Sep 6, 2012

Terima Kasih Teman (katanya)



Yang mereka tau aku hanya merengek, tidak berani menghadapi kenyataan. Yang mereka tau aku hanya seorang wanita "Alay" yang memperbesar masalah. Dan jika memang anggapan mereka itu benar, lalu apa yang sebenarnya terjadi padaku? Apa memang benar seperti yang mereka katakan?

Aku lucu?

Aku hanya seorang wanita yang ingin dicintai. sama seperti kalian. Kamu dan mereka. Aku memang mudah jatuh cinta, semudah aku membalikkan tangan, semudah aku meneguk air minumku. Tapi aku selalu mencoba untuk mencintai satu orang dan berfokus untuk mendapatkannya. Dan aku selalu merasa telat akan hal itu. Orang yang aku cintai selalu mencintai temanku.

Teman?

Mereka menyebut diri mereka teman, akan tetapi saat menghadapi cinta entah kata teman itu menguap begitu saja. Mungkin jika aku ada diposisi mereka, aku akan melakukan hal yang sama.

Seperti si A, dia selalu aku ceritakan tentang kisah orang yang aku cintai, si K tapi pada akhirnya dia juga mencintai orang tersebut, dan kata teman itu memudar.

Si B, dia dekat dengan orang yang aku cintai, si H dan aku tidak ingin terulang kembali hal yang aku alami maka aku bilang terus terang padanya jangan dekat dengan si H, dan dia bilang mereka hanya teman. Dan pada kenyataannya, mereka tetap dekat.

Si C, saat aku mulai melepaskan si H, dan mulai "menggantung" harapku pada si K, si C pacaran dengan si K.


Dan mereka semua temanku, teman disekelilingku. teman seperjuanganku.

Sekarang aku benar-benar merasa seperti angin lalu. Aku tidak berharga. Tidak ada yang menghargaiku...

Apa aku memang pantas mendapatkan itu semua?


Terima Kasih,

0 Comments:

Post a Comment

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^