Feb 6, 2018

Tetap Datang ke Reuni Meskipun Masih Sendiri



Tetap Datang ke Reuni Meskipun Masih SendiriDibilang reuni, juga tidak. Pertemuan-pertemuan saya dengan kawan lama terjadi karena beberapa alasan; misal ada nikahan teman sekelas. Jujur, terkadang saya merasa rikuh ketika hadir ke pernikahan teman karena tak ada seseorang di sebelah saya, terlebih lagi pekerjaan saya tak jelas juntrungnya, seperti jodoh. Semua saya serahkan sama yang di atas.

Seringkali kawan kuliah mengajak kumpul. Mereka bersama suami dan anak-anak mereka, saya bersama Etro. Ya, paling tidak ada yang saya tonjolkan kepada mereka. Etro, anak saya. Yang saya adopsi sekitar setahun lalu. Kalian yang sering bertemu saya, mengenal saya, dan membaca tulisan saya di blog ini pasti tahu apa Etro ini.

Tapi rindu hanya terobati dengan ketemu. Itu jelas. Saya merindukan bertemu kawan-kawan saya yang sudah layaknya saudara kandung. Ketika satu kos, kami seringkali bertengkar, ngambek, tertawa bahkan menangis bersama. Penuh drama dan lucu kalau diingat. Karena satu alasan kuat itu, yaitu kangen, maka saya akan tetap bertemu dengan mereka meskipun saya belum memiliki gandengan seperti mereka. Its oke.


Bukan masalah besar apabila kita masih sendiri menghadiri reunian, meskipun itu berarti kita mengumumkan bahwa kita masih sendiri. Itu juga bukan masalah besar, siapa tahu jodoh kita adalah salah satu kawan lama itu. Siapa tahu, jodoh yang disiapkan Tuhan adalah teman yang begitu dekat sejak dulu, tapi kitanya nggak sadar-sadar. Siapa tahu.

Lagi pula, menghadiri reuni atau perkumpulan kecil-kecilan karena sudah lama tak berjumpa, mampu membangkitkan nostalgia. Membangkitkan semangat masa muda dan yang lebih penting, ada persaan bahagia. Ada rasa syukur bahwa kita adalah bagian dari masa lalu yang bahagia, apa pun hidup yang kita lalui sekarang.

Senang rasanya bisa mengenal teman-teman yang dulu mampu membuat kita tertawa riang, tanpa beban. Persoalan hanya sekadar rebutan pacar dan masalah mata kuliah statistik yang katanya nggak ada ujian, ternyata ujian juga. Masalah yang dulunya kita anggap begitu besar, nyatanya sekadar remahan renginang di dasar toples Khong Guan.

Yang jelas ketika kepercayaan dirimu turun karena masih sendiri dan harus bertemu kawan lama, ceritakan hal-hal baik yang terjadi dalam hidupmu. Ceritakan penuh dengan kebanggaan dan kebahagiaan, bahwa kamu baik-baik saja meskipun masih sendiri. Hidupmu berjalan indah dan menyenangkan. Bukan masalah besar kok.

Lakukan saja apa yang menyenangkan dalam hidup, apa yang membuat kita bahagia. Itu adalah kunci untuk kita tetap merasa percaya diri, merasa beruntung daripada orang lain. Dunia tak akan hancur, hanya karena kita masih sendiri.


So, saya akan tetap datang ke reuni meskipun masih sendiri.

1 Comments:

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^