Mar 8, 2014

Aku Berhenti Menunggumu

Ael, aku merindukanmu seperti bumi yang selalu merindukan matahari. Aku selalu menantimu selayaknya hujan yang selalu dinantikan padang pasir.

     Sekarang, sudah setahun lamanya aku menunggu. Namun, kau tak kunjung datang untuk memberikan senyum itu kembali. Justru,
from pinterest.com
malah sakit demi sakit yang engkau beri.

     Ael, aku mencintaimu hingga detik ini. Masih sama seperti ketika bertemu dahulu. Ketika kita sama-sama duduk di emperan toko hingga pagi menyingsing, dan ketika kau kecup bibir ini. Aku merindukanmu dan berharap bisa bertemu kembali.

     Namun, aku tahu, kau tak akan pernah kembali.

     Aku katakan aku menyerah. Aku menyerah pada hatiku yang terus tersiksa oleh cemburu, kepada air mata yang terus mengalir, dan pada mimpi-mimpi yang terus menghantui akan kenangan kita.

     Ael, aku mencintaimu melebihi cinta kekasih pujaanmu. Aku bisa menjadi orang yang sangat kau impikan jika kau meminta. Ael, kau hanya perlu meminta. Namun, hingga kini kau tidak pernah mengharapkanku untuk mendampingimu.

     Ael, aku berhenti menunggumu.



-Dikutip dari penggalan cerpen yang berjudul "Pesan yang terabaikan"-
-Wulansari-

0 Comments:

Post a Comment

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^