Pengalaman Tidak Menyenangkan, Ketika belanja di Dinomarket | Wulan Kenanga Wulan Kenanga: Pengalaman Tidak Menyenangkan, Ketika belanja di Dinomarket
Jul 22, 2016

Pengalaman Tidak Menyenangkan, Ketika belanja di Dinomarket

taken from pexels.com

Disclaimer: postingan ini tidak berbayar atau berniat mencemarkan nama baik siapa pun.

Pengalaman Tidak Menyenangkan, Ketika belanja di Dinomarket - Sejak tahun 2015 lalu, saya mulai memberanikan diri untuk berbelanja barang elektronik via online. Tahu sendiri, membeli barang elektronik itu harus jeli, harus hati-hati, terutama ketika membelinya via internet yang kita hanya bisa mengecek dari deskripsi dan foto saja. Tahun 2015 lalu, barang elektronik pertama yang saya beli via online adalah Kamera – modem termasuk barang elektronik juga ya? Tapi tidak saya hitung karena harganya yang murah -. Bila teman-teman sering saya pamer foto ini itu, kebanyakan foto diambil dengan kamera yang saya beli via internet tahun lalu. Tepatnya di Lazada.

Barang kedua setelah kamera adalah smartphone Vivo Y15 yang kini sudah saya jual, dan bergantikan dengan Andromax R2 (barang ini saya dapatkan secara Cuma-Cuma – thanks ). Alasan kenapa saya berani membeli barang elektronik yaitu, pertama harganya relatif murah. Kedua, teman saya sudah sering beli-beli barang elektronik via internet. Maka, saya pun ingin mencobanya.

Tentunya, saya membeli kamera maupun smartphone via online dengan hati-hati. Tanya sana sini, sampai hati saya pas sampai pada akhirnya memutuskan membeli. Dan ternyata, membeli barang elektronik via online tidak buruk-buruk amat, bahkan saya mendapatkan barang dengan baik dan sampai sekarang masih saya gunakan.


Biasanya, saya berbelanja barang elektronik selain di Lazada adalah di Blibli. Nah, beberapa hari yang lalu, saya ingin membeli kamera mirrorless Fujifilm Xm1 dan setelah saya cari-cari di Lazada maupun di Blibli dan beberapa toko elektronik online lainnya, saya tak menemukan kamera yang saya mau tersebut. Maklum, Fujifilm Xm1 sudah susah dicari. Sebenarnya sih, di Blibli ada. Tapi, tidak ada yang warnanya silver-hitam. Saya kan mau warna retro gitu, deh. Akhirnya, saya menemukan barang tersebut di Dinomarket, toko online rekomendasi teman.

By the way, kalau sering baca status-status saya mengenai Etro, inilah jawabannya.

Di Dinomarket, saya menemukan Fujifilm Xm1 sesuai keinginan saya. Berkelir silver-hitam, harga di bawah 7jt dan free memori (gratis kenangan, cuy!). Dan saya pun memutuskan untuk menjadikan Fujifilm Xm1 yang ada di Dinomarket itu sebagai calon Etro.

Saya pun melakukan order pada tanggal 11 Juli 2016, dan melakukan pembayaran pada tanggal 13 Juli 2016. Sebagai informasi, di Dinomarket memberikan kita kelonggaran dalam men­keep barang selama 3 hari. Dan selama tiga hari itu pun, melalui sms maupun surel, Dinomarket memberikan pemberitahuan bahwa masa berlaku pemesanan saya akan segera habis.

Usai mentransfer dana untuk membeli kamera, saya menghubungi Customer Service Dinomarket via chat – yang terlihat online, tapi ketika diklik menjadi offline – mengatakan kalau saya sudah transfer dan melakukan konfirmasi. Esoknya, verifikasi pembayaran saya sudah diterima dan pesanan saya dalam proses. Yippi!

