Feb 15, 2018

[KolabKarib] Kesempatan Mengulang Waktu


Setelah hiatus bulan kemarin, akhirnya kami kembali menulis artikel #KolabKarib yang sudah kami jalankan beberapa bulan belakangan. Niatnya sih, satu; agar blog kami tