Job Seeker? Yes, I Am : Part 1 | Wulan Kenanga Wulan Kenanga: Job Seeker? Yes, I Am : Part 1
May 16, 2016

Job Seeker? Yes, I Am : Part 1


Job Seeker? Yes, I Am : Part 1 - Ketika menjadi job seeker, seringkali saya membaca persyaratan dalam pencari pekerja adalah lihai dalam berbahasa Inggris, mau aktif maupun pasif. Syarat tersebutlah yang membuat saya mundur teratur, tentu karena saya tidak bisa berbahasa Inggris. Bisa sih, tapi sedikit sekali.

Suatu ketika, saya melamar pekerjaan di sebuah toko yang menjual alat berat. Alat-alat tersebut tidak hanya dijual dalam negeri, tapi juga luar negeri. Tentunya, sang pemilik membutuhkan tenaga yang memiliki skill berbahasa Inggris, minimal pasif. Waktu itu, saya sudah melewati pilihan untuk melamar di toko tersebut, tapi teman saya Dina berkata, “Ayo, Lan. Dicoba dulu.”

Akhirnya, saya pun melamar di toko tersebut dengan Dina, yang kebetulan kami baru saja menaruh surat lamaran kerja di kantor seberang toko tersebut. Seperti biasa, dentuman jantung saya berpacu cepat. Begitulah, selalu melebihkan sesuatu. Tiba saatnya, kami masuk ke dalam toko dan ternyata sang pemilik langsung melakukan interview.

Kami diminta ke lantai tiga waktu itu. Toko tersebut nampaknya baru pindah tempat di sana, karena ketika di lantai dua, ruangan tersebut masih kosong, cat putih bersih, dan berantakan. Di lantai tiga, di sebuah ruangan, kami bertemu seorang Cece pemilik toko. Beliau meminta salah satu dari kami masuk. Saya mundur, Dina saya minta duluan. Setelah Dina masuk ke dalam ruangan tersebut, si Cece itu keluar, memberi saya dua lembar kertas. Satu kertas kosong dan satu lagi kertas berisi soal. Ah, saat itu saya teringat mengenai ujian yang sering kami ikuti di kampus.

Usai memberikan dua lembar kertas tersebut, si Cece kembali masuk dan melakukan interview dengan kawan saya.

Di luar, saya kebingungan.

Soal-soal yang saya sebutkan tadi adalah berupa beberapa pertanyaan dalam Bahasa Inggris. Salah satu pertanyaan dalam kertas tersebut adalah, saya diminta untuk membuat surat penawaran dalam Bahasa Inggris. Ah, kepala saya berdenyut-denyut. Memahami Bahasa Inggris saya masih mampu, tapi kemampuan menulis dan berkomunikasi saya melempem.

Mau tak mau, saya harus menyelesaikan soal-soal tersebut dengan keterbatasan yang saya punya. Hasilnya? Tentu saja, sangat-sangat tidak memuaskan. Selang beberapa menit, Dina keluar, itu artinya giliran saya tiba.

Dengan gugup dan tingkah laku kikuk, saya masuk ke dalam ruangan tersebut. Si Cece tersenyum manis. Perempuan berkulit putih itu menyambut saya. Lalu, interview dimulai. Beliau menanyakan apakah saya bisa memegang Ms. Excel. Tentu, saya menjawabnya bisa. Meskipun dalam hati, saya mengatakan akan belajar lagi kalau nantinya diterima. Bagaimana, tidak? Orang di kampus kami tidak belajar akuntansi dan Ms. Excel. Tapi saya tidak ambil pusing masalah komputer. Asal tidak diminta membuat pemrograman atau logika-logika dan coding, saya sanggup.

Tibalah saatnya, beliau bertanya mengenai kemampuan Bahasa Inggris saya. Tentunya, saya menjawab dengan jujur. Saya bilang, kalau Bahasa Inggris saya kurang mampu. Dan, selanjutnya si Cece minta maaf karena beliau mencari seseorang yang mampu dalam berbahasa Inggris karena beliu menjual alat berat tak hanya untuk orang dalam negeri.

Ah, saya maklum.

Saya pun menjabat tangan perempuan berkulit halus tersebut, tentunya dengan senyuman bersahabat. Lalu, saya mencari keberadaan Dina. Setelah melewati lantai dua yang kosong tersebut, saya pun turun ke lantai satu tempat orang-orang di toko tersebut bekerja. Ternyata, Dina berada di sana, mengerjakan soal-soal seperti yang saya kerjakan tadi.

Karena pengalaman itulah, akhirnya saya memutuskan untuk pergi belajar Bahasa Inggris di Pare. Ceritanya, akan saya tulis lain waktu.

xoxo,
Wulan K.



Wulansari Wulan Kenanga

Hidup untuk menulis, menulis untuk hidup

Blog Designer, Writer, Buzzer, Dreamer, Pemeluk Kenangan, Jasa Review, Penulisan Artikel. Kerja sama Contact holawulan@gmail.com

3 comments:

  1. Wuah kereeen, tuntutlah ilmu sampai ke Ngeri Cina...smpga sukses ya 'Lan, barokallah ilmunya ::kisskkss::

    ReplyDelete
  2. aku dulu kursus bhs inggris jg gara2 nglamar kerja hhaha

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^