Feb 28, 2014

Perempuan Pemeluk Kenangan

Diantara rinai hujan di bulan Februari, gemercik air kian menembus lorong-lorong waktu, dan kisah yang terus berjalan tanpa bisa kuhentikan. Kukatakan pada masa laluku, aku merindukannya. Aku merindunya selayaknya seorang bocah yang merindukan setangkup ice cream di siang hari. Merindukan rasa dingin ice cream yang melumer kala itu, bersamamu.

google.com
Aku tahu. Aku hanyalah perempuan yang tidak tahu malu, yang dengan sengaja mengharapkan kamu berada dalam dekapanku dan meninggalkan wanita pujaanmu. Namun, ketahuilah aku bisa memberimu cinta melebihi siapapun yang ada di bumi ini, karena kamu lihat sendiri, meskipun aku tahu kamu memiliki kekasih aku tetap mencintaimu dan memperindahmu.

Dua bulan lagi. Ya. Dua bulan lagi, genap setahun setelah pertemuan pertama kita. Kenangan yang aku kemas dalam memori tersendiri, yang orang lain tak akan mengerti arti kenangan tersebut. Mereka menyebutku perempuan bodoh yang masih mau hidup dalam masa lalunya. Tapi, kamu begitu berarti untukku hingga kutak sanggup melepaskanmu bahkan untuk melepaskan kenanganpun aku tak sanggup.

Tenanglah, aku bukan perempuan gila. Aku hanya perempuan pemeluk kenangan, meskipun kenangan itu menancapkan durinya hingga kumeringis kesakitan. Percayalah aku tidak apa-apa.


1 Comments:

  1. Maafkan dia... karena apapun yang kau lakukan tak akan membuatnya kembali. Bukan. Bukan karena kau tak pantas untuknya. Melainkan karena dia tak pantas untukmu

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^