Aug 2, 2016

Sukses Itu ...?



Tulisan ini terinsipirasi dari iklan rokok di televisi yang sering saya lihat, di sela-sela saya menonton drama Sabrina, Doni, Fanny, dan Bunda. Yah, saya sering menonton sinetron tersebut bersama adik saya. Bukan karena ceritanya sih, tapi karena suka melihat akting Bunda alias Paramitha Rosadi. Tapi, sekarang bukan saatnya membahas mengenai sinetron tersebut. Bukan pula mengenai iklan rokok. Tapi, mengenai sukses.

Memangnya, ada apa sih dengan sukses sampai-sampai, saya harus membahasnya?

Karena sukses merupakan hal yang diinginkan setiap orang di muka bumi ini. Sukses dijadikan tujuan hidup, dijadikan penyemangat mereka. Sayangnya, (lagi-lagi) kita lupa bahwa kesuksesan setiap orang itu berbeda-beda.

Sadar?


Coba saja tengok iklan rokok yang saya bicarakan.

Buatku, sukses itu mencari pengalaman bukan kemapanan

Buatku, sukses itu hasil mengejar cinta, bukan uang

Buatku, sukses itu menggerakkan lautan manusia bukan roda perusahaan

Buatku, sukses itu mewujudkan impian bukan cuma cari jabatan

Jadi, apa sukses itu menurutmu?

Bagi saya, sukses itu bisa menerbitkan novel solo di penerbit mayor.

Bisa dibilang, sukses menurut saya tidak jauh berbeda dengan “Sukses itu mewujudkan impian bukan cuma cari jabatan”. Mungkin, sebagian orang arti sukses adalah memiliki uang banyak, mobil mewah, rumah gede yang bisa buat main sepak bola, atau dengan jabatan tinggi. Sayangnya, saya tidak berpikiran demikian. Mungkin, saya memiliki impian terlalu sederhana, sayangnya impian sederhana saya tak bisa dibeli dengan uang.

Saya bisa saja menerbitkan naskah saya di penerbit indie – karena saya punya penerbit indie – tapi ada ego yang tak mengijinkan saya untuk berbuat demikian. Bukan masalah pemasaran atau takut tidak ada yang membelinya. Tapi lebih ke ingin diakui. Oleh diri sendiri dan orang lain. Menjadi pelecut dan pembuktian untuk diri sendiri, bahwa saya mampu. Saya mempunyai sesuatu.

Impian saya untuk menjadi novelis sudah bertunas sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama. Bahkan, saya menulisnya pun sejak saat itu. Di atas buku tulis. Saya tulis tangan. Sampai berbuku-buku. Setiap satu bab selesai, teman-teman satu kelas akan membacanya, bergantian. Saya senang sekali, meskipun saat itu saya benar-benar buta dengan tanpa baca.

Dulu, saya selalu suka memakai tanda seru (!) dan menaruh titik (.) di belakang tanda seru (!.)

Jauh sebelum saya menjadi blogger (ngeblog dapat duit), saya bercita-cita akan menjadi novelis dan menjadikan hal tersebut sebagai satu-satunya sumber penghasilan saya. Sayangnya, impian tersebut belum tercapai. Penolakan demi penolakan masih saya terima dengan lapang dada.

Apa saya menyerah?

Tidak sama sekali. Saya tidak pernah menyerah dengan impian saya.

Kalau sedikit terlupakan, iya.

Saya pernah melupakan impian saya tersebut ketika kuliah. Ketika banyak mata kuliah baru yang menarik perhatian saya, membuat saya melupakan impian saya tersebut. Bukan berarti lupa sama sekali ya, karena saat itu ada kelas menulis yang diadakan salah satu penerbit dan saya lolos ikut kelas tersebut. Sejak saat itu, hasrat menulis saya kembali muncul.

Menjadi blogger pun dimulai dari hasrat saya menulis. Ngeblog tidak jauh-jauh dari menulis, meskipun di blog saya menulis non-fiksi (kebanyakan). Sampai akhirnya, saya mendapatkan penghasilan dari blog, bukan dari menulis fiksi.

Tentunya, saya tetap berharap bisa menulis novel dan memiliki buku solo saya sendiri. Penjualan bagus (saya sudah menyiapkan apa saja yang harus saya lakukan ketika novel saya terbit nantinya), banyak yang menyukai tulisan saya, dan saya pun ingin bekerja secara freelance seterusnya.

Impian saya yang lain kalau sampai novel saya terbit adalah hidup berpindah-pindah sesekali. Mungkin, sesekali saya akan tinggal di Lombok selama satu bulan menyelesaikan satu novel? Atau untuk riset. Atau mungkin saya akan berada di Bandung atau mungkin Jakarta.

Sayangnya, tak banyak orang bisa memahami jalan pikiran saya. Bahkan, saya dikatakan bodoh karena melewatkan kesempatan untuk menjadi abdi negara. Yah, setiap orang memiliki impiannya masing-masing dan kesuksesan versi mereka sendiri.


Jadi, guys, sukses versi lo, seperti apa? 

4 Comments:

  1. Ngomongin sukses ini leinget obrolan di grup reuni, kebanyakan pendapat awam orang sukses itu berarti "punya". Wah punya moge, wah punya mobil, wah punya mona *eh :D

    Dan kalo personal, sukses itu hmmmm...bisa bahagia lahir bathin dunia akherat, aamiin :)

    ReplyDelete
  2. Sukses versi saya adalah menikmati kebebasan hidup

    ReplyDelete
  3. sukses aku itu....... BISA PUP TANPA DIGANGGUIN RAFFI xD

    ReplyDelete
  4. Sukses itu bisa bebas seperti burung, bisa membuat bahagia orang-orang di sekitar apalagi orang tua, bisa hidup mandiri, dan tentu apa yang di impikan tercapai.

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^