Siesta Legian Hotel, Pilihan Budget Hotel di Bali | Wulan Kenanga Wulan Kenanga: Siesta Legian Hotel, Pilihan Budget Hotel di Bali
Sep 7, 2016

Siesta Legian Hotel, Pilihan Budget Hotel di Bali



Siesta Legian Hotel, Pilihan Budget Hotel di Bali - Akhir-akhir ini di blog saya BitterSweet membahas mengenai perjalanan saya ke Bali. Mulai dari ala-ala backpacker, perjalanan ke pantai-pantai selama di Bali, dan indahnya Legian kala malam hari. Nah, kali ini saya akan membahas mengenai di mana sih saya menginap selama tiga hari dua malam di Bali? Saya belum menyebutkannya sama sekali, kan? Iya, karena saya ingin membuat postingannya sendiri.

Pokoknya, tempat saya menginap di Bali tempatnya nyaman banget, bisa membuat badan saya benar-benar rileks setelah perjalanan ke Bali maupun perjalanan ketika di Bali. Semacam menemukan rumah kedua – aslinya sih, enakan tidur di hotel ini. Jadi, selama tiga hari dua malam saya di Bali, saya menetap di Siesta Legian Hotel, yang berada di Jl. Bunut Sari No 8S Legian Kelod, Bali Indonesia.




Sebelumnya, saya sudah pernah menginap hotel budget yang ada di Surabaya, saya pikir Siesta Legian Hotel tak akan jauh berbeda dari hotel tersebut. Ternyata saya salah, hotel budget ini lebih “wah” daripada yang saya bayangkan. Terlebih lagi, dengan tarif perharinya yang saya rasa memang pantas dan terjangkau.

Well, saya akan membedah hotel ini satu persatu, tak hanya mengenai fasilitas dan kamarnya saja, tapi mengenai kenapa Siesta Legian Hotel menjadi pilihan ketika ke Bali.

Lobby



Usai kami turun dari uber dan masuk ke lobby Bli-Bli petugas hotel menghampiri dan membantu kami membawa tas-tas kami. Kemudian, kami berjalan ke arah meja resepsionis yang berada di sebelah kanan dari pintu masuk. Sembari menunggu teman-teman check in saya dan beberapa teman lainnya duduk-duduk di sofa sebelah kiri dari meja resepsionis. Saat itulah salah satu Mbak-mbak pekerja hotel menghampiri kami menawarkan teh Rosella. Tentu saja, saya bersemangat menyambutnya karena memang lagi haus banget.




Sebelah kiri lobby terdapat tiga sofa berwarna biru dan di sisi lain terdapat sofa memanjang dengan background yang instagramable. Jelas, kami tak melewatkan kesempatan untuk berfoto. Setelah urusan check in selesai, kami mendapatkan kunci kamar dan empat voucher sarapan untuk dua hari ini. Saya dan teman-teman segera naik ke lantai masing-masing, menuju kamar. 

Kamar



Kami mendapatkan kamar tipe Superior Room dengan twin bed. Sebelah kanan setelah pintu masuk terdapat tempat sepatu gantungan baju, sebelah kirinya terdapat pintu yang merupakan kamar mandi. Di kamar ini terdapat dua tempat tidur kembar, meja rias dengan kursi di atasnya ada kaca dan televisi tipis ukuran 32” dengan 60 Tv Channels, sebelahnya terdapat teko elektrik, dua cangkir, dua air mineral di botol kecil, dua sachet kopi dan teh. Di bagian bawah terdapat kulkas mini. Saya benar-benar tertarik loh ketika tahu ada kulkasnya. Saya memilih tempat tidur dekat jendela yang lebar. Benar-benar lebar sampai saya kira akan ada balkonnya. Ternyata nggak. Di balik kelambu hanya ada kaca-kaca yang tak bisa dilewati – hanya dibuka – dan saya melihat pemandangan perkampungan.




Kamar mandi terdapat bilik shower dengan air panas dan dingin, toilet yang berdekatan dengan washtafel yang lengkap dengan kaca. Handuk pun disediakan, kira-kira empat buah. Dua handuk lebar dan dua handuk kecil. Untuk amenities kamar mandi, terdapat sabun plus shampo, penutup kepala ketika mandi (lupa istilahnya) dan dua gelas bening.


Narsis dulu ya, Kak! Jarang-jarang nemu kaca gede :D

Uniknya dari kamar ini, disediakan pintu penghubung. Awalnya, saya pikir itu pintu apa, setelah saya buka ternyata terdapat pintu lagi. Jadi, kalau kita datangnya rombongan dan kamarnya sebelahan bisa langsung terhubung dengan pintu tersebut. Sayangnya, kamar kami tak berdekatan.

Yang saya tempati ini merupakan kamar superior room, sebenarnya tak hanya itu saja tipe kamarnya. Ada pula dua kamar ini:

Family Room



Dalam kamar family room terdapat double bed dan single bed. Jadi, jika datangnya bareng keluarga: Ayah, Ibu dan anak (remaja) bisa memilih kamar ini. Tentunya fasilitas yang lain tidak jauh berbeda dengan superior room.

Suite Room





Untuk suite room sedikit berbeda, yaitu memiliki double bed untuk orang dewasa dan satu sofabed berwarna cokelat. Kamar mandinya pun ada bathub. Uniknya, ada sebuah kaca yang dapat dibuka lebar di kamar mandi tersebut. Ya, memang kamar ini lebih cocok untuk sepasang suami isteri atau mereka yang ini honeymoon. Yuk, Sayang! – xoxo.

Breakfast



Dari semua fasilitas hotel, yang paling saya sukai adalah ketika sarapan – xoxo. Serius. Jadi, tempat sarapan kami berada di lobby. Ada tempat khusus. Semacam restoran atau kafe gitu. Dan, pilihan makanannya banyaaak. Ada buah-buahan, roti-roti, stand omelet, makanan berat, dan sebuah bar. Saya sampai kebingungan mau makan apa. Inginnya diet, tapi kok melihat menu makanan seenak itu jadi nggak tega diet. Akhirnya, saya mengambil sedikit nasi, sayuran dibanyakin, sosis, dan lauk. Minumnya? Jelas, kopi.





Sayangnya, ketika hari kedua yang rencananya ingin mencicipi roti, saya sudah tidak kebagian karena saya datang sarapan terlalu siang. Yah, karena paginya saya jalan-jalan ke pantai Kuta. Eh, dekat pantai? Lumayan dekat, bisa ditempuh dengan jalan kaki, tapi risiko ditanggung sendiri ya.

Swimming Pool



Di sebelah restoran tadi, ada sebuah kolam renang yang lumayan besar. Kolam renang ini sih lebih diperuntukan untuk anak-anak. Di samping kolam renang pun ada arena bermain untuk anak-anak main. Ah iya, selain itu di Siesta Legian Hotel pun ada ruang spa. Jadi, kalau badan capek dan ingin spa, ada tempatnya juga.

Nearby

Meskipun Siesta Legian Hotel terdapat di gang kecil – yang membuat kami kesulitan mencari lokasinya – di sini kita dapat menemukan mini market sebelah hotel dan warung kaki lima yang menjual nasi goreng dan pelbagai makanan murah lainnya. Ya, kalau benar-benar mau mengirit bisa beli di situ. Murah euy.

Lokasi Siesta Legian Hotel memang di gang kecil, tapi ketika jalan sedikit ke arah kanan atau kiri akan menemukan jalan yang cukup kecil, tapi ramai banget! Serius, itu jalan kalau siang sampai malam sampai macet-macet segala.

Wajar jika jalan dekat hotel ramai, karena tidak jauh dari situ terdapat Jalan Legian yang tak pernah tidur. Pertokoan, bar, kafe, monumen Bom Bali, dan pantai Kuta – Legian. Semua tempat itu bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Fasilitas lain



Siesta Hotel Legian pun menyediakan ruangan  “function room”  bagi mereka yang ingin mengadakan rapat atau pertemuan kerja di sana. Ruangannya luas banget. Lengkap dengan kursi dan meja, layar, dan proyektor.

Itu dia review hotel yang patut ditinggali ketika di Bali. Semoga bermanfaat.

xoxo,
Wulan K.

Wulansari Wulan Kenanga

Hidup untuk menulis, menulis untuk hidup

Blog Designer, Writer, Buzzer, Dreamer, Pemeluk Kenangan, Jasa Review, Penulisan Artikel. Kerja sama Contact holawulan@gmail.com

14 comments:

  1. Terimakasih infonya Mb Wulan.. bnr2 detail n bs jadi rekomendasi Klo ke Bali nanti:-)

    ReplyDelete
  2. Kerem mbak, boleh dicontoh tuh highlight bahasannya.. Jd kangen Bali lg nih..

    ReplyDelete
  3. Mba Wulan, tempat ini bisa jadi pilihan saat ke Bali nih. Tempatnya kece bangeet :)

    ReplyDelete
  4. Kapan yo ke mBali maneh yo Wul. Makan nasi Padang #eh :)

    ReplyDelete
  5. wahhhh keren... bisa kesini nih saaat liburan ke bali...
    sayangnya saaya belum pernah ke bali...

    ReplyDelete
  6. Pengen ke bali jugak kakak :D setelah kmaren gagal hanimun haha...

    ReplyDelete
  7. Hotel di Bali banyak yang kece ya, Wulan. :D

    ReplyDelete
  8. Untuk hotel budget terbilang bagus ini hotelnya mbak Wulan. Ada poolnya lagi. Recomended nih kalo liburan ke Bali.

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^