Tak berapa lama, sekitar pukul dua siang ada telepon masuk. Panggilan tak terjawab sebanyak dua kali dan satu kali telepon yang segera saya angkat – sebelumnya saya tidak dengar karena hp saya cas. Dalam pecakapan selama 2 menit 17 detik tersebut, customer service Dinomarket mengabarkan bahwa barang yang saya beli akan dikirim pada tanggal 18 Juli 2016 atau hari Senin. Saya benar-benar mengulangi pernyataan si CS dengan berkata, “Tanggal 18 berarti hari Senin, ya, Mbak?” si CS pun menjawab, iya.

Saya setuju saja, karena dari informasi yang saya dapat untuk pengadaan barang dibutuhkan waktu sekitar 3 hari. Okelah. Tidak masalah. Saya bisa menunggu. Kamu, Etro.

Saya pun berdebar-debar menunggu kedatangan Etro, yang kira-kira akan saya peluk pada hari Rabu, 27 Juli 2016 Minggu depan. Berkali-kali saya cek di Dinomarket, untuk melihat perkembangan pesanan saya. Saya terus melakukan hal tersebut, meskipun tahu tidak ada perkembangan sama sekali. Yah, siapa tahu tiba-tiba barang sudah tersedia dan dikirim, kan? Saya sudah membayangkan, akan saya bawa ke mana Etro. Kafe? Gunung? Atau justru di rumah bikin flat lay? Xoxo.

Hari pun berlalu, dan saya pun membeli ini itu untuk keperluan Etro. Bahkan, sebelum hari raya lalu, saya sudah membeli pakaian untuk Etro. Tidak tanggung-tanggung, saya datangkan dari luar negeri!
Senin pun tiba, tapi ketika saya cek perkembangannya tak ada perubahan. Masih sama. Tetap. Tak berubah. Saya pun sedih.

saya dipanggil Ibu :(

Akhirnya, sekitar jam dua siang, saya melakukan chatting dengan CS Dinomarket (lagi-lagi, sudah untuk dihubungi dan sebelumnya saya juga mention via twitter tapi besoknya baru dibalas). Teman-teman tahu apa yang dikatakan si CS? Dia berkata bahwa barang dikirim tanggal 19 Juli 2016, bukan 18 Juli. Telinga saya siwer? Padahal, saya sudah konfirmasi harinya kalau hari Senin.  Akhirnya, saya pun mengalah dan menunggu sehari lagi.

Etro, saya setia menunggumu.

Keesokan harinya, karena saya sudah tidak sabar. Saya kembali menghubungi Dinomarket via chat (lagi-lagi, susah). Dan, ketika saya menanyakan apakah barang pesanan saya dikirim hari ini? Jawabannya, mereka meminta saya untuk menunggu setelah makan siang nanti. Saya akan dikabari via telepon.

Saya menghela napas panjang. Sebenarnya barangnya ada nggak sih?

Saya pun menunggu lagi (Etro, kau tahu kan, perjuanganku?)

Jam makan siang pun berlalu, dan smartphone saya tak kunjung berdering. Akhirnya, jam tiga sore saya telepon mereka (sebenarnya saya mau tidur, tapi nggak bisa. Kepikiran Etro). Seorang customer service laki-laki menjawab. Saya tidak pakai basa basi, dan langsung menanyakan kapan pesanan saya dikirim.

Lagi-lagi, saya diminta menunggu.

Lalu, pukul tiga sore lebih tigapuluhtujuh, smartphone saya berdering. Tentunya, dari customer service  Dinomarket.

Percayalah, bukan kabar bahagia yang saya dapatkan. Melainkan, kabar yang membuat saya kecewa dan sakit hati. Saya sampai lemas begitu jawabnya. Ketahuan banget kalau saya sakit hati.
Jadi, sampai hari itu pun Dinomarket belum mendapatkan kabar dari distributor apakah barang yang saya pesan ada atau tidak. Mereka menawarkan saya kamera serupa yaitu Fujifilm Xa2 yang memiliki fitur untuk selfi. Tapi, saya harus menambah biaya sekitar delapan ratus ribu. Tentu saja saya menolak. Alasannya jelas. Budget saya tidak mencukupi. Terlalu mahal. Akhirnya, saya minta solusinya. Solusinya ada dua, saya menambah uang sebesar delapan ratus ribu itu berarti saya membeli Fujifilm Xa2. Kedua, uang saya direfund.

Tentunya, saya menolak opsi pertama.

Jadi, pihak Dinomarket menanyakan rekening saya dan akan mengambalikan dana yang sudah masuk kurang lebih empat hari kerja. Maksimal hari Jumat. Saya bilang mohon dengan cepat. Tentu saja, saya membutuhkan dana tersebut untuk membeli kamera di tempat lain.

Saya sangat berharap, dana tersebut ditransfer hari itu juga. Tapi itu hanya harapan kosong, karena sampai hari Rabu atau esoknya dana belum masuk.

Oke. Saya bersabar. Mungkin, belum waktunya saya dan Etro saling bertemu.

Akhirnya, pada Kamis siang, dana dari Dinomarket sudah masuk. Saya langsung mention Dinomarket via twitter, mengabarkan hal tersebut. Tidak pikir panjang, saya langsung membeli Etro di Tokopedia, yang selama menunggu dana masuk saya sudah ceki-ceki.

Ah, kali ini calon Etro bukanlah Fujifilm Xm1, melainkan Fujifilm Xa2. Tentu saja dengan warna serupa silver-hitam dan harga yang, ehm, lebih murah.

Sekarang Etro sudah dalam perjalanan menuju pelukan saya dan saya tidak sabar untuk menunggunya tiba. Saya berharap, barang yang saya pesan sesuai dengan keinginan saya. Karena, baju Etro yang saya datangkan dari luar negeri, tidak sesuai dengan di foto. Xoxo.

Well, postingan ini bukan untuk menjelek-jelekkan Dinomarket maupun marketplace yang lainnya. Saya sekadar bercerita mengenai pengalaman saya yang baru kali pertama mencoba berbelanja di Dinomarket dan ternyata tidak berjodoh. Sekadar kritik gurih saja sih.

Dan, di bawah ini adalah kelebihan dan kekurangan dari Dinomarket. (kekurangan, atau justru karena saya tidak berjodoh saja?)

Kekurangan

1 | Hal pertama yang saya rasakan ketika mengatakan kekurangan Dinomarket adalah mengenai pelayanananya. Saya tidak tahu ya, bagaimana pelayanan Dinomarket di toko offline (saya sudah cerita belum kalau dinomarket, ada toko offline – atau jangan-jangan itu alamat yang saya lihat adalah kantornya). Pelayanannya amat sangat lambat. Terlebih lagi via chat (di website terlihat online tapi, ketika saya klik halaman chat muncul dan ada tulisan CS sedang offline. Itu berkali-kali saya lakukan). Tidak hanya via chat saja, mention di twitter pun sama saja. Lama sekali balasnya.

2 | Pihak Dinomarket tidak berkata jujur sejak awal. Seharusnya, ketika hari Senin saya tanya apakah barang dikirim hari itu, mereka seharusnya berkata jujur. Katakan saja kalau barang belum tersedia. Mereka berkata yang sebenarnya, ketika saya sudah telepon mereka (itu pun saya masih diminta menunggu), sudah meninggalkan pesan berkali-kali, dan chat juga.

3 | Dinomarket memasang barang yang belum tentu ada. Itu yang saya sesalkan. Kenapa pembeli harus menunggu selama seminggu untuk dikecewakan? Okelah, kalau menunggu selama itu akhirnya barang datang. Tentunya, saya tidak perlu kecewa. Ini kenyataannya, barang tidak ada atau tidak tersedia.

4 | Sistem refund masih secara manual. Jadi, saya dimintai nomor rekening via telepon, bukan dengan sistem di Dinomarket.

Ehm, sepertinya itu saja sih, kekurangan dari Dinomarket yang saya rasakan. Lebih ke pelayanan saja. Ya, karena saya belum sampai pada tahap pengiriman dan kondisi barang seperti apa.

Ada kekurangan tentunya, ada kelebihan.

Kelebihan

Kelebihan yang saya rasakan tidak banyak, karena memang saya bertransaksi dengan Dinomarket baru sampai pemesanan barang saja. Tapi, tentu saja ada kelebihannya.*apasih*

1 | Pihak Dinomarket tidak segan-segan melakukan pembicaraan via telepon. Ini yang saya rasakan sebagai kelebihan, karena tidak saya temukan di toko online lainnya. Dan, sebagai saran saja kalau ingin mananyakan barang dan lain-lain, lebih baik via telepon. Karena mereka tanggap dan cepat bila via telepon.

2 | Customer service terakhir yang berbicara dengan saya, yang mengaku bernama Johan, Johanes, Jo siapa gitu, meminta maaf atas ketidaknyamanannya. Saya rasa ini yang paling menyenangkan. Karena masalah bisa jelas dan selesai. Sehingga, saya bisa mengambil tindakan lainnya.

3 | Dinomarket memberikan cashback yang cukup besar, yaitu sekitar 300rb *syarat dan ketentuan berlaku* . Ketika bertransaksi, saya mendapatkan cashback sekitar Rp. 60.000.

Well, sekali lagi saya tekankan. Postingan ini tidak bermaksud untuk mengatakan kalau berbelanja di Dinomarket itu buruk. Tidak. Karena teman saya, pernah belanja di sana sebanyak dua kali dan baik-baik saja. Intinya sih, ini saya sedang apes dan saya sekadar berbagi pengalaman saja.

Saya berharap (saya tulus loh) pelayanan Dinomarket ke depannya akan semakin baik dan harus diperbaiki. Kita tahu sendiri, belanja online itu beresiko. Mau toko online besar atau terpercaya pun, kita tetap was-was dan khawatir. Waktu saya pun terbuang banyak untuk menunggu. Iya, kalau menunggu membuahkan hasil, kalau kecewa?

Maka dari itu, Dinomarket harus meningkatkan kualitas dari segi customer service via chat maupun twitter. Mungkin, perlu ditambahin tenaga kerjanya? Saya mau loh. xoxo. 

Oke. Sekarang saatnya menunggu Etro, yang kira-kira akan datang Senin besok. Dan, Insya Allah nanti Etro akan menemani saya ke mana pun dan akan memenuhi blog ini.

Kesimpulannya, apakah berbelanja di Dinomarket aman? Tarik kesimpulannya sendiri ya. Sudah bisa baca, pasti sudah pintar memutuskan sesuatu. xoxo. 

xoxo,
Wulan K.




Wulansari Wulan Kenanga

Hidup untuk menulis, menulis untuk hidup

Blog Designer, Writer, Buzzer, Dreamer, Pemeluk Kenangan, Jasa Review, Penulisan Artikel. Kerja sama Contact holawulan@gmail.com

5 comments:

  1. Pertamaxxx , pengalaman blanjanya sangat bermanfaat bagi yang suka blanja begitu
    Hipnoterapi Semarang

    ReplyDelete
  2. belum pernah nyoba belanja di dinomarket nih, biasanya pake tokopedia atau lazada sejauh ini masih baik-baik aja hehe

    ReplyDelete
  3. mbak wulan beli ditokped distore yang mana? aku pengen beli kamera juga nih :(
    btw semoga cepet sampe yaa barangnya, semoga ga di phpin lagi kli ini

    ReplyDelete
  4. saya belum pernah nyoba belanja di dinomarket, tapi tentu biasanya masing2 ecommerce punya kelebihan dan kekurangan tinggal mau pilih yang mana yang dipercaya

    ReplyDelete
  5. Loh... baru tahu sama Online Shop Dino market ini, mbaa..

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^