Jan 10, 2015

Antologi Pertamaku

Holla!

          Sudah terhitung sepuluh hari saya tidak update blog tercinta ini. Postingan kali ini hanya sekedar coratcoret saya mengenai kehidupan saya di awal tahun 2015 ini. Sebenarnya, saya tidak ingin menuliskannya terlebih dahulu, namun ini kabar bahagia, kenapa tidak berbagi?




          Tepat pada hari Minggu, 03 Januari 2015 kemarin, saya mendapatkan kabar bahwa cerpen true story yang saya ikut sertakan dalam Antologi Jomblo yang diadakan oleh komunitas penulis BAW, terpilih sebagai salah satu cerpen yang mengisi tema Jomblo Itu Nasib. Alhamdulillah. Berita bagus di awal tahun. Dan, buat informasi itu adalah antologi pertama saya dan juga buku pertama saya. Alhamdulillah!

            Kabar tersebut saya dapat dari Mbak Swastikha. Karena saat itu saya sedang berada di Pegunungan bersama teman-teman SMA saya. Lantaran terlalu asik, saya sampai lupa kalau hari itu pengumuman peserta terpilih antologi jomblo. Untung saja sms dari Mbak Swastikha mau masuk, lantaran di pegunungan susah sinyal. Dan, yang lebih seru lagi, saat itu saya bersama salah dua seseorang yang tokohnya dalam cerpen saya ini.

        Saya berharap proses penerbitan Antologi Jomblo berjalan dengan lancar dan saya segera bisa memegang wujud buku tersebut di bulan Februari mendatang. Dengar-dengar, sih, akan diterbitkan menjelang hari valentine bulan depan. Oh, ya. Tentu saja dalam buku tersebut nantinya, bukan hanya karya saya seorang, melainkan juga karya penulis-penulis kece lainnya akan ada dalam buku tersebut. Saya senang sekali karena karya saya bisa dirangkum dalam satu buku bersama penulis-penulis yang sudah memiliki jam terbang tinggi. 

           Ada sekitar dua belas cerpen dalam buku Antologi Jomblo yang terdiri enam cerpen dengan tema Jomblo Itu Nasib dan enam cerpen Jomblo Itu Prinsip.

            Mengenai, kenapa saya memilih Jomblo Itu Nasib, karena memang dahulu kala (red: beberapa tahun yang lalu) saya sedang getol-getol-nya mengejar cinta-cinta daripada cita-cita dan berujung saya tidak mendapatkan apa-apa. Banyak hal yang saya lakukan untuk mendapatkan pacar pada waktu itu. Dan, terlalu banyak hal yang berharga, yang saya sia-siakan demi hal itu. Namun, saya tidak sepenuhnya menyesal, karena jika saya tidak melewati proses itu, maka saya tidak akan menjadi Wulansari seperti sekarang. #uhuk

          Untuk cerita apa yang saya tulis dalam cerpen tersebut, sebenarnya sungguh memalukan. Ngenes! Tidak banyak teman saya yang tahu cerita ini, kecuali Mbak Swastikha. Mungkin, nantinya teman-teman saya satu kos atau tokoh yang bersangkutan akan ngeh siapa yang saya bicarakan dalam cerpen tersebut meskipun nama tokohnya sudah disamarkan. Saya hanya berharap teman-teman yang bersangkutan tidak menuntut saya karena secara tidak langsung mereka saya seret-seret dalam kisah hidup saya (hahai!).

          Cerita ini mengisahkan tentang seorang perempuan dewasa muda yang sedang mencari jati dirinya. Menerka-nerka dalam kegelapan hidupnya yang sepi. Diperuntukan remaja dan dewasa muda mengenai arti hidup dan cinta yang sebenarnya. Bisa jadi, ini kisah mampu membuat kalian berpikir ulang dan mengetahui sebenarnya apa yang kalian cari dan apa yang kalian butuhkan.
         
           Nah, untuk teman-teman sekalian yang sedang galau dan resah mengenai jodoh yang belum datang juga. Atau yang resah kenapa belum mendapatkan pacar, buku ini cocok untuk kalian. Saya tegaskan, Jomblo itu bukan kutukan ataupun borok yang harus ditutupi. 
        
            Jomblo Itu Kesempatan. 

            Kesempatan untuk apa? Temukan jawabannya di Antologi Jomblo bulan depan, ya ^^
         




 photo Ullan2.png

0 Comments:

Post a Comment

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^