Dec 15, 2019

Menjadikan Renjana Sebagai Peluang Usaha


Menjadikan Renjana Sebagai Peluang Usaha - Hobi yang dibayar adalah pekerjaan yang menyenangkan. Tentu, kamu sudah sering dengar kalimat tersebut sejak zaman dahulu kala. Kalau bahasanya sekarang sih, bukan hobi lagi, melainkan passion. Kalau dalam KBBi passion alias renjana yang berarti perasaan hati yang kuat; dengan kata lain hasrat atau kecenderungan kita akan suatu hal. 


Banyak orang bekerja untuk mendapatkan penghasilan, untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mereka tak mengenal passion, karena mereka butuh penghasilan yang tetap, takut rezeki tidak akan dialirkan apabila mengikuti kata hati. Saya tahu, pasti banyak keraguan yang akan kamu alami apabila hendak memutuskan untuk “keluar zona nyaman” demi meraih impian, bekerja sesuai renjana.


Beruntung, kemarin Sabtu, 14 Desember 2019 saya mengikuti talkshow FUNancial CEO In The Making: Financial Tips to Transform Your Hobby Into a Business. Acara tersebut diadakan oleh Home Credit Indonesia, yang menghadirkan pakarnya secara langsung, yakni Dipa Andika selaku financial planner and co-founder of Hahaha Corp dan Cristie Erin yang merupakan co-founder Basha Market & Of Sorts. Kedua narasumber yang memang sudah bergelut dalam bidang masing-masing tersebut, bercerita mengenai pengalaman mereka dan memberikan tips kepada kamu, yang ingin menjadikan renjana kamu sebagai penghasilan utama.



Home Credit merupakan perusahaan multi-financing besar yang berpusat di Ceko. Home Credit mulai berdiri di Indonesia pada tahun 2013 di area Jakarta. Hingga awal tahun 2017, bisnis kami berkembang tidak hanya di Jabodetabek, tetapi juga di Bandung, Makassar, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Denpasar, Pekanbaru, Medan, Batam, Palembang, Banjarmasin, Pontianak, Manado, dan Balikpapan. Kami berencana untuk mengembangkan layanan ke seluruh kota-kota di Indonesia hingga tahun 2018. Dengan adanya acara talkshow kemarin, Home Credit ingin mengedukasi kepada kita bagaimana mengatur keuangan dan memiliki tujuan dalam keuangan, sehingga keuangan kita menjadi stabil. Terutama, untuk kita yang ingin menjadikan passion sebagai bisnis. 



Narasumber pertama Dipa Andika, memberikan tips bahwa untuk memutuskan menjadi pengusaha atau dengan kata lain resign dari kantor kemudian membuka usaha mandiri, jangan terburu-buru. Kita harus memiliki perencanaan, akan ke mana setelah keluar dari kantor nanti? Sejak awal sudah harus dipikirkan, terutama mengenai “dana menganggur” yang akan kamu gunakan nantinya. 



Untuk membuka usaha sendiri, tentu saja kamu akan membutuhkan dana untuk membiayai usaha kamu nantinya dan dana untuk diri sendiri ketika tidak memiliki pemasukkan. “Karena kebanyakan, apabila dana habis dan usaha belum jalan, akan melamar pekerjaan kembali,”tutur Dipa Andika.




Cristie Erin sendiri awalnya seorang pekerja kantor, yang setiap bulannya mendapatkan penghasilan tetap dan sangat nyaman dengan pekerjaannya. Lalu, dia kembali ke Surabaya dan melihat di Surabaya industri kreatif belum dikenal banyak orang. Dari situ, Erin memutuskan untuk resign dan menekuni industri kreatif yang sesuai dengan renjananya. 


Merencanakan Keuangan Mulai dari Gaya Hidup



Prinsip dari Dika Andika yakni nanti gimana, bukan gimana nanti. Kita cenderung memikirkan keuangan hari ini ya, hari ini. Esok? Dipikir nanti-nanti. Nah, hal ini tidak benar karena apa yang akan terjadi di masa depan, tergantung apa yang kita lakukan hari ini. 


Perencanaan keuangan sangat berpengaruh pada gaya hidup kita. Sembilan dari sepuluh orang di Indonesia mengeluarkan lebih dari 900ribu setiap bulannya untuk Latte Factors. 


Apa Latte Factors itu?


Latte Factors yakni pengeluaran sedikit, akan tetapi terjadinya berulang kali. Misalnya nih, kamu memiliki kebiasaan membeli camilan tahu bulat di tepi jalan seharga 5ribu. Memang, 5ribu terlihat sedikit nominalnya, akan tetapi apabila setiap hari terjadi seperti itu, lama-lama akan menggunung juga. Contoh lain, untuk uang parkir. 


Menurut Cristie Erin, kita ini terlalu gila promo. Selalu saja ada alasan untuk membeli sesuatu, terutama ketika ada hari belanja nasional atau promo tertentu dari tenant. Jadi, untuk mengurangi latte factors kita harus tak acuh pada kata “Nambah pulsanya, Kak?” atau “Mumpung promo, nih.”

Berikut hal-hal yang bisa kamu lakukan, sebelum memutuskan untuk terjun menjadi pengusaha:


1 | Sebelum resign, kita harus tahu akan ke mana. Usaha apa yang akan kita jalani. Jangan sampai, sudah resign, tetapi belum tahu akan ke mana. Ini sangat tidak benar. 


2 | Ketika memiliki penghasilan tetap, jangan boros. Kumpulan penghasilan yang kita dapatkan, untuk berjaga-jaga di masa yang akan datang. Terutama untuk kamu yang bercita-cita mengikuti kata hati atau renjana usai lepas dari pekerja kantoran.


