Sep 26, 2016

Alasan Kenapa Saya Tetap Menjadi JobSeeker



Alasan Kenapa Saya Tetap Menjadi JobSeeker - Saya sering bercerita kalau saya ini Jobseeker. Sampai sekarang pun, saya masih berstatus demikian. Ke sana kemari mencari kerja, tapi tak kunjung dapat juga. Sampai akhirnya, saya memutuskan untuk menjadi freelance. Lalu, dengan menjadi freelance apakah saya tidak mencari pekerjaan lagi? Jawabannya, tidak.

Sudah mendapatkan penghasilan dengan pekerjaan lepas, kenapa saya masih mencari kerja?

Banyak alasan kenapa saya masih ke sana kemari mencari kerja,meskipun penghasilan yang saya dapatkan dari rumah lebih dari cukup. Alasan-alasan tersebut berasal dari lingkungan maupun dari diri sendiri.

Ada hal yang harus saya lakukan agar saya menjadi lebih dewasa dan matang. Dan hal tersebut tidak bisa saya dapatkan dari rumah. Saya butuh bersosialisasi, berteman, dan mempunyai kenalan banyak. Saya ingin melakukan hal-hal yang dulunya tak bisa saya lakukan, maka dari itu saya ingin keluar dari zona nyaman ini.


Di atas merupakan alasan pribadi. Alasan lingkungannya adalah orangtua saya menginginkan anaknya bekerja normal seperti orang lain. Berangkat pagi, pulang sore. Bertemu dengan orang-orang, bukannya berinteraksi dengan laptop dan dunia maya.

Menjadi Freelance itu, Tak Terlihat Kamu Punya Uang Atau Tidak

Di luar rumah, kamu tidak akan menjadi siapa-siapa. Mereka hanya tahu, kamu adalah sarjana pengangguran yang belum bekerja. Banyak sekali komentar-komentar yang sebenarnya bukan komentar negatif, tapi membuat hati miris. “Wulan belum bekerja?”,”Wulan kerja di mana?”, atau “Kok sarjana di rumah aja?”

Dan semua pertanyaan tersebut saya jawab, “Kerja di rumah” dan mereka tak mau tahu pekerjaan apa di rumah. Karena apa? Kerja di rumah bukanlah hal yang membanggakan di sini. Kalian tahu, pekerjaan bagus itu berangkat pagi, pulang sore.

Seberapa pun uang yang kamu hasilkan dengan bekerja di rumah, itu tak akan dipedulikan orang. Biarpun pekerjaanmu menghasilkan pemasukkan yang lebih banyak daripada kerja di luar.

Freelance itu  bukan pekerjaan, tapi hanya main-main

Dulu, awal-awal memutuskan menjadi freelance  (bahkan sampai sekarang) orangtua saya menganggap pekerjaan saya ini main-main. Memang, kalau orang melihat saya seperti sedang main dengan laptop. Ibu sering berkata, “Kalau pagi itu, bantu-bantu ibu, baru main.” Iya main, bukan kerja. Padahal, dari main-main ini saya tak minta uang jajan lagi. Saya bisa membeli ini itu.

Saya juga ingin loh bekerja di luar, buktinya saya sudah melamar kerja di sana-sini. Ah, mereka yang mencari pekerja, pasti tidak bisa melihat bibit bagus nih, sampai saya ditolak terus – xoxo. Atau sebenarnya, memang di sinilah tempat saya. Menjadi seorang freelance cantik.



Yang tak diketahui banyak orang adalah, sebelum topi toga saya kenakan, saya sudah melamar kerja. Saya bahkan, membeli beberapa pakaian kerja di MatahriMall.com. Tentunya, saya membeli celana kerja wanita MatahariMall yang sesuai dengan kepribadian saya. Karena saya kurang suka mengenakan rok pada saat itu. Makanya, saya memilih celana saja. Terlebih lagi, di MatahariMall.com menyediakan berbagai macam celana kerja wanita dengan model yang trendi dan harga yang terjangkau.


Sebenarnya, apa pun pekerjaan yang kita pilih, memang seharusnya yang kita cintai. Kalau sudah bekerja di kantor tapi mengeluh terus menerus, juga buat apa?

4 Comments:

  1. Sebenarnya, apa pun pekerjaan yang kita pilih, memang seharusnya yang kita cintai. Kalau sudah bekerja di kantor tapi mengeluh terus menerus, juga buat apa?.

    saya suka kata kata ini mbak. mengena banget. saya juga jobseeker. salam kenal

    ReplyDelete
  2. Semangat Mbak. Semoga cepat dapat pekerjaan yang cocok. Sekarang dinikmati saja dulu kerja freelance-nya. Saya aja orang kantoran malah kepengen fokus ngeblog nih. Hihihihi. Cuma harus pertimbangkan masak-masak nih.

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^