Aug 26, 2014

Si Berisik Sumber Rejeki

Si Bapak sadar kamera :D
Hai.
Hari ini saya bangun lebih pagi karena malam sebelumnya sudah berencana meliput peternakan bebek bapak saya. Semalam saya baru menyadari memiliki hal istimewa yang seharusnya sudah saya tuliskan di blog saya ini sejak dulu.

Bapak saya memiliki bebek sekitar 600 ekor betina dan 50 ekor jantan. Si jantan ini hanya untuk membuai sang betina agar setiap harinya berterlur. 

Yang dilakukan bapak setiap pagi adalah mencampur dedak, kupang, dan konsentrat untuk makanan bebek. Bahan itu semua dicampur menjadi satu dan nantinya akan dibawa ke sawah di mana tempat bebek kalau siang hari dibiarkan. Karena di sana ada "kandang" beserta kubangan agar bebek bisa senang. Saya serius. Jika bebek-bebek itu setres keesokan harinya jumlah telur kami akan sedikit. Jadi, setiap pagi bebek-bebek itu akan digiring kesawah.
Bapak saya sedang mengaduk "pakan" makanan bebek

Dilepaskan agar pergi ke sawah
Harus digiring biar ga kemana-mana :D

Kandang yang ada di sawah
Bebek-bebek itu dibiarkan "ngerocok" (red: minum di kubangan) lalu mereka dimasukkan kekandang untuk diberi makan. Lalu, siang hari bapak akan mencampur makanan bebek lagi dan dibawa ke kandang yang di sawah. Sore hari juga seperti itu sebelum bebek dibawa pulang kembali.



Bapak membawa pakan bebek

Menuangkan pakan bebek. Ini si Bapak diem dulu loh karena difoto :D
Bebek dibiarkan di sana sampai nanti sore dibawa kembali kerumah. Enak sekali bukan? Kita hanya perlu mengantar pakan kembali pada siang hari dan sore hari. Setelah kegiatan membawa pakan bebek ke sawah selesai, saatnya mengambil telur-telur yang bertebaran dirumah. Ini bagian favorit!

Telur-telur ini bertebaran di kandang. Tersebar di mana-mana. Nah, kita harus mengambil satu-satu dengan hati-hati agar telur tidak retak apalagi pecah. Asal tahu saja, telur retak itu tidak laku dijual! Kami menyebutnya telur "bucek'an". Setiap harinya, dari betina yang sekitar 600 ekor menghasilkan telur sekitar 380butir/hari. Jumlah itu bervariasi tidak bisa dipastikan hasilnya sama. Apalagi seperti yang saya bilang tadi jika bebek setres hasilnya akan menurun. Beberapa penyebab bebek setres adalah makanan yang tidak sama dengan kemarin (Serius. Saat bapak sakit ibu yang mencampur makanan, esoknya jumlah telur menurun), saat malam tidak ada lampu jadi bebeknya takut, dan saat ada petasan. Bapak selalu marah-marah jika ada anak-anak tetangga main petasan. Apalagi saat lebaran kemarin :D.








Setiap seminggu sekali akan ada pengepul telur bebek yang datang kerumah untuk mengambil telur bebek kami. Perbutir telur bebek dihargai Rp. 1.500-, harga tersebut tidak selalu sama. Terkadang naik terkadang juga turun. Dan, telur yang diambil hanya telur yang bagus. Memiliki warna sama, ukuran sama, dan kulitnya bagus.

Kalo retak begini tidak bisa dijual

Hasil saya ambil hari ini *belum yang diambil ibu
Masih sedikit karena baru kemarin lusa diambil sama pengepul

Terima kasih sudah membaca liputan saya kali ini :D Saya hanya ingin mengatakan bahwa apapun pekerjaan orangtua kita, tetaplah syukuri. Karena setiap orangtua memiliki cara tersendiri untuk menyayangi kita. Dan, inilah bentuk kasih sayang orangtua saya! Hanya untuk informasi. Ini bukan satu-satunya pekerjaan orangtua saya. Insha Allah akan saya liput kembali pekerjaan lain orangtua saya :D . Tapi, ini penghasilan terbesar orangtua saya. Sejak saya duduk dikelas 1 sekolah menengah pertama sampai saya lulus kuliah. ^^

Oh, ya. Untuk desa peternak bebek ada di Modopuro-Mojosari. Desa dekat dari rumah saya. Dan, mengapa bapak tidak "menetaskan" telur-telur itu. Alasan beliau adalah karena proses "menetaskan" cukup lama dan biaya lebih mahal. Resiko kerugian juga lebih tinggi. 


Tidak semua yang berisik tidak menghasilkan bukan?

Semoga menginspirasi^^

Wulansari
Mojokerto, 26 Agustus 2014

12 Comments:

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^