3 | Ingat; ketika memulai usaha tidak akan selalu berhasil dan kebanyakan akan merugi. Dipa Andika maupun Cristie pun mengalami hal tersebut. Dipa Andika merugi tidak tanggung-tanggung, yakni 100jt.


4 | Catat pengeluaran dan pemasukkan sekecil apa pun, meskipun itu sekadar uang parkir. Sehingga, kamu akan tahu ke mana uang kamu selama ini. Di situ, kamu bisa menekannya ketika tahu pada hal apa uang kamu habis.


5 | Selain mencatat pengeluaran dan pemasukkan, kamu juga harus tahu ke mana dana kamu investasikan. Apakah investasimu untuk keuntungan atau justru kerugian?


6 | Memiliki impian harus memiliki rencana dan tentukan target. Sehingga, kamu akan lebih bersemangat dalam mencapai impian tersebut.


Saya senang sekali ikut acara ini dan sekaligus tertampar mengenai gaya hidup saya, yang ternyata sangat boros untuk ukuran pekerja lepas. Seharusnya, saya bisa lebih bijak dalam mengatur keuangan dan harus memikirkan masa depan. Baiklah, mari berbenah!

Hidup di dunia hanya sekali, sehingga lakukan hal yang kamu mau, sehingga tak akan menyesal nantinya. Tentunya, kamu juga harus bisa mengontrol diri agar tetap di jalan yang terbaik.  Terima kasih Indonesian Female Bloggers atas kesempatannya!


“Kaya adalah bersyukur dengan kita punya dan bisa melakukan apa yang kita inginkan,”Dipa Andika.

20 Comments:

  1. passion alias renjana.. bener bener baru tau kata kata renjana ini mbak.
    Bagus banget yaa kosakatanya buat ditaruh di diksi puisi.

    Perihal Latte Factors. Huuhuu, Aku tertohok mbaa aku masih sering banget gitu. Kecil2 tapi sering dan berulang. Apalagi sekarang smua serba instan.

    Tap tap tap , ilang dah tuh uang buat bayar macem macem hahaha.

    ReplyDelete
  2. Mulai sekarang harus mengubah gaya hidup yang suka jajan nih. Harus segera mencatat tiap pengeluaran biar kemana saja uang yang kita miliki. Workshopnya keren banget!

    ReplyDelete
  3. pe er banget untuk tidak boros. karena masih suka tergoda dengan promo menarik yang datang setiap saat. semoga setelah ini bisa mengurangi pengeluaran yang tidak perlu

    ReplyDelete
  4. Serius, Lan, aku baru kali ini denger kata "renjana". Kusangka tadi itu nama bisnis fotografimu yang baru..

    Aku jadi mikir, renjanaku apa ya? Kayaknya renjanaku analisis data deh.. Makanya itu yang kujual.

    ReplyDelete
  5. wah aku gak pernah nyatet uang parkir nih mbak, ternyata uang parkir dalam sebulan aja bisa ratusan ribu hehehhe

    ReplyDelete
  6. Ya anpun mbak itu kenapa background Renjana- nya donat jadi salfok kan. 🤣🤣

    Tapi asli acaranya bermanfaat bgt. Tips tipsnya jg ngena. Semua dimulai dr hal hal sederhana yang suka kita remehin.

    ReplyDelete
  7. Latte Factors ku banyak banget kalau diitung-itung. Dikit-dikit main ke Warkop. Mau beli es teh jumbo aja belinya ke Warkop Jemursari. Belum kalau main ke Ketintang, byuh berapa liter bensin yang keluar

    ReplyDelete
  8. Setuju banget dengan kalimat nanti gimana, bukan gimana nanti. Nah itu bukti orang yang punya rencana dan tidak

    ReplyDelete
  9. Pas acara ini aku langsung ingat kamu Wul, " berarti hobi Wulan wes berhasil, karena hobi moto2nya wes jadi bisnis nih". Tinggal ngerekrut karyawan aja ya...

    ReplyDelete
  10. Mulai belajar bersyukur dari sekarang. Biar bisa makin kaya hati kaya materi aku.

    ReplyDelete
  11. Kaya adalah bersyukur dengan apa yang kita punya . Bener banget sih ini .kadang orang suka tidak menyadari bahwa dirinya kaya . Jadi kalau ada orang yang dapat sembako bersubsidi eh ikut2an . Intinya bersyukur dan bersyukur

    ReplyDelete
  12. wah berguna sekali tips nya mbak, kadang mindset cenderung memikirkan yang hari ini aja tuh masi melekat hahaha

    ReplyDelete
  13. Keluar dari zona nyaman memang butuh keberanian yang besar ya, Wul. Akupun masih belum sepenuhnya berani keluar dari zona nyaman. Yg aku lakukan skg, juga masih separuh di zona nyaman sih

    ReplyDelete
  14. Selama ini belum kepikiran kalau resign dan mau usaha ternyata butuh persiapan dana sampai segitunya

    ReplyDelete
  15. Agak salfok nih tp aq baru tau loh passion itu Bahasa Indonesia nya renjana!

    ReplyDelete
  16. Talkshownya bikin semangat buat jadi pebisnis, semoga setelah belajar dari sini bisa mengaplikasikan tips2nya dari mereka :")

    ReplyDelete
  17. Sementara aku masih ada di zona nyaman nih kayaknya, masih mempersiapkan skill dan modal dulu buat buka usaha

    ReplyDelete
  18. Belajarnya sudah, tinggal komitmen bagaimana memulai usaha dan mengurangi pengeluaran yang nggak penting

    ReplyDelete
  19. Layye factors sungguh sulit untuj dhilangkan, jd perlu sedikit demi sdikit nih aku

    ReplyDelete
  20. Latte factors sungguh sulit untuk dihilangkan, berusaha banget ini hehe

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^