Dec 3, 2015

Apa Itu Reseller Dropship



Seperti yang pernah saya tulis, salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menghasilkan uang dari internet adalah dengan berjualan online. Tapi, terkadang untuk berbisnis online pun memiliki resiko. Apalagi, bagi orang-orang yang abru terjun ke dunia bisnis online shop. Tentunya ada keraguan yang menghambat langkah lebih jauh. Misalnya, apa yang harus dijual? Bagaimana peminat pasar mengenai barang yang kita jual, dan resiko apa yang akan datang nantinya. 

Berbagai macam ketakutan sebelum melakukan sesuatu adalah salah satu hal yang menghambat keberhasilan. Seperti kata orang-orang, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi jika mencoba saja belum. 


Dahulu, saya pernah berjualan pernak-pernik kain flanel, jilbab, tas, dan dompet. Semua barang-barang tersebut saya stok sendiri. Dulu saya juga memanfaatkan dunia internet untuk berjualan. Tentu, saat itu online shop tidak semarak saat ini. Untuk meyakinkan pelanggan pun tidak mudah seperti sekarang. Akhirnya, hanya satu dua barang yang terjual secara online dan selebihnya secara offline.

Mungkin saat itu, pengetahuan saya mengenai marketing online masih sangat awam dan tidak tahu stratergi apa yang harus dipakai. Wajar sih, namanya juga baru terjun ke dunia bisnis.

Selanjutnya, apa barang-barang saya laku terjual semua? Jawabannya, tidak. Bahkan, sampai sekarang barang yang tak terjual menjadi konsumsi pribadi. Tidak semua usaha yang kita usahakan berhasil, bukan? Kemudian, saya mencari-cari di internet bagaimana berjualan tanpa modal. Akhirnya, saya menemukan reseller sistem dropship.

Sebelum melangkah lebih jauh apa itu dropsip, saya akan menjelaskan sedikit mengenai apa itu reseller.

Reseller merupakan seseorang atau orang  yang menjual kembali barang dari seller/suplier. Reseller sendiri merupakan perorangan yang berdiri sendiri, bukan dari bagian/pegawai seller/suplier. Misalnya, saya berjualan tas tadi, dan ada seseorang yang menjualkan kembali tas saya. Orang tersebut disebut dengan reseller. Tentu, orang tersebut bisa menaikkan atau menurunkan harga jual sesuai keinginannya sendiri.

Reseller sendiri ada dua macam, yaitu reseller offline dan reseller online atau dropship. 

Reseller Offline

Reseller offline adalah orang yang membeli barang kepada seller secara grosir atau dalam jumlah banyak. Bisa dikatakan memiliki stok barang sendiri. Reseller offline tidak jauh berbeda dengan seller, karena ia juga stok barang, mengirim barang, dan semua barang menjadi tanggung jawabnya sendiri.

Reseller Online atau Dropship

Reseller online atau dropship merupakan reseller yang tidak melakukan stok barang sendiri. Barang yang ia jual tetap pada seller, ia hanya menjual barang melalui mulut ke mulut, atau melalui online. Jika, ada buyer, reseller online baru memesan barang pada seller. Seller pun bertugas mengemas barang, dan dikirim ke buyer dengan nama pengirim reseller online. Bingung? Mari lihat bagan di bawah ini.


Jadi, sebenarnya menjadi reseller itu menguntungkan atau tidak? Baiklah, saya akan bahas mengenai keuntungan dan kerugian menjadi reseller.

Keuntungan Reseller Dropshipper

1 | Untuk menjadi dropshipper atau reseller online, kita tidak perlu memiliki stok barang sendiri. Sehingga, kita benar-benar bisa menghitung laba yang kita dapatkan tanpa takut merugi dengan stok barang yang belum habis.
2 | Kita tak perlu pusing memikirkan stok dan pengepakan barang untuk dilanjutkan ke buyer. Tugas kita hanya menjual, lalu meneruskan pesanan ke seller/suplier.
3 | Saat kita merasa suplier saat ini tidak cocok, kita bisa mencari suplier lain yang mungkin memiliki kualitas barang yang sama dengan harga yang lebih rendah.

Kerugian menjadi Reseller Dropshipper

1 | Tidak tahu dengan jelas berapa stok yang ada. Sehingga, setiap kali ada buyer yang tanya dengan kita, kita harus bertanya ada tidaknya stok ke seller/suplier.

2 | Tidak memiliki kendali penuh terhadap stok. Sehingga, kita tidak tahu benar bagaimana kondisi barang. Cacat atau tidak. Sehingga, di sini kita harus memiliki kesepakatan dengan suplier/seller dan saling memberi kepercayaan.

3 | Apabila seller/dropsipper melakukan kesalahan maka, reputasi kita sebagai dropshipper yang akan hancur. Saya pernah mengalami hal ini ketika menjadi reseller dropshipper menjual kaus couple. Saya memesan empat pasang kaus, namun yang dikirim hanya tiga pasang. Alhasil, buyer saya marah-marah. Untunglah masalah cepat selesai.

Setelah membaca artikel di atas mengenai apa itu reseller dropship dan apa keuntungan dan kerugiannya menjadi reseller dropship. Saya berharap teman-teman memiliki pandangan ke depan mengenai bisnis online. 

Semoga bermanfaat ^^






9 Comments:

  1. terimakasih penjelasannya mbak,jadi tahu pengertian dari reseller dropship :)
    dan setelah tahu pengertiannya saya baru sadar ternyata banyak teman-teman saya yang jadi eseller dropship :)

    ReplyDelete
  2. Saya pernah jadi pelaku reseller drosphipper :)

    ReplyDelete
  3. sekarang lagi nyobain ..semoga ada hasil...he2

    ReplyDelete
  4. 7 tahun yg lalu aku juga pernah punya toko online. Jadi reseller dropship juga pernah kulakoni...
    Tp skrg jaga toko offline aja deh...

    ReplyDelete
  5. Untuk beberapa hal dropship itu ada yang dilarang agama. Karena gak pake modal bisa jualan. Nah ini nih yang gak boleh. Tapi ternyata ada solusinya, kalau nemuin distributor yg ngijinin kita untuk deposit uang ini yang boleh. Jadi kita keluar modal juga untuk jualan. Tapi uang itu gak dipake sampe ada yang beli. Si distributor ini jadi seperti gudang buat kita karena uang nitipin uang. Itu sih yang aku tahu.

    ReplyDelete
  6. Lebih suka nyetok sendiri sih ...

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^