Apr 29, 2016

Saya Pernah Dikatain Anjing!


Saya Pernah Dikatain Anjing! -Pada kesempatan sebelumnya, saya bercerita mengenai pengalaman bisnis internet tanpa modal. Nah, dari pengalaman tersebut, banyak hal yang saya dapatkan. Salah satunya, kata Anj*ng dari salah satu customer saya. 

Dalam postingan pengalaman bisnis internet tanpa modal, saya memaparkan mengenai menjual kaus couple. Dan, saya juga sempat menyinggung mengenai customer yang komplain mengenai jumlah kaus couple yang dia pesan. Jadi kronologinya begini.

Customer saya membeli empat pasang kaus couple. Tentu saja, saya senang sekali. Itu berarti, saya akan mendapatkan uang sebesar Rp. 60.000,-. Uang segitu, waktu itu sangat banyak bagi saya, karena masih mahasiswa dan baru coba-coba berbisnis. Sebagai informasi, saya mengambil keuntungan Rp. 15.000,- per kaus couple yang terjual. Lalu, customer saya pun transfer, saya kirim data ke suplier, dan barang dikirim.



Karena bisnis internet tanpa modal, sehingga pekerjaan saya hanya seperti itu. Mencari pembeli, pembeli transfer, saya laporan, dan barang dikirim. Kalau orang-orang bilang sih, bukan reseller, tapi makelar *xoxo*.

Awalnya, tidak ada masalah. Lalu, dua minggu kemudian, pembeli saya itu komplain. Dia bilang, kalau kaus couple tersebut kurang sepasang. Lho, kok bisa? Dan, kenapa dia baru komplain dua minggu setelah barang diterima?

Di situ, saya tidak langsung mengiyakan dan mengirim ulang barang, karena sebagai penjual saya pun takut ada pembeli yang mencoba menipu.Lalu, saya pun tanya kepada suplier, apakah sudah mengirim barang dengan lengkap. Suplier saya menjawab, kalau sudah lengkap. Saya pun membalas ke customer.

"Maaf, Mbak. Kami sudah mengirimkan barang dengan lengkap."

Dia pun masih keukeh kalau dia minta refund atas barang yang belum dia terima. Dia bercerita, kenapa baru komplain, karena barang dikirim ke rumah saudaranya dan dia baru memeriksa dua minggu kemudian. Padahal, dia sudah tahu kalau batas komplain tiga hari setelah barang diterima. Tentunya, saya juga tak mau rugi, dong.

Akhirnya, customer saya marah-marah di facebook. Mengatai saya macam-macam. Waktu itu, ramai sekali di facebook. Dan, kebetulan saya memang selalu mengunci dinding agar tidak bisa dikirim postingan aneh-aneh. Hal itu pun disebut-sebut karena saya lari dari masalah. *xoxo*

Sampai akhirnya, saya dikatakan "Anj*ng" oleh customer saya. Tenang, saya memang marah tapi saya tetap mencoba untuk bersabar dan tenang. Lalu, saya lapor ke suplier lagi, mungkin memang ada kesalahan dari sana. Dan, memang benar adanya. Ternyata, suplier  saya yang melakukan kesalahan.

fiuh.

Jadi, suplier saya baru memeriksa jumlah berat dari paket yang dikirim ke customer saya waktu itu. Dan, ternyata memang belum dikirim sepasang. Ah, saya pun meminta maaf kepada customer tersebut dan suplier saya mengirim kembali sepasang kaus tersebut.

Banyak hal yang terjadi ketika saya berjualan online. Dari mulai etika ketika berkirim pesan dan hal-hal yang menyangkut kepercayaan. Membangun nama toko online pun susah sekali. Sekalinya sudah punya nama, menjaganya pun tak kalah rumit. Lain kesempatan akan saya sharing cara menjaga nama toko online.

Alhamdulillah, masalah tersebut akhirnya selesai dengan damai. 

xoxo,
Wulan K.

6 Comments:

  1. jualan model dropship itu memang enak gak pake modal tapi kelemahanya kita sulit mengontrol kualitas. Dan repotnya kalau ketemu kasus kayak mba. Jangan kapok jualan ya mba, hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa. Apalagi barang yg jenisnya cuma ada satu. Repot

      Delete
  2. Duh sabar mba namanya juga buyer is king hehehe

    ReplyDelete
  3. Wuihhh suka duka jadi penjual olshop ya...

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^