Laman

9 Jun 2022

[SPOILER] Akhir Drama Korea My Liberation Notes



Banyak penonton yang mengambil spekulasi bahwa ending drama Korea My Liberation Notes adalah sad ending atau menggantung hanya karena pada ending drama tersebut setiap karakter tidak sedang bersama pasangannya. Padahal, menurut saya ending drama My Liberation Notes sudah bagus dan berakhir bahagia.

Sebagai penulis, saya seringkali dibuat dilema ketika mengakhiri sebuah kisah cerita di Wattpad. Saya menimbang dengan saksama bagaimana sebaiknya ending dari kisah tersebut. Sebab, ending dari sebuah cerita memberikan efek besar kepada pembaca atau penontonnya. 

Sebagai contoh di akhir cerita novel After Wedding, awalnya saya membuat akhir cerita tersebut menggantung, karena memang saya ingin memberikan kisah selanjutnya di novel yang lain. Tapi, pembaca sudah kebakaran jenggot akibat ending yang saya berikan. Akhirnya, saya memilih untuk membuat akhir cerita yang lebih jelas di novel tersebut.

Di Indonesia pernikahan adalah tolak ukur kebahagiaan kisah cinta seseorang. Jika mereka menikah, maka itu adalah akhir bahagia mereka. Sehingga, baik pembaca maupun penonton selalu ingin akhir cerita dengan pernikahan. Itulah sebabnya, ending My Liberation Notes dianggap tidak berakhir bahagia dan ambigu.

Atas dasar tersebut saya ingin membagikan sudut pandang saya mengenai ending drama Korea My Liberation Notes.

Ending Drama Korea My Liberation Notes


Bagi kamu yang belum nonton drama ini, lebih baik tidak dilanjutkan membaca, ya. Ya, karena unggahan ini untuk kamu yang sudah menonton My Liberation Notes. Tapi, kalau kamu memaksa, silakan.

Sejujurnya, saya menonton dua kali episode 15 dan episode 16 drama Korea My Liberation Notes. Alasannya, ketika menonton yang pertama saya dipenuhi kegelisahan mengenai akhir cerita ini. Saya takut Yeom Mi Jong putus dengan Mr. Gu dan saya takut Mr. Gu menjadi tumbal alias meninggal. Sehingga, saya kurang nyaman menontonnya. Maka, saya mengulanginya lagi, agar lebih santai dan memahami pesan yang ingin disampaikan penulis.

Saya tahu, tokoh utama dari drama ini adalah pasangan Mi Jeong dan Mr. Gu. Maka, saya akan membahas mulai dari Yeom Gi Jeong, kakak dari tiga bersaudara keluarga di Sanpo.

Yeom Gi Jeong x Jo Tae Hoon


Konflik utama dari hubungan Gi Jeong dan Tae Hoon adalah dari keluarga Tae Hoon yaitu anaknya Yu Rim dan kakak perempuannya. Sebagai informasi, Tae Hoon merupakan adik Jo Kyung Sun yang merupakan teman sekolah Yeom Gi Jeong. Selain pasangan Mi Jeong dan Mr. Gu, menurut saya pasangan Gi Jeong dan Tae Hoon ini juga gemas dan penuh dengan makna.

Dari sudut pandang saya, Kyung Sun ini menyayangi Gi Jeong, tetapi juga tidak sepenuhnya setuju atas hubungan Gi Jeong dan Tae Hoon. Kenapa saya bilang demikian? Sebab, ada salah satu scene ketika Kyung Sun berkata apakah mereka tidak beli roti telur? Saudara lainnya menjawab, “Gi Jeong tidak ada di sini.” Dari scene tersebut mereka menyukai Gi Jeong, tetapi tidak sepenuhnya setuju Gi Jeong menikah dengan adik mereka. Saya pikir, alasan utama kenapa Kyung Sun tidak setuju karena Gi Jeong temannya, mereka seumuran, dan Kyung Sun belum menikah. Sebuah kecemburuan yang wajar antar teman, bukan?

Untuk Yu Rim sendiri mungkin karena dia belum bisa menerima orang baru sebagai ibunya dan tidak ingin kehilangan kasih sayang ayahnya. Sebuah alasan yang wajar untuk anak seumuran dia. Memang, siapa sih yang suka mempunyai ibu tiri? Bahkan, Yeom bersaudara tidak sepenuhnya senang ketika ayah mereka menikah lagi, walaupun mereka sudah dewasa.

Jadi, ending dari kisah Yeom Gi Jeong dan Jo Tae Hoon bukanlah sebuah pernikahan yang diimpikan Gi Jeong melainkan perasaan satu sama lain, bahwa mereka sama-sama lemah dan saling mencintai dengan semua perasaan yang mereka miliki. Intinya, mereka masih bersama dan itu sudah cukup.

