Sep 6, 2016

Mewujudkan Harapan Satu per Satu



Mewujudkan Harapan Satu per SatuPernah merasakan betapa luar biasanya sebuah harapa? Betapa magisnya sebuah harapan, bila harapan itu kita rapalkan berulang-ulang? Dan, pada suatu ketika di saat itu tidak mungkin, harapan itu muncul dihadapan kita berupa kenyataan. Kita takjub, bahkan menangis.

Sejak dulu, saya suka menulis harapan-harapan saya pada buku, kertas, atau media apa pun. Bagi saya, menuliskannya sama saja dengan merapalkan dalam doa-doa. Membuat daftar-daftar harapan yang nantinya akan menjadi pengingat, bahwa saya memiliki harapan yang belum terwujud.

Harapan yang saya tulis merupakan harapan-harapan kecil. Terkadang, sesuatu yang jauh dari kata terwujud. Sewaktu SMA saya pernah menulis tiga harapan pada akun Friendster saya – tahun berapa beh?. Pertama, saya ingin bertemu dengan Mr X – kekasih saya, saat itu kami LDR. Kedua, saya ingin ke toko buku Gramedia – saya tinggal di kampung, di sini toko buku lengkap sangat sulit dicari. Ketiga, saya ingin bertemu dengan Sheila on 7.

Setelah lulus SMA dan saya kuliah di Surabaya, semua harapan tersebut terpenuhi. Satu per satu.

Harapan ketiga saya, ketika saya menuliskan hal tersebut terasa seakan-akan tidak mungkin terjadi. Saat itu, saya masih kelas 3 SMA. Sheila on 7 itu di Jogja atau Jakarta. Jadi, untuk bertemu langsung itu sangat tidak mungkin. Tapi, Tuhan memiliki rencananya sendiri. Saya pun bertemu mereka, bahkan berjabat tangan dan berfoto.

Perasaan saya saat itu, tidak usah ditanya. Mengharu biru. Bayangkan saja, dari kelas 5 SD sampai kuliah saya ngefans sama Sheila on 7, dan Tuhan mempertemukan kami setelah bertahun-tahun. Biasanya saya melihat mereka hanya lewat layar kaca, mendengarkan lewat tape atau radio. Dan, akhirnya saya bisa bertemu mereka secara langsung.

Dan, saya tidak salah memilih idola. Mereka ramah banget. Jawa banget!

Semakin bertambahnya usia, semakin bermacam-macam pula harapan-harapan yang masuk daftar. Dalam skala kecil, harapan saya ketika menjadi blogger adalah bisa traveling dan membeli laptop. Ketika ikut Fun Blogging, Mbak Haya memberi kami selembar kertas. Kami diminta untuk menulis apa harapan kami melalui blog di atas kertas tersebut dengan tangan kiri. Saya menulis membeli printer dan traveling. Lalu, beberapa bulan kemudian, saya juga ingin membeli laptop. Kertas tersebut saya tempel di kamar. Akhirnya, harapan-harapan yang saya tulis tersebut terwujud.

Tapi, untuk printer saya tidak membeli sendiri, tapi orangtua membelikan untuk adik. Otomatis, saya tak perlu membeli lagi. Akhirnya yang tersisa adalah membeli laptop dan traveling melalui blog.

Yeah, kedua harapan tersebut terwujud.

Ceritanya, bulan lalu saya liburan ke Bali dengan teman-teman blogger Surabaya. Tentunya, kami mendapatkan sesuatu sehingga kami ke Bali. Sebelum ke Bali pun saya ke Jogja, tentu saja uang yang saya gunakan dari hasil ngeblog. Lalu, baru saja kemarin saya membeli laptop baru, hasil tabungan dari ngeblog.

Alhamdulillah.

Lalu, setelah harapan-harapan itu terwujud, saya berhenti begitu saja? Tidak. Saya membuat harapan baru. Kali ini harapan saya bukan mengenai barang-barang yang harus saya beli dan miliki, melainkan sejumlah tabungan dari ngeblog.

Karena ngeblog dan desain blog merupakan penghasilan utama saya. Jadi, saya harus bisa menabung untuk membuktikan pada diri sendiri dan orangtua, bahwa saya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, meskipun kerja di rumah.

Sebenarnya, ada harapan yang saya miliki sejak dulu, namun belum terwujud, yaitu : mempunyai buku solo yang terbit di penerbit mayor dan....

Dinikahin kamu.


xoxo,
Wulan K.


5 Comments:

  1. Goodluck with ur choice ya nona cantik, smoga berkah. aamiin ya Rabb.
    Dan itu S07, setujuuu banget. Pernah ketemu juga langsung dengan personelnya, mereka super ramah, bahkan ketemu kek sama temannya ngobrol. Mo dipeluk2 juga oke *eh tapi sayang, yang Anton udah keluar, dulu aku ngepensnya sama si imut ituuuh hihihi

    ReplyDelete
  2. Keren mba semoga sukses sll y pengen bgt deh blognya menghasilkan kyk mba :)

    ReplyDelete
  3. semoga harapannya terwujud mba ...segera dinikahin si dia hehehhe

    ReplyDelete
  4. Kok aku merinding bacanya ya, karena harapan yg belum terwujud sama mungkin. Yuk salung mneyemangati. Moga buku solonya segera terbit ya mbak 😄😄

    ReplyDelete
  5. Semoga segera terwujud punya buku solonya ya. Jadi ingat saat pertama ketemu Wulan.
    :)
    Kangen travelling lagi denganmu. :)

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^