Aug 11, 2016

Beberapa Kelakuan Orang Introvert yang Dianggap Nyeleneh!



Beberapa Kelakuan Orang Introvert yang Dianggap Nyeleneh! - Akhirnya, saya membahas mengenai introvert juga setelah saya merasa banyak sekali kalangan yang beranggapan anak introvert itu nggak asik dan nggak bisa diajak bercandaan. Sering loh, saya dikatain “Jangan serius-serius, ah!” padahal memang begitulah saya yang lebih memilih diam ketika pembicaraan mulai tak asik atau tidak menarik bagi saya. Jadi, sebenarnya mereka yang tak asik atau justru saya?

Tentunya, artikel ini tidak merujuk ke mana-mana. Kalau Anda merasa introvert, ekstrovert, atau bahkan ambivert. Saya sama sekali tidak membicarakan kalian, kalau merasa ya silakan, kalau ada yang perlu ditambahi silakan berkomentar.

Di sini, saya membicarakan introvert melankolis, atau saya sendiri. Si pemikir ulung. Perempuan pemeluk kenangan. Penulis melankolis.


Mau main ke rumah atau ngajak ketemuan? Siap-siap dapat balasan lama. Karena saya butuh waktu untuk berpikir!

Melakukan apa pun itu, selalu membuat saya berpikir secara berlebihan. Saya selalu berpikir apa kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, jika saya mengiyakan hal tersebut. Sedikit contoh, ketika kawan saya mengajak bertemu atau dia akan main ke rumah. Saya akan membalas sms tersebut sangat lama. Saya akan berpikir, jika saya bilang iya, apa yang akan terjadi? Dan, apakah saya rela meninggalkan zona nyaman saya di rumah?

Waktu menjawab sms akan jauh lebih lama, bila keadaannya saya sedang ingin sendirian. Intinya, saya sedang benar-benar tidak ingin diganggu. Sebenarnya, saya tipe-tipe perfeksionis yang tak suka apa yang sudah direncanakan berantakan atau jauh dari perkiraan.

Karena sifat ini, saya sampai dikatain teman saya “Kamu sehat?” Mungkin, bagi orang lain bertemu kawan adalah hal menyenangkan, tapi bagi saya tidak selalu. Terlebih lagi ketika ada hal-hal yang menganggu seperti pekerjaan belum selesai atau saya sedang bersemangat untuk menulis.

Jadi, ajakan kalian lebih menyenangkan, sehingga saya harus rela meninggalkan hal menyenangkan lainnya?

SMS Only! No call!

Sering baca tulisan di atas? Iya, itu kata-kata owner online shop dan saya dulu owner online shop – xoxo. Tapi, meskipun saya sudah tak jualan online saya tetap lebih suka berkomunikasi lewat chat atau sms. Kenapa tidak pakai telepon? Karena saya butuh berpikir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dan saya tidak mau diganggu karena saya harus menjawab dalam waktu mepet. Kalau cepet-cepet, bisa-bisa saya cepat juga berubah pikiran loh.

Lebih baik baca buku di kamar, daripada bertemu orang baru

Sumpah. Saya paling canggung kalau harus bertemu orang baru, terlebih lagi orangnya seperti saya yang tak pandai bergaul. Bisa membayangkan, bagaimana jadinya jika dua orang introvert saling bertemu? Pasti yang menguasai keadaan suara jangkrik. Makanya, saya kurang suka bertemu dengan orang baru karena sulit membawa diri. Kecuali orang itu mudah akrab, tentunya saya pun akan lebih mudah beradaptasi.

Ini bukan berarti saya tidak suka bertemu orang baru, tapi kalau disuruh memilih bertemu orang baru atau membaca buku di kamar, tentu kalian tahu jawabannya.

Bukannya saya tak bisa diajak bercanda, hanya saja saya perlu berpikir itu candaan atau sungguhan?

Karena apa-apa perlu saya pikirkan, terkadang saya tidak bisa membedakan mana bercandaan mana tidak. Bahkan, orang serius kadang saya pikir bercanda. Ribet ya? Iya, jadi saya itu ribet sekali. Mungkin inilah yang membuat orang berpikir saya orang aneh atau tidak biasa. Tapi saya tidak aneh kok. Saya normal sebagaimana orang lain. Seperti kamu.

Saya memang terlihat galak, tapi sebenarnya saya baik kok. Sini, kenal lebih dekat

Kawan saya Retno pernah cerita, kalau teman sekelas kami ingin minta diajarin mata kuliah yang tidak dia kuasai. Dia minta bantuan ke Retno, tapi Retno pun sama halnya dengan kawan saya tersebut. Akhirnya, Retno berkata, “Minta bantuan Wulan tuh.” Tapi, kalian tahu apa yang kawan saya katakan? “Nggak ah. Nggak berani.”

Ehm, bagi mereka yang tahu saya sekadar tahu. Hanya sekilas-sekilas akan beranggapan saya tidak ramah dan galak. Saya tekankan, galaknya saya hanya pada wajah – xoxo. Jika yang beranggapan saya galak, berarti mereka belum benar-benar mengenal saya.

Tolong dimengerti, saya tidak jago membuat prolog dalam pembicaraan

Inilah alasan kenapa saya tidak terlalu suka bertemu orang baru, karena kami belum akrab itu berarti kami harus mencari bahan obrolan. Dan, saya benar-benar tak jago membuka perbincangan. Saya benar-benar tak tahu harus berbicara mengenai apa.

Percayalah, kalian akan menyesal dekat-dekat saya kalau lagi serius bekerja atau melakukan sesuatu

Hal ini terjadi kepada adik saya. Adik saya jauh berbeda dengan saya yang lebih pendiam. Bisa dibilang, adik saya itu ekstrovert. Nah loh, sedarah tapi sifatnya bertolak belakang. Seringkali, ketika saya serius menulis atau mengerjakan sesuatu, serta merta adik saya ini datang ke kamar, kemudian berbicara macam-macam. Tentunya, dia langsung saya usir – xoxo.

Saya sangat nyaman dengan kawan ekstrovert, karena kawan introvert itu tidak menyenangkan!

Ini serius. Saya sangat nyaman dengan kawan ekstrovert karena mereka lebih mudah membawa diri dan bisa memengaruhi lingkungan sekitarnya. Itulah kenapa saya nyaman dekat-dekat dengan adik saya yang banyak bicara itu. Ketika bertemu teman-teman yang banyak bicara pun, saya merasa nyaman karena saya bisa cepat beradaptasi. Aneh ya, saya mengatakan kalau orang introvert itu tidak menyenangkan? Iya, saya ngaku, deh.

Butuh kemantapan hati, sebelum memilih sesuatu

Saya paling bingung diminta untuk memilih sesuatu, terlebih hal tersebut merupakan hal yang sulit untuk dipilih alias sama-sama yang saya taksir dan sukai. Perlu waktu lama untuk berpikir memilih sesuatu, seperti ketika memilih Etro kemarin. Saya butuh berhari-hari bahkan berbulan-bulan sampai memantapkan pilihan. Tidak mudah memang. Tapi jangan salah sangka. Ketika saya sudah mantap, saya tidak akan goyah.

Menyuruh saya untuk supel dan banyak bicara, sama saja meminta ekstrovert untuk diam dalam waktu berjam-jam.

Banyak yang memprotes saya karena sulit untuk berbicara atau berbicara dalam jumlah banyak. Kata mereka, “Tinggal ngomong saja, apa susahnya?” coba sini, kalian diminta untuk diam dalam waktu lama. Bisa? Saya yakin tidak. Karena kecenderungan orang ekstrovert itu menguasai keadaan dan mereka menguasai keadaan dengan banyak berbicara. Apa pun bisa mereka jadikan bahan pembicaraan.

Saya tidak menyebutkan canggung berbicara di depan umum, karena ini sudah pasti. Masih banyak hal yang dimiliki seorang introvert mulai dari kelemahan atau sifat anehnya dan kelebihan yang mereka miliki.


Nanti, saya akan sharing lagi, kebiasaan absurd introvert. 

xoxo,
Wulan K.

5 Comments:

  1. Saya dulu introvert yang kemudian berimigrasi menjadk extrovert. Tapi lebih suka menyatakan diri saya fleksibel :)

    ReplyDelete
  2. Butuh kemantapan hati, sebelum memilih sesuatu

    Ini bener banget. Bahkan untuk hal-hal simpel saja, saya butuh waktu lama untuk memutuskannya. Hahaha

    ReplyDelete
  3. saya juga introvert mba Wulan, juga ngerasain hal yang sama dengan mbak. Ada beberapa bedanya: saya nggak kelihatan galak bagi orang galak, tapi kelihatan cuek. Saya suka berteman dengan introvert, karena dengan begitu saya akan jadi riang dan rame :) dan terakhir saya belajar untuk berbicara di depan umum.
    Salam introvert *saya masih suka kesunyian sampai sekarang*

    ReplyDelete
  4. Duh bacanya serasa bercermin pada kaca, banyak miripnya hehe. Saya juga introvert, dan setiap hal selalu dipikir panjang banget padahal terkadang bukan hal yang penting. Tetap semangat menjadi introvert. Eh... hihi

    ReplyDelete
  5. ternyata aku introvert , pantesan temen-temenku yang ekstrovert sering salah paham dikira aku lagi marah padahal cuma diem doang 😂

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^