Jun 3, 2017

Bulan Ramadan Ketika Dewasa


Bulan Ramadan Ketika Dewasa  - Ramadan dalam ingatan saya adalah jalan-jalan pagi usai sahur, menyalakan kembang api dan makan rujak usai salat tarawih. Menjelang hari raya, saya selalu minta kepada orangtua untuk membeli celana jeans baru, karena moment inilah saya bisa meminta sesuatu tanpa ada penolakan. Ada lagi, tradisi antar-antar makanan ke sesama saudara, yang nantinya saya akan mendapatkan uang saku. Ketika hari raya tiba, hal yang selalu saya lakukan adalah membeli rujak ulek di depan rumah, berjalan-jalan ke rumah saudara dan mengantongi puluhan astor- xoxo.

Saya mensyukuri kilasan masa lalu saya mengenai bulan ramadan dan terkadang benar-benar merindukan momen tersebut. Karena, tidak semua hal masa kecil saya, bisa saya lakukan ketika dewasa. Hampir semua kegiatan itu, tidak bisa saya lakukan ketika dewasa, terutama antar-antar makanan ke rumah saudara. Sekarang, sudah ada Arum, adik saya, yang menggantikan posisi tersebut.

Dan, bagaimana ramadan saya ketika dewasa?

Begini...


Beribadah sungguh-sungguh

Ketika kecil, yang ada dalam benak saya hanyalah baju baru, kue lebaran, petasan, jalan-jalan kala subuh dan es blewah. Untuk ramadan ketika usia ini adalah dengan beribadah sungguh-sungguh. Memperbaiki diri lebih dan lebih lagi, benar-benar menjaga amarah dan nafsu. Tidak sekadar memikirkan pakaian apa yang akan saya kenakan nantinya ketika lebaran tiba. Eh, tapi jangan salah sangka. Bukan berarti saya tidak memikirkan pakaian apa yang saya kenakan ketika lebaran nanti loh. Saya tetap memikirkan itu kok.

Busana Muslim dan Hijab

Percaya atau tidak, sudah dua kali lebaran saya mengenakan busana muslim yang sama. Teman-teman tahu sendiri, saya tidak memakai jilbab, sehingga koleksi baju muslim saya terbatas. Terlebih lagi, saya sudah tak terlalu ambil pusing mengenai busana muslim. Toh lebaran hanya dua hari ini. Sehingga saya mengenakan busana muslim yang sama. Niatnya, tahun ini saya akan melakukan hal serupa, tetapi kok rasanya aneh juga ya. Beli baju lain bisa kok, ini untuk lebaran dianak tirikan. Terlebih lagi, sekarang saya sudah – Alhamdulillah- berpenghasilan. Sehingga, untuk membeli baju lebaran tak perlu minta-minta lagi.

Akhirnya, saya memutuskan untuk membeli baju muslim dan hijab untuk tahun ini – Alhamdulillah -. Seperti biasa, saya lebih suka mencari koleksi hijabdan busana muslim via online karena tidak ribet dan dana yang akan saya keluarkan hanya harga baju dan biaya ongkos kirim saja. Pengalaman membeli offline saya justru kecantol barang lainnya – xoxo.

Mempersiapkan Mental dengan pertanyaan “Kapan nikah?”

Wohooo, ini adalah hal terpenting yang harus saya siapkan tahun ini, karena memasuki masa-masa siap nikah tapi belum tahu nikah sama siapa. Ya, tidak perlu memikirkan jawaban yang tepat seperti apa, karena biasanya saya lebih suka menjawab dengan senyuman J. Biarlah mereka yang bertanya jadi bete atau bertanya-tanya arti dari senyuman saya –xoxo.


Nah, kalau teman-teman sendiri, persiapan apa yang dilakukan untuk ramadan tahun ini? Corat-coret di kolom komentar ya!

0 Comments:

Post a Comment

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^