Mar 21, 2015

Lanjutan Dari "JombloItuKesempatan"





Holla!

Sudah pada baca  cerita saya dalam buku #JombloPrinsipAtauNasib belum? Kalau sudah, pastinya kalian akan berpikir kisah cinta saya begitu membiru alias mengenaskan! Ya, kalian tidak salah. Tapi, tunggu dulu, ada yang mesti saya luruskan dalam ending cerita tersebut. Maka dari itu, hari ini saya akan mengulas sedikit cerita mengenai laki-laki terakhir yang mematahkan hati saya tersebut.

Semua yang ada dalam cerita "Jomblo Itu Kesempatan" adalah benar adanya menurut sudut pandang saya "aku" tokoh dalam cerita tersebut. Mungkin, kalian menangkap sinyal negativ dalam karakter Putri yang saya samarkan tersebut. Namun, tunggu dulu. Coba sekarang, teman-teman beralih ke sudut pandang Putri, bagaimana menjadi dia, yang terus menerus didekati oleh Adam? tentunya, tidak bisa begitu saja menolak bukan? Begitu pula, sebagai Adam, dia laki-laki normal yang mencintai sahabat dari orang yang mencintainya. Mereka sama sekali tidak salah! Tetap, dalam cerita ini semua kesalahan ada pada diri saya.

Jadi, sebenarnya apa yang terjadi? 


Iya, karena seperti akhir dalam cerita tersebut saya sudah mengatakan. Cinta itu tidak bisa dipaksakan. Sayangnya, saya menyadari itu ketika semua sudah terlambat. Saya yang tidak bisa mengendalikan perasaan dan emosi saya sendiri, berakibatlah kejadian tersebut yang justru merugikan saya sendiri.

Untuk sedikit informasi yang saya cantumkan mengenai Dita dan Jiko, nyatanya mereka tidak berpacaran. Mereka hanya merasa nyaman satu sama lain, hingga menjadi dekat. Tentu, teman-teman pernah memiliki seseorang -lawan jenis- yang membuat kalian nyaman, bukan? Nah, seperti itulah yang dialami oleh Dita dan Jiko. 


Klarifikasi terakhir ini, adalah yang terpenting agar membersihkan nama Radian dan juga saya biar tidak terkesan telah mencampuri urusan rumah tangga orang. Mungkin, sebagian dari kalian akan berpikir, "Ya, ampun, suami orang diembat! Makanya, kalau cinta jangan buta, dong!","Kasihan banget sih, Wulan. Sudah cintanya ditolak, eh, kena tipu." Duh, tunggu dulu ya. Jangan berpikiran macam-macam. Hidup saya tidak seburuk itu, kok. Alhamdulillah, Allah masih sayang sama saya. Salah satunya, dengan menjauhkan saya dari laki-laki itu.

Setelah saya mendengar informasi bahwa Radian memiliki istri dan anak, saya benar-benar merasa lega dan plong. Kenapa begitu? Karena itu artinya dalam perpisahan kami yang salah adalah dia, bukan saya. Saya butuh waktu cukup lama untuk "melanjutkan hidup" tanpa kehadiran Radian. Sungguh berat. Serius. Saya berkali-kali menyerah dan terombang-ambing. Dikarenakan si Radian juga masih getol hubungi saya, minta maaflah, atau sekedar basa basi. Istilahnya jaman sekarang PHP. Dan, bekali-kali pula saya terjerumus dalam lubang yang sama. Guys, untuk melanjutkan hidup dan menerima apa yang ada begitu sulit. Kalian akan menghargai seseorang jika sudah pernah merasakan itu.

Dan, pada kenyataannya, Radian belum mempunyai istri. Saya mencari informasi melalui akun jejaring sosial miliknya. Dia hanya memiliki pacar dan mereka sudah menjalin hubungan yang terbilang tak sebentar. Saya maklum. Laki-laki yang sudah menjalin hubungan lama dengan seorang perempuan, tidak akan begitu mudah meninggalkan perempuan itu. Maka, jika laki-laki itu memiliki kekasih lagi, sudah dipastikan kekasih barunya hanya untuk selingan saja. Selingkuhan. Dan, perempuan itu adalah saya.

Terus kok, temannya bilang kalau dia punya istri? Kemungkinan ada dua, karena saya tidak repot-repot bertanya mengenai hal ini pada temannya tersebut. Pertama, temannya itu hanya mengenal sekilas mengenai Radian, atau hanya tahu dari "katanya si anu, si itu". Kedua, temannya hanya ingin saya tenang dan tidak menangis terus menerus. Apa pun alasan dia, tetap saja saya berterima kasih, karena dengan begitu saya jadi cepat "menerima" sakit yang diberikan oleh Radian.

Nah, sekitar bulan November tahun kemarin, Si Radian ke Jawa Timur, ke Madura tepatnya. Dia meminta saya datang menemuinya, tetapi saya menolak. Bukan karena saya sudah tak cinta, tetapi saya takut benteng yang saya bangun berbulan-bulan akan runtuh ketika melihat senyum bocah yang saya sukai itu. Kemudian, ketika dia sudah kembali ke tempat asalnya, selang beberapa hari dia kembali menghubungi saya. Meminta saya untuk menemuinya ke Bekasi. Menjalin hubungan kembali dengannya. 

Jadi, sekarang kamu kembali sama Radian?

Tidak. Saya ragu.

Saya masih meladeni dia, yang merayu-rayu saya untuk menemuinya, tetapi saya berbelit dan ragu. Bisakah saya memercayai dia kembali setelah apa yang dia lakukan pada saya? Sepertinya, tidak. Usut punya usut, ternyata dia dan kekasihnya merenggang. Oh, pantas saja dia mencari saya kembali. Akhirnya, setelah selama seminggu dia mencoba merayu saya kembali, dia menyerah. Dia menyakiti hati saya lagi. Saya tahu ini akan terjadi lagi. Saya saja yang bandel. Kemudian, saya meminta dia untuk berhenti menganggu saya apa pun yang terjadi. Saya sudah tidak mau mengenalnya lagi. 


Lalu, apa yang terjadi pada mereka semua sekarang?


Putri sekarang sudah menikah dengan seseorang yang disukainya di dunia maya sejak masih dekat sama Adam dahulu. Sudah memiliki seorang putri yang cantik dengan pipi yang tembam. Dan, kabar Adam baik-baik saja, tahun baru kemarin kami merayakan tahun 2015 bersama teman-temannya. Apa kami jadian? Tidak. Kami hanya berteman. Dia sudah memiliki kekasih juga, kok. Apa saya masih cemburu? Mungkin. Tapi, saya sudah bisa mengambil sikap dengan ikhlas. 

Dita dan Jiko masih menjadi sahabat baik saya. Mereka berdua adalah sahabat terbaik yang saya miliki. Dua orang yang selalu peduli dengan saya. Saya kini menyadari, dahulu saya kesal dengan kedekatan mereka, mungkin karena saya merasa kehilangan mereka berdua. Ah, saya begitu egois, ya?

Kini, Dita sudah berkeluarga dan memiliki satu putra dan satu putri. Tentunya bukan dengan Jiko, karena sampai saat ini Jiko masih mencari-cari belahan jiwanya :D.

Untuk Radian, setelah saya kirim pesan terakhir itu, dia sama sekali tidak menghubungi saya kembali sampai kemarin malam dia mengirim pesan lagi. Tapi, sampai pagi ini, dia menghubungi saya, saya tetap tak acuh padanya. Biarlah dia menganggap saya sombong atau apa pun. Karena saya sudah pada pendirian saya di akhir bulan November lalu. 

Lalu, kamu sekarang dekat dengan siapa? 

Saya dekat dengan Dita, Jiko, Natal, Retno, dan semua sahabat-sahabat baik saya. Dan, saya tidak merasa sendirian karena belum bertemu dengan jodoh saya. Sekarang saya hanya dipusingkan dengan buku solo yang tak kunjung diacc :D.

Nah, terima kasih sudah membaca corat-coret saya untuk kali ini, semoga postingan ini sudah bisa membersihkan nama-nama yang tertera dalam cerita saya tersebut ya. Kalau masih ada yang ingin ditanyakan silakan berkomentar.


NB: Tulisan ini saya buat dari keinginan saya sendiri. Tidak ada pihak atau sahabat yang meminta klarifikasi dari cerita tersebut. 



Pengen tahu cerita dari Jomblo Itu Kesempatan ? Dapatkan bukunya di toko buku terdekat atau bisa melalui saya. Kebetulan stok tinggal 2 biji, harga Rp. 25.000 saja :)

 photo Ullan2.png

1 Comments:

  1. Semangaaat untuk terus meraih impian mu - buku solo :D , kamu pasti bisaaa, hanya saja keberuntungan belum berpihak padamu. suatu saat nanti , pasti tercapai ...
    bighug :* :*

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^