Yeom Chang Hee


Sejujurnya, saya kurang memahami konflik yang dialami putra kedua keluarga Yeom ini. Dari awal menonton drama ini, saya menilai Yeom Chang Hee krisis identitas sebagai seorang laki-laki. Dalam benaknya, lelaki yang sempurna itu yang memiliki harta dan mobil. Dia ingin terlihat keren di mata perempuan, terutama di mata mantan kekasihnya. Terlihat dari scene ketika dia ingin memakai mobil Mr. Gu dan berkali-kali meminta izin kepada ayahnya untuk membeli mobil.

Konflik lainnya, Chang Hee membenci rekan kerjanya, sehingga pada akhirnya dia memutuskan untuk resign. Nyatanya, ketika dia sudah resign, memiliki mobil, melunasi utangnya dan memiliki toko kelontong sendiri, Chang Hee belum menemukan kebahagiaan dalam hidupnya. Dalam hatinya masih kalut, bahkan hubungannya dengan sahabatnya dan kekasihnya pun kandas. Pada akhirnya, Chang Hee ikut kursus sebagai tugas pemakaman, walaupun hal itu dilakukannya secara tidak sengaja. Seakan-akan, dia memang harus ada di sana. 

Di akhir cerita Chang Hee berjalan berdua dengan sahabat sekaligus mantan kekasihnya itu. Pada scene tersebut tidak dijelaskan mereka kembali bersama atau tidak, yang jelas hubungan mereka baik-baik saja. Pada akhirnya, Chang Hee menemukan kebahagiaan dan tujuan hidupnya.

Yeom Mi Jeong x Mr. Gu



Hal yang paling saya khawatirkan adalah hubungan Mi Jeong dan Mr. Gu. Pertama, saya takut mereka memilih berpisah. Kedua, saya takut Mr. Gu meninggal. Nyatanya, dua kecemasan saya tidak terbukti. Ada beberapa scene yang membuat saya menebak-nebak apakah akhirnya Mr. Gu meninggal atau tidak. Ketika dia berkelahi dan ketika dia memungut koin. Untunglah, kecemasan saya tidak terbukti.

Konflik utama Mi Jeong adalah pembatasan atas dirinya sendiri. Dia perempuan yang cantik dan kompeten dalam pekerjaannya, tetapi dia sulit untuk bersosialisasi dan cukup pendiam. Hal itu mengakibatkan banyak orang di sekitarnya yang memanfaatkan Mi Jeong. Seperti atasannya yang selalu menyalahkan desain kartu Mi Jeong, kemudian temannya yang memanfaatkan Mi Jeong untuk perselingkuhannya, lalu mantan kekasihnya yang memanfaatkan dia untuk berutang ke bank. 

Mi Jeong merasa tidak ada yang mencintai dia dan dia ingin terbebas dari perasaan tersebut. Ketika bertemu Mr. Gu, Mi Jeong belajar banyak hal dan mengubah sudut pandangnya. Pada akhirnya, Mi Jeong bahagia dan merasakan cinta yang seutuhnya dari Mr Gu dan dirinya sendiri. Dia sudah berjanji untuk tidak menjadikan lelaki yang dekat dengan menjadi lelaki berengsek, dia akan menerima siapapun yang pergi dari kehidupannya dengan lapang dada, walaupun orang itu Mr. Gu.

Mr. Gu tidak jauh berbeda dengan Mi Jeong. Dia merasa hidupnya tidak menyenangkan. Orang-orang di sekitarnya juga membuatnya muak. Atas saran Mi Jeong, Mr. Gu mulai belajar untuk bersikap ramah dan tersenyum kepada orang yang hadir dalam hidupnya. Di akhir cerita, Mr. Gu menghubungi seseorang - yang dari ucapannya dia adalah kakaknya. Pada akhirnya, penulis tidak menceritakan alasan atau konflik apa yang terjadi antara Mr. Gu dan kakaknya, tetapi yang jelas Mr. Gu mencoba menerima kakaknya apabila mereka bertemu kembali.

Di scene terakhir itupun ditunjukkan Mr. Gu memberikan minuman yang dia beli dari minimarket kepada tunawisma di tepi jalan. Hal itu menggambarkan bahwa dia akan mengurangi kebiasaan minumnya.

Baik Mr. Gu maupun Mi Jeong berjalan bersama-sama secara perlahan, walaupun dengan susah payah.

Ada pertanyaan kenapa Mr. Gu membawa uang? Dugaan saya, uang itu untuk laporan ke atasannya. Ingat ketika dia mengecek keuangan di bar yang akhirnya mereka berkelahi? Sepertinya uang tersebut raib dan Mr. Gu berupaya untuk menggantinya.

Drama Korea ini merupakan drama dengan tema slice of life, sehingga tidak ada akhir seperti sebuah pernikahan atau keputusan mutlak. Bisa jadi, mereka pada akhirnya memilih tidak menikah, bisa juga ada pernikahan. Sehingga, sebagai penonton silakan membuat lanjutan kisah ini sendiri.

Nah, begitulah pandangan saya mengenai ending drama Korea My Liberation Notes. Ada yang memiliki pandangan yang sama?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^