Laman

4 Jun 2022

Booktalk Novel Madeira di Gresik dan Surabaya



Nyatanya, menerbitkan buku Madeira membawa saya ke banyak hal. Saya merasa menjadi penulis membuat saya mengenal segala macam orang, kegiatan yang sebelumnya saya rasa tak bisa saya lakukan, nyatanya saya lakukan juga. Salah satunya adalah kabar mengenai booktalk yang kami adakan di Gresik dan Surabaya.

Pada tanggal 28-29 Mei 2022 minggu lalu, saya beserta tiga penulis Gradien Mediatama mengadakan booktalk di Gresik dan Surabaya. Tepatnya, kedua acara tersebut diadakan di Icon Mall Gresik dan Toko Buku Gramedia di Tunjungan Plaza Surabaya. 

Sabtu pagi sekitar pukul sembilan, saya mengendarai motor ke Surabaya. Sesuai rencana awal, kami akan berkumpul di distributor Bumifiksi Surabaya. Namun, saya memilih untuk ke rumah teman terlebih dahulu untuk menitipkan motor, kemudian berkumpul di Bumifiksi pukul dua belas siang. 

Booktalk 4 Penulis di Icon Mall Gresik - Sabtu, 28 Mei 2022



Pukul dua belas siang, saya pergi ke kantor Bumifiksi Surabaya menggunakan ojek daring. Saya hanya memerlukan waktu sekitar sepuluh menit untuk sampai di lokasi. Sesampainya di lokasi, kami menunggu kedatangan penulis lainnya, kemudian berangkat ke Gresik tepat pukul satu siang.

Empat penulis yang tergabung dalam acara ini semuanya dari Jawa Timur. Ada Lovi Dinar, Syafiq, Saya, dan Ade. Mereka datang dari Jember, Malang, Mojokerto, dan Surabaya. 

Kami ke Gresik bersama distributor dan pimpinan redaksi Gradien Mediatama. Perjalanan ke Gresik menggunakan mobil dan memerlukan waktu perjalanan sekitar satu jam saja melewati tol Surabaya-Gresik. Beruntung, sekarang sudah ada tol sehingga perjalanan lebih cepat dan tanpa macet. Dulu, sebelum ada jalan tol, ke Gresik cukup melelahkan karena terjebak macet dan tentunya, memerlukan waktu lebih lama.

Hari itu adalah pertama kalinya saya menginjakan kaki di Icon Mall Gresik, salah satu mal yang ada di Gresik. Acara kami direncanakan dimulai pukul tiga sore, ketika kami sampai di sana masih pukul dua siang. Kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu, sambil menunggu teman-teman pembaca berkumpul.

Jangan membayangkan bakalan banyak yang datang untuk booktalk pertama saya bersama teman-teman penulis lainnya. Sebab, sampai acara dimulai yang datang hanya segelintir orang.

Apakah kamu bertanya-tanya bagaimana perasaan saya? Lucunya, saya merasa baik-baik saja, walaupun sedikit mual, tapi saya berbicara dengan lancar dan tidak grogi sama sekali. Saya tidak tahu apa penyebabnya, mungkin karena usia saya sudah dewasa atau memang hal tersebut sudah menjadi hal biasa. 

Pimpinan redaksi kami sendiri yang memandu acara selama dua jam. Saya tipe orang yang pendiam, sehingga harus dipancing bicara terlebih dahulu. Beberapa hal yang saya katakan selama acara adalah seperti ini.

“Sebenarnya, saya tidak sedang menjual buku, tetapi saya menjual sebuah perjuangan,” kata saya, ketika menceritakan perjuangan menerbitkan satu buku selama lima belas tahun.

Perbincangan kami mengenai bagaimana saya menerbitkan buku secara mayor dan perjalanan menulis saya selama lima belas tahun. Saya juga bercerita awal mula menyukai dunia literasi dan bagaimana saya tergila-gila dengan buku.

Setelah acara selesai, ada salah satu pembaca saya dari Wattpad yang minta tanda tangan buku Madeira. Alhamdulillah, saya senang sekali. Bukan sekadar karena dia minta tanda tangan, tetapi karena dia pembaca novel-novel saya di Wattpad.

Acara selesai menjelang magrib dan kami langsung kembali ke Surabaya. Di Surabaya, kami menginap di hotel sekitar Tunjungan Plaza Surabaya.

Booktalk di Gramedia Tunjungan Plaza Surabaya - Minggu, 29 Mei 2022



Di hari kedua, yakni hari Minggu, 29 Mei 2022 acara diadakan di Gramedia Tunjungan Plaza Surabaya. Apabila sebelumnya diadakan pada jam tiga sore sampai jam lima sore, di Gramedia Tunjungan Plaza acara dimulai jam satu siang sampai jam tiga sore.

Pada acara yang kedua ini, peserta booktalk lebih banyak daripada di Gresik. Kemungkinan, karena di Surabaya lebih banyak peminat dan ini diadakan di toko buku yang tentu saja banyak orang yang tertarik dengan acara buku.

Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan tidak jauh berbeda ketika di Gresik. Tapi, saya mengingat pertanyaan terakhir yang dilontarkan kepada saya mengenai buku Madeira. 

“Apa yang ingin kamu sampaikan melalui novel Madeira?”

Saya menjawab, “Penulis cenderung membuat karakter yang sempurna dan dicintai pembaca, saya membawa karakter yang tidak sempurna dan dibenci pembaca. Saya ingin mengambil sudut pandang lain.”

Saya mengambil jeda, “Saya ingin menyampaikan pada pembaca, sama halnya dengan Harlim dan Dei kita memiliki kesempatan yang sama. Kesempatan untuk menjadi lebih baik.”

Selesai acara kami melakukan foto bersama dan sesi tanda tangan. Ya, di Surabaya tidak ada pembaca Madeira yang datang tapi tidak masalah. Karena saya bisa bertemu dengan teman-teman penulis dan teman pembaca lainnya. 

Saya senang bisa mengikuti acara selama dua hari ini. Sesuatu hal yang saya pikir tidak bisa saya lakukan. Nyatanya, saya melakukannya dengan cukup baik.

Baiklah, sampai bertemu di acara booktalk selanjutnya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^