :(. Semacam phobia gitu, kayak sesak rasanya. Bahkan buat tidur aja sampe pake lampu tidur kecil biar gak gelap gulita.

    ReplyDelete
  6. Kadang ketakutan itu cuma ada di diri sendiri, padahal aslnya juga gak gitu-gitu amat

    ReplyDelete
  7. Waaaah keren banget nih tipsnyaaa, makasi sharingnya yaaaaa

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^