Jun 27, 2017

[RE-POST] MENGENAI BERTAHAN HIDUP



  “Saya kan, nggak kerja, Din.”

   “Tapi kan, kamu survive.

Penggalan percakapan di atas saya lakukan dengan sahabat saya, Dina. Dia adalah teman satu kampus saya dahulu, di Universitas Negeri Surabaya. Di kampus tersebut, saya mengambil Jurusan Teknik Elektro, prodi Manajemen Informatika. Oh, jadi Mbak Wulan seorang sarjana? Iya. Saya kuliah selama kurang lebih empat tahun setengah. Kira-kira, tiga tahun lalu saya baru saja lulus kuliah.

     Jadi, sekarang kerja di mana?

Seringkali, saya merasa sewot ketika seseorang bertanya, saya bekerja di mana. Bukan apa-apa, ini murni karena sejak saya lulus kuliah, tak satupun perusahaan yang saya lamar, menerima saya menjadi karyawan mereka. Sudah puluhan kop surat melayang ke perusahaan-perusahaan melalui kantor pos, surel, maupun saya datangi langsung. Ada beberapa yang memanggil untuk interview dan ada beberapa yang tak memberikan feedback sama sekali.
Jun 26, 2017

Mengenai Bersyukur dan Menerima


Mengenai Bersyukur dan Menerima - Beberapa bulan yang lalu, saya mendapatkan pesan via wasap. Pesan tersebut berisi tawaran meliput event lari yang diselenggarakan oleh bank di Surabaya. Saya kurang tahu, bagaimana mereka tahu nomor wasap saya. Mungkin, dari acara yang saya ikuti sebelumnya yang dibuat oleh bank tersebut.

Pesan wasap tersebut tidak hanya berisi ajakan meliput event lari di Surabaya saja, melainkan juga membahas mengenai prosedur peliputan dan berapa fee sebuah blogpost di blog saya.

Saya pun menyebutkan nominal untuk sebuah blogpost di blog ini dan apa saja yang akan mereka dapatkan, nominalnya masih di bawah satu juta, tapi masih cukup “besar” daripada fee yang pernah saya terima selama ini. Karena biasanya, agency akan menawar dari harga yang saya tetapkan, maka saya meminta lebih. Ternyata,agency  tersebut tidak menawar dan langsung setuju.

Saya pun sangat senang, tertawa, bercerita kepada ibu (menjadi sebuah kebiasaan ketika saya mendapatkan job dengan fee lumayan), kemudian saya tertegun.

Saya menyesal.
Jun 22, 2017

[REVIEW] Purbasari Lipstick Color Matte: Untuk Mendukung Penampilan Edgy dan Vintage



[REVIEW] Purbasari Lipstick Color Matte: Untuk Mendukung Penampilan Edgy dan Vintage Sudah sejak jaman batu saya menjanjikan kalian review lipstik purbasari yang saya miliki. Dulu, saya punya lipstik purbasari matte yang nomor 83, sampai akhirnya saya berikan pada ibu karena warnanya terlalu merah. Kemudian, saya membeli kembali Purbasari Lipstick Color Matte nomor 87 dan saya suka!

Jadi, postingan ini saya akan mereview Purbasari Lipstick Color Matte nomor 87.

Kenapa saya harus mereview Purbasari Lipstick Color Matte ini? Selain karena sudah berjanji pada postingan sebelumnya pun karena Purbasari Lipstick Color Matte ini menjadi salah satu lipstick favorit saya, setelah LT Pro. Memang, ada Purbasari baru yang berbentuk lipkrim yang baru saja keluar dan saya pun sempat menjajalnya, tetapi Purbasari Lipstick Color Matte nomor 87 ini tetap juara.

Sejak dulu, saya suka berpenampilan ala-ala  gothic style yang serba hitam begitu. Penampilan misterius yang agak unik. Nah, Purbasari Lipstick Color Matte ini cocok sekali dengan penampilan edgy dan vintage semacam itu. Saya akan cantumkan beberapa foto ketika saya memakai Purbasari Lipstick Color Matte dengan penampilan vintage dan edgy.
Jun 20, 2017

Menurunkan Berat Badan Ketika Puasa



Saya sudah rindu menulis random di blog ini. Mengenai  tips berbelanja di toko online, marketing online sampai curhatan nggak penting mengenai diet. Ya, sampai sekarang, saya masih menjadi pejuang diet. Targat 48kg, dari tahun-tahun sebelumnya belum tercapai juga sampai sekarang. Kali ini, saya ingin menceritakan mengenai cara menurunkan berat badan ketika puasa. Tidak perlu membayangkan, kalau berat badan saya sudah mencapai target. Oh, tidak. Karena berat badan saya hanya turun dua kilo, itupun terkadang balik ke angka di atasnya-xoxo.

Tidak masalah bukan, apabila saya menulis mengenai cara menurunkan berat badan ketika puasa, meskipun hasilnya tidak WOW,kan? Biar blog ini lebih segar dengan konten absurd si pemilik blog, tidak melulu postingan iklan –xoxo.

Sebenarnya, saya tidak punya niatan untuk diet ketika bulan puasa sih. Karena, ketika hari biasa saya tidak pernah makan nasi putih. Terkadang, saya pakai nasi merah, terkadang hanya pakai roti gandum atau makanan yang mengandung karbo yang lain. Intinya, saya benar-benar menghindari nasi putih. Alasannya simpel, selain karena alasan medis (kandungan dalam nasi putih, dll), tetapi juga karena nasi putih benar-benar membuat perut saya penuh dan ujung-ujungnya bikin mual. Akhirnya, saya benar-benar melepas nasi putih. Ya, meskipun sekali dua kali tetap makan nasi putih- dengan catatan hanya sedikit.