Feb 28, 2017

Selain Menawarkan Barang, Seller Online Shop Pun Seharusnya Menawarkan Kepercayaan



Selain Menawarkan Barang, Seller Online Shop Pun Seharusnya Menawarkan Kepercayaan - Saya selalu menekankan dalam setiap artikel yang saya tulis mengenai online shop, bahwa kepercayaan antara seller dan buyer teramat penting. Seller online shop, selain menawarkan barang atau jasa tetapi pun seharusnya menawarkan kepercayaan kepada buyer, begitu pula sebaliknya.

Begitu pula ketika saya menjadi seller online shop, saya selalu berusaha bertanggung jawab pada setiap barang yang customer yang beli di saya. Sebelum saya memberi contoh, saya ingin mengatakan kembali, dulu saya merupakan reseller. Sehingga, untuk urusan pengiriman atau packing bukan saya yang melakukannya. Saya hanya menawarkan barang dan bertransaksi dengan customer saya.

Suatu hari, salah satu barang pesanan customer itu bocor, isinya tumpah. Meskipun dari penyetok barang tidak mau mengganti rugi dan memang bila sudah ada di ekspedisi, sudah di luar tanggung jawab mereka, akhirnya saya yang mengganti ulang barang tersebut. Hal ini saya lakukan demi tetap menjaga kepercayaan customer saya.


Ceritanya, beberapa bulan yang lalu. Kalau tidak salah bulan Desember, saya membeli bedak cushion di salah satu teman saya. Dia kerja di rumah setelah memutuskan resign dari kantornya. Berjualan online. Saya tahu, bagaimana susahnya memulai bekerja di rumah, terlebih lagi untuk online shop yang baru merintis. Sangat susah. Akhirnya, hitung-hitung membantu teman, saya sering membeli barang dagangannya sebagai bentuk dukungan.

Sampai pada puncaknya kemarin, saya membeli bedak cushion Korea. Saya memesan yang shade natural. Oke, sudah deal. Saya pun menunggu kedatangan bedak tersebut. Sampai akhirnya, bedak tersebut sampai, saya mengambilnya ke rumahnya.

Sudah menjadi kebiasaan saya, ketika memiliki benda baru terutama kosmetik, saya akan melakukan beberapa pemotretan karena pasti akan saya review di blog. Esoknya, saya pun melakukan hal yang sama dengan bedak tersebut dan mencobanya. Ketika mencoba, saya merasa aneh karena warna bedak tersebut berbeda. Warnanya lebih cerah ketimbang warna natural.

Dalam kemasan bedak cushion tersebut sama sekali tidak ada bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, yang ada hanya huruf meliuk-liuk yang saya tidak mengerti artinya. Akhirnya, saya searching sana sini, sampai akhirnya menemukan huruf serupa yang artinya itu ivory. Yah, ternyata bedak yang saya terima bukan shade natural, tetapi ivory.

Saya pun menanyakan hal tersebut kepada kawan saya tersebut, lalu dia membalas,”Oh ya, lupa kasih tahu, kalau yang natural kosong.”

Tuhan, saya tidak tahu saya harus bagaimana. Dengan entengnya dia berkata demikian, setelah saya menanyakannya. Coba kalau saya tidak bertanya, mungkin selamanya dia akan bungkam. Mungkin, dia pikir saya bodoh dan tidak akan tahu itu warna natural atau ivory. Dia malah bilang, “Nggak apa-apa, Wul. Dipakai saja, tipis-tipis.”

Are you crazy?

Bukan meminta maaf atas kesalahannya tersebut, dia justru menyarankan untuk memakainya saja. Saya sudah katakan, kalau bedak tersebut terlanjur saya buka tanpa memeriksanya terlebih dahulu. Karena saya percaya dia akan amanah dengan barang dagangannya.

“Kamu kok baru bilang kalau kosong yang natural?”tanya saya.

“Lha, saya juga baru dikasih tahu ketika barangnya datang,”jawabnya.

Astaga, kenapa dia seperti itu ya? Seharusnya sebelum menyerahkan barang tersebut kepada saya, dia jujur saja bahwa natural kosong. Tidak serta merta tutup mulut dan langsung memberikan bedak tersebut kepada saya. Coba saya tidak komplain, apa dia akan berkata jujur?

Akhirnya, karena saya tidak ikhlas dia menawarkan untuk ditukar dengan yang natural untuk pengiriman berikutnya. Oke, saya setuju. Saya menunggu kabar baik dari dia, tetapi setelah beberapa minggu tak ada kabar. Saya masih menunggu, akhirnya dia mengirimi saya pesan kalau barangnya akan siap pertengahan Februari – saat itu dia mengirimi saya pesan pada pertengahan Januari. Oke, saya bersabar kembali.

Bukan masalah berapa harga bedak yang saya permasalahkan, tetapi mengenai tanggung jawab dia sebagai seller. Tidak semestinya dia bertindak seperti itu, terlebih lagi kepada saya yang notabene teman sendiri. Dia dengan teman sendiri saja begitu, apalagi dengan orang lain?

Sebelum saya menulis ini, saya sudah konfirmasi kepada teman saya tersebut mengenai bedak cushion yang dia janjikan. Sekarang sudah akhir Februari dan belum ada kabar. Saya sengaja tidak menagih ketika pertengahan Februari dan baru menagih sekarang. Lagi-lagi, dia berkelit katanya barang baru dikirim tanggal 22 Februari kemarin.

Alasan lain kenapa saya tidak pakai saja bedak cushion shade ivory ini, karena warna ivory tidak sesuai dengan kulit saya yang cenderung lebih gelap. Saya sudah terbiasa memakai warna natural yang saru dengan warna kulit. Warna ivory lebih cocok untuk perempuan yang berkulit pucat, seperti orang Korea. Makanya, saya bersikeras untuk menukar, karena kalau tidak ditukar, maka bedak cushion itu akan sia-sia saja di tangan saya. Tidak terpakai.

Okelah, mari kita lihat akhirnya seperti apa.

xoxo,
-Wulan-


4 Comments:

  1. Haha...iya ini yang kadang bikim banyak orang gak mau beli online shop suka ada seller yang gak tanggung jawab terhadap produknya

    ReplyDelete
  2. Nyebelin deh kalau sampai kejadian seperti itu. :(

    ReplyDelete
  3. Kepercayaan memang paling penting untuk menunjang majunya suatu usaha. Kalau kepercayaan sudah hilang, ogah banget beli barang di sana lagi. :)

    ReplyDelete
  4. Mba Wulan, terkadang kita merasakan nggak enak ya kalau nagih gitu. Tapi kalau memang hak ya harus kita minta. Smoga diberikan jalan terbaik ya

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^