Apr 4, 2017

Kiat-kiat menghindari sifat konsumtif : Rejeki Lancar, Bukan Berarti Harus Konsumtif



Kiat-kiat menghindari sifat konsumtif : Rejeki Lancar, Bukan Berarti Harus KonsumtifSebelum online shop menjamur dan ramai seperti sekarang, saya pernah berjualan juga. Memang, saya sekadar menjadi reseller saja waktu itu, tidak benar-benar menyetok barang. Dan, Alhamdulillah laris manis lantaran saya juga memanfaatkan jasa fanpage untuk mempromosikan jualan saya. Sehari saya bisa mendapatkan keuntungan Rp 50.000-, dan uang segitu untuk ukuran mahasiswa gede banget. Bisa bayangin, kan, uang saku dari orangtua dapat, eh, dapat penghasilan dari online shop pula.

Dan, ketika rejeki saya lancar waktu itu, saya menjadi benar-benar konsumtif.

Karena saya merasa memiliki uang lebih, saya menjadi suka membeli barang-barang tanpa pikir panjang. Bahkan, teman-teman saya kerapkali mengingatkan untuk tidak konsumtif dan membeli barang yang tidak perlu. Hanya lapar mata saja.

Hari ini, saya kembali mengingat hal itu. Beberapa bulan setelah masa kejayaan saya waktu itu, Tuhan tak lagi memperlancar rejeki saya. Akhirnya, saya tidak memiliki apa-apa lagi, terlebih ketika saya sudah lulus kuliah. Saya sudah tak dapat uang jajan dari orangtua pun dari jualan online.


Ya, hal itu terjadi karena saya terlalu konsumtif dan tidak menabung. Akhirnya, saya kesusahan sendiri ketika lulus kuliah dan belum mendapatkan pekerjaan. Uang saku tak ada, tabungan apalagi. Benar-benar, miskin saya waktu itu.

Siang tadi, lagi-lagi saya diingatkan seorang teman. Jangan konsumtif. Karena peringatan dia, saya ingat masa lalu. Ya, meskipun sekarang saya juga menabung, bukan berarti saya bebas membeli ini itu, kan?

Meskipun Tuhan memperlancar rejekimu, bukan berarti harus konsumtif

Nah, saya memiliki beberapa cara atau planning cara agar tidak konsumtif. Beberapa sudah saya lakukan dan Insya Allah lainnya menyusul.

Kiat-kiat menghindari sifat konsumtif


1 | Kurangi Jalan-Jalan di Mal

Sejak di Mojokerto ada mal, saya jadi sering jalan-jalan ke sana nih. Entah sekadar cuci mata nggak jelas, lihat-lihat diskon baju di Matahari atau sekadar nonton film di bioskop. Ah, benar-benar membuat saya konsumtif. Pastinya dong ya, ke mal membeli sesuatu dan mengeluarkan duit. Nggak mungkin, nggak.

Nah, mulai sekarang yuk, kurang-kurangin jalan-jalan ke mal. Saya pun, akan berusaha demikian. Kalau perlu, nanti dirobohin saja mal-nya, biar kita nggak bisa ke sana :D . Yeah, daripada jalan-jalan ke mal habisin duit seratus dua ratus, mendingan beli tiket Kereta Api terus cus ke Jogja atau ke mana gitu. Traveling!

2 | Prioritaskan Kebutuhan dibanding Keinginan

Kemarin dapat voucher belanja ceritanya, saya jadi ingin membeli lipkrim lagi. Padahal, saya sudah punya banyak lipstik dan lipkrim! Eh, ditambah ingin membeli bedak juga. Nah loh, kalau manfaatin voucher saja okelah, tapi kalau nambah dana karena inginnya kebanyakan janganlah ya. Akhirnya, teman saya berkata,” Aku pernah tuh, di posisi kamu. Beli ini itu, akhirnya nggak kepake. Coba, waktu itu duitnya buat ditabung, sekarang udah ke Eropa!”

Lalu, saya ingat ketika pertama kali memutuskan freelance dan cari kerja nggak dapat-dapat. Saat-saat di mana, duit lima puluh ribu saja masih minta sama orangtua padahal seharusnya udah bisa nyari sendiri. Akhirnya, saya hanya membeli bedak karena memang lagi butuh bedak tabur, itu pun pakai voucher belanja.

3 | Cermat Dalam Berbelanja

Nggak semua barang branded dan mahal itu bagus. Ada beberapa barang dengan kualitas oke, tapi terjangkau. Dalam membeli sesuatu, selain mengutamakan kebutuhan, tapi juga harus cermat memilah-milah mana barang yang sesuai budget dan sesuai kebutuhan. Karena hidup adalah pilihan, kita harus pintar dalam memilih yes. Jangan sampai nyesel loh, hanya karena gengsi jadi nggak mau pakai barang murahan.

4 | Membuat Anggaran Belanja Bulanan

Mumpung masih awal bulan, baru gajian dan memang pas banget buat mengawali hal-hal baru. Yuk, bikin anggaran bulanan. Seperti bayar listrik, internet dan kebutuhan mutlak lainnya. Setelah kebutuhan mutlak sisakan untuk kebutuhan mendadak dan untuk sedekah serta menabung.

5 | Bersedekah

Sejak dulu, saya suka bersedekah. Di mana ada kesempatan, saya selalu menyisikan sedikit uang saya untuk bersedekah. Kalau diingat-ingat, sudah saya lakukan sejak mendapatkan penghasilan sendiri ketika berjualan online shop. Sampai sekarang pun, saya masih melakukannya setiap bulan, meskipun tidak banyak.

6 | Menabung

Kesalahan fatal yang saya alami ketika kuliah adalah tidak menyisikan penghasilan untuk ditabung. Setiap penghasilan yang saya dapatkan, saya habiskan untuk keperluan pribadi, yang kalau dipikir-pikir tidak ada gunanya sama sekali. Coba waktu itu, saya menabung di bank dan tidak menggunakan uang untuk membeli pakaian, pasti sekarang saya sudah ke Eropa – Mengutip kalimat teman saya.

Seperti saya yang memiliki dua tabungan dan satu tabungan berjangka yang baru saya buka. Sebelumnya, saya pernah cerita punya dua tabungan, satu untuk transaksi dan satu untuk benar-benar menabung. Nah, tabungan berjangka benar-benar tabungan untuk masa depan. Nantinya, saya tidak akan bisa mengambil dana dalam tabungan berjangka sampai jatuh tempo. Asik, kan?

Kenapa sih, saya harus menabung di bank? Nggak takut duit hilang atau bagaimana? Nggak sama sekali! Menabung di bank, sudah ada yang menjamin. Aman. Tidak perlu takut uang kita hilang ke mana atau bagaimana kalau bank bangkrut.

Jadi, ketika kita menabung di bank, secara otomatis tabungan kita dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). LPS adalah lembaga independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (UU LPS) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009. Seperti yang saya sebutkan di atas, LPS menjamin setiap rekening sampai 2miliar. Sehingga, kita akan aman menabung di bank, tidak takut ketika bank gulung tikar kita akan kehilangan tabungan.

Sebelum itu, kita harus tahu apa itu 3T.

3T merupakan Kriteria Simpanan Layak Bayar

1 | Tercatat dalam pembukuan Bank

2 | Tingkat bunga simpanan tidak melebihi tingkat bunga penjaminan

3 | Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank


Yuk, Genk kita nabung bersama-sama demi mencegah sifat konsumtif. Berdoa bersama-sama agar rencana masa depan agar tidak konsumtif terwujud.

4 Comments:

  1. Bener bgt, budaya konsumtif demi masa depan kita juga ya..

    ReplyDelete
  2. Nomor 5 itu kekuatannya luar biasa.

    ReplyDelete
  3. Thanks untuk tipsnya mba, No 5 sudah teruji dan terbukti :)

    ReplyDelete
  4. Aku juga udah mulai mikir nabung atau nabung emas, soalnya kalau ke mol uang suka raib bgtu saja

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^