May 6, 2016

5 Hal yang Saya Lakukan Untuk Sebuah Blog Post



5 Hal yang Saya Lakukan Untuk Sebuah Blog Post - Seorang blogger pasti mempunyai kebiasaan atau rahasia tersendiri saat mereka menulis sebuah artikel. Banyak hal yang mereka lakukan untuk sebuah blog post di blog mereka. Saya pun memiliki kebiasaan tersebut. Banyak hal yang saya lakukan untuk sampai pada saatnya menyebarkan artikel ke media sosial. 

Untuk itu, saya membeberkan apa saja yang saya lakukan untuk sebuah blog post, sampai artikel tersebut siap dinikmati pembaca dan saya menyebarkannya melalui media sosial. 



1 | Menulis

Sedikit absurd ya saya menulis poin ini. Namanya juga memposting sebuah artikel, jelaslah saya harus menulis. Kebanyakan, saya menulis langsung di lembaran blog, kalau memang saya ingin menulis bebas tanpa memikirkan jumlah berapa kata yang saya tulis. Tapi, ketika saya ingin kepo berapa kata sih, yang saya tulis untuk sebuah postingan, maka saya pakai Ms. Word. Yep, kalau di wordpress sih, sudah ada fitur tersebut, tapi di blogspot belum ada.

Saya sendiri, lebih menyukai tulisan dengan poin-poin begitu. Sehingga, saya bisa mengembangkan setiap poin yang ada. Semacam plot novel. Ketika membuat sebuah cerita, saya menyiapkan plot setiap bab, sehingga mudah untuk mengembangkannya. Tapi, tak jarang juga saya menulisnya tanpa poin-poin tertentu.

2 | Edit Gambar

Hal ini saya lakukan ketika tulisan sudah rampung. Dengan catatan, artikel yang saya tulis hanya membutuhkan satu foto. Biasanya, gambar yang saya edit terakhir kali merupakan sebuah foto dengan judul artikel yang sudah saya tulis. Sedangkan, artikel review tempat, produk, atau makanan akan saya edit di awal, karena saya ingin ketika selesai menulis foto-foto tersebut siap diunggah.

Sejak memiliki kamera poket, saya berusaha agar setiap blog post yang saya tulis mencantumkan foto orisinil dari karya saya sendiri. Dulu sih, selalu pakai foto di pexels atau mencari di google. Untuk saat ini, saya lebih banyak memakai foto hasil jepretan saya sendiri.

Software yang biasanya saya pakai untuk edit foto adalah photoscape dan photoshop. Kebanyakan sih, saya memakai photoscape karena lebih ringan dan mudah dipakai untuk sekadar membuat gambar judul. Selain itu, di photoscape untuk mencerahkan foto juga terbilang mudah dan lebih cepat daripada photoshop.

3 | SEO

Sebelum pembahasan lebih jauh, saya katakan, saya bukan pakar SEO. SEO yang saya ketahui ini, terbilang cukup sederhana, namun efeknya cukup terasa. Saya mengetahuinya, dari postingan teman-teman blogger lainnya, dan saya selalu menyempatkan diri menerapkannya pada setiap postingan blog saya.

Judul Mengandung Keyword

Judul sebuah artikel yang saya tulis, tergantung dari tujuan saya menulis artikel tersebut. Bila artikel tersebut merupakan Job Review maka, saya berusaha menambahkan keyword yang diminta pada judul artikel. Tapi, tak jarang pula saya menulis judul artikel dengan judul yang kira-kira akan dicari orang di Google. Kebanyakan sih, orang mencari artikel mengenai how to atau tips. Sehingga, saya lebih memprioritaskan artikel yang bertajuk how to dan tips bila mendapatkan job.

Untuk artikel biasa – nonkomersil- saya bisa menentukan sendiri, apa yang ingin saya tonjolkan dalam artikel. Misalnya, kemarin saya mereview kedai bento di Mojokerto, maka saya menuliskannya Menikmati Bento Murah di Suka-Suka Bento Mojokerto. Nah, dalam judul tersebut mengandung kata ,”Murah”,”Bento”,”Suka-Suka Bento”,dan “Mojokerto”. Dalam judul tersebut, mengandung keyword yang saya inginkan, yang kira-kira orang akan mencarinya.

Meletakkan Judul Pada Paragraf Pertama


Saya selalu menulis ulang judul blog pada paragraf pertama artikel. Selain bagus untuk SEO, juga bagus untuk dipandang. Iya, judul artikel pada paragraf pertama saya beri link artikel tersebut dan saya pertebal hurufnya. Sehingga, artikel lebih terlihat manis dan rapi.

Link Permanen Sesuai Dengan Judul

Usahakan link permanen sama persis dengan judul artikel. Memang biasanya jika link otomatis, maka judul artikel yang panjang tidak akan masuk semuanya. Caranya untuk mensiasati hal tersebut adalah dengan mengedit link kita sendiri. Sebagai catatan, artikel belum kita publish, karena jika sudah maka tidak bisa diedit. Ah ya, selain itu juga perhatikan baik-baik alamat url yang kita tulis, sebelum menetapkan link tersebut menjadi permanen.

Berikut cara membuat link permanen pada blogspot.


Bila tautan permanen otomatis tidak sesuai dengan judul, maka pilih tautan permanen khusus dan tulis link secara manual. Jangan lupa pisahkan dengan tanda (-).


Deskripsi


Saya meletakkan satu sampai dua paragraf pertama pada deskripsi, di setiap artikel yang saya tulis. Deskripsi tersebut terletak di sebelah kanan bawah di setiap lembaran blog. Tentunya, di dalam deskripsi tersebut mengandul judul artikel blog yang sejak awal sudah saya letakkan di paragraf pertama.

ALT Image

Hal ini jarang sekali saya lakukan. Ya, tentu alasannya karena malas. Jangan ditiru, ya. Biasanya orang tidak hanya mencari artikel di Google, tapi juga gambar. Untuk itu, ALT Image diperlukan untuk menambah SEO artikel. Caranya sudah pernah saya bahas sebelumnya di Cara Membuat Alt Text dan Title Text

4 | Memasukkan Link ke Perayapan Google

Agar cepat terindeks Google, biasanya saya memasukkan link artikel ke Google Webmasters Tools . Percaya tidak percaya, setelah saya submit, artikel saya langsung terindeks dan berada di posisi halaman kedua Google. Tak jarang juga berada di halaman pertama. Tentunya, keyword yang saya cari sesuai dengan judul yang saya tuliskan.

Jika ada waktu luang, akan saya berikan cara memasukkan link ke Google Webmasters Tools.

5 | Share Artikel ke Media Sosial

Jika semua hal di atas sudah saya lakukan, maka poin ini adalah hal yang saya lakukan. Tentunya, dengan dilakukannya share di media sosial akan menambah trafic blog kita. Selain itu, juga dapat menambah pertemanan dan job. Ya, siapa tahu kan ada agency yang kepo akun media sosial kita? Ya, kita harus rajin share postingan blog di media sosial dong.

Seharusnya, ada poin self editing. Jadi, sebelum artikel dipublikasikan, kita membaca sekali lagi tulisan tersebut. Tapi, saya lebih suka membacanya ketika artikel sudah dipublikasikan dan mengeditnya kemudian.

Nah, kalau teman-teman bagaimana?

xoxo,
Wulan K


12 Comments:

  1. Eh, kalau buat wordpress ada format deskripsinya gak sih? Gimana caranya buat wordpress pada bagian deskripsi di point tiga itu Mbak?

    ReplyDelete
  2. Beberapa sudah saya terapkan untuk blog saya, tetapi ada beberapa juga yang belum terutama soal SEO. Deskripsi dan link permanen baru saya tahu sekarang. Akan saya praktekkan. Terimakasih sharingnya, dan salam hangat dari Bondowoso..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga tahunya dari teman-teman blogger lainnya :)

      Delete
  3. Saya lebih suka nulis seadanya tanpa mikirin ini itu, sih. Kalau gambar, sekenanya aja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awalnya juga begitu, tapi lama-lama jadi terbiasa melakukan ini itu :)

      Delete
  4. Hai Wulan, nulis dengan poin-poin malah bikin tulisan kita jadi lebih mengalir, ya. Kadang aku suka mikir mau nulis apa lagi pas bikin konsep. Eh abis dikembangkan ternyata panjang juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Jadi semacam patokan gitu. Nulisnya juga lebih bervariasi

      Delete
  5. Google webmaster tool ya? Huwaaaa saya sering kelupaan. Tengkyu sharingnya mbak Wulan :D

    ReplyDelete
  6. saya lebih suka menulis.hehe
    makasih ya tips tipsnya... membantu sangat..

    ReplyDelete
  7. Wah sama yang terakhir, klo udah publish malah ketauan banyak yang harus di edit hee

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^