Mar 30, 2016

Keluarga Besar Ibu, yang Seru

Keluarga Besar Ibu, yang Seru -Berbicara mengenai berkunjung ke rumah saudara, saya merasa sedikit lucu. Kenapa? Karena keluarga besar saya berada di dalam satu kampung. *xoxo*. Jadi, Bapak dan Ibu merupakan orang asli kampung sini, sehingga mau tak mau Om saya, tante saya, paman, bibi, sepupu, semua berada di kampung yang sama. Ah, paling jauh juga hanya membutuhkan waktu lima belas menit untuk sampai rumahnya.

Ibu memiliki sembilan bersaudara dan, ibu adalah anak tertua dari sembilan bersaudara tersebut. Dari kesembilan saudara ibu, ada dua adik ibu yang belum menikah. Lalu, yang enam bersaudara sudah menikah dan masing-masing memiliki anak 2 orang. Nah, bisa dibayangkan berapa besar keluarga saya?

Bapak sendiri hanya terdiri dari dua bersaudara, karena dua adik Bapak meninggal ketika masih kecil. Om Ali memiliki tiga orang anak, sama seperti Bapak. Bedanya, dua anak Om Ali sudah menikah dan masing-masing punya dua orang anak. Jadi, dari keluarga Bapak lumayan banyak juga nih.

Yang menjadi sorotan keluarga saya adalah keluarga dari Ibu. Rumah nenek dari bapak adalah rumah yang saya tinggali saat ini, sedangkan nenek dari ibu rumahnya juga sini-sini saja. Tidak jauh, bisa ditempuh dengan jalan kaki sambil main henpon. *xoxo* Nah, di rumah nenek dari Ibu, yang biasa saya panggil Mbah Jum, setiap hari selalu ramai. Kenapa? Karena hampir seluruh anak beliau dan cucunya berkumpul kala sore tiba, sampai malam. Sering sekali orang mengira ada acara di rumah nenek, karena ramai sekali. Padahal memang sudah kebiasaan begitu. 

Saat kumpul-kumpul sore begitu, selalu canda-candaan. Lucu, deh. Mereka sudah tua-tua tapi saling mengolok-olok dalam tanda kutip bercanda. Rasanya senang pas ngumpul gitu, sayangnya saya tidak terlalu sering ke rumah Mbah Jum, ya karena banyak kerjaan *alibi*. Jadi, rumah Mbah Jum nggak hanya ramai pas lebaran saja, tapi setiap hari.

Ada saja cerita yang membuat saudara-saudara ibu berkumpul. Entah bergosip, curhat, atau sekadar mengenang masa lalu. Saya senang dengan keluarga ibu, yang selalu mementingkan Mbah Jum. Rukun dan gotong royong kalau ada saudara terkena musibah. 

Saya juga sering diajak jalan-jalan keluarga, bersama Mbah Jum, Paklek, dan sepupu. Ya, kalau dari wajah kami mirip di hidung. Tidak ada yang mancung sama sekali. *xoxo*

Manfaat ketika berkumpul dengan saudara yaitu,semacam refreshing, penyegaran kala kepala penat. Ada saja bahan untuk diobrolkan. Ah, pokoknya paklek bulek saya baik-baik. Makanan sedikit pun bisa dibagi rata bareng sepupu.*xoxo*


1 Comments:

  1. mengikuti olok olok an (baca: candaan) para orang tua sebaya kakek kakek itu bagi kami menjadi penghiburan tersendiri. dan ternyata selera humor mereka beda dengan kita yg masih muda

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^