Jun 26, 2017

Mengenai Bersyukur dan Menerima


Mengenai Bersyukur dan Menerima - Beberapa bulan yang lalu, saya mendapatkan pesan via wasap. Pesan tersebut berisi tawaran meliput event lari yang diselenggarakan oleh bank di Surabaya. Saya kurang tahu, bagaimana mereka tahu nomor wasap saya. Mungkin, dari acara yang saya ikuti sebelumnya yang dibuat oleh bank tersebut.

Pesan wasap tersebut tidak hanya berisi ajakan meliput event lari di Surabaya saja, melainkan juga membahas mengenai prosedur peliputan dan berapa fee sebuah blogpost di blog saya.

Saya pun menyebutkan nominal untuk sebuah blogpost di blog ini dan apa saja yang akan mereka dapatkan, nominalnya masih di bawah satu juta, tapi masih cukup “besar” daripada fee yang pernah saya terima selama ini. Karena biasanya, agency akan menawar dari harga yang saya tetapkan, maka saya meminta lebih. Ternyata,agency  tersebut tidak menawar dan langsung setuju.

Saya pun sangat senang, tertawa, bercerita kepada ibu (menjadi sebuah kebiasaan ketika saya mendapatkan job dengan fee lumayan), kemudian saya tertegun.

Saya menyesal.

Apa yang saya sesalkan?

Yang saya sesalkan adalah, kenapa saya tidak meminta lebih? Kali saja, bakalan langsung deal juga.

Saya mulai serakah saudara-saudara.

Mari aku ceritakan, kenapa saya menyebut diri saya serakah

Jauh sebelum saya sering mendapatkan tawaran iklan di blog saya ini, saya benar-benar miskin. Bukan keluarga saya yang miskin, saya. Saya miskin. Usai lulus kuliah, saya belum mendapatkan pekerjaan. Pekerjaan saya satu-satunya adalah ngeblog dan itupun, belum menghasilkan dana untuk membiayai hidup saya sendiri. Bahkan, untuk membeli pulsa internet saja saya tak mampu, padahal pekerjaan saya tergantung dengan koneksi internet.

Waktu itu, ada di salah satu grup blogger di facebook, menawarkan content placement di blog dengan syarat DA dan PA sekian. Saya pun mendaftarkan diri. Teman-teman tahu, berapa fee yang saya dapatkan untuk satu artikel yang dipasang di blog ini? Rp. 30.000,-.

baca juga Mengenai Bertahan Hidup

Seperti yang teman-teman blogger tahu, Domain Authority memang menjadi tolak ukur berapa blog kita dihargai. Saat itu DA saya masih berkisar 15 dan parahnya – entah kenapa bisa – PA saya hanya satu. Akhirnya, saya terancam tidak bisa mendapatkan job tersebut. Teman-teman tahu? Saya benar-benar kepikiran, sedih, sampai susah tidur memikirkan bagaimana cara PA saya tidak satu. Karena tidak masuk akal saja, DA di angka 15 sedangkan PA satu. Padahal, umur blog saya ini sudah bertahun-tahun dan domain saya sudah berumur sekitar setahun.

Jadi, inilah alasan saya kenapa saya mulai serakah. Fee yang saya tetapkan untuk meliput event lari itu, berkali-kali lipat dari fee penempatan konten yang saya terima sebelumnya. Yang saya kejar-kejar meski hanya Rp.30.000,. Sekarang, Tuhan memberi saya rejeki yang jauh lebih besar, saya justru meminta lebih dan lebih. Tidak bersyukur dengan apa yang saya terima. Padahal, di luar sana banyak teman blogger yang ingin berada di posisi saya.

Kawan, karena perasaan serakah saya waktu itu, saya sampai tidak bisa tidur. Menangis dan curhat kepada ibu dan kawan saya. Saya benar-benar sedih karena sifat saya tersebut. Akhirnya, saya benar-benar belajar bersyukur dengan apa yang saya terima.

Kemudian, selang beberapa waktu saya mendapatkan pesan via wasap kembali. Tawaran meliput toko kue yang berada di Surabaya. Apakah saya menaikkan fee saya daripada sebelumnya dari fee event lari? Tidak. Saya tetap meminta harga serupa.

Karena semua butuh proses dan bagaimana kita bersyukur. Sedikit demi sedikit, blog yang kita rawat dan kita bisa menghargainya, maka orang lain pun akan menghargainya lebih pula. Dan, sekarang Alhamdulillah rejeki dari Allah tak putus-putus, asalkan kita tetap bersyukur dan menerima.


1 Comments:

  1. Mbaaaaak makasih udah ceritaaaa. Ini pengingat juga buat aku biar "tahu diri" dan nggak terus menerus merasa kekurangan. Dengan apa yang aku dapet sekarang, InsyaAllah aku bersyukur karena banyak yang berharap jadi aku :')


    Aku pun pernah terbesit berharap jadi kamu, Mbak. Bisa ngeblog, bikin template, foto flatlay ciamik, aaah iri bener. InsyaAllah aku jadiin motivasi untuk jadi lebih baik. Aku diem2 belajar dari kamu juga lho Mbak :D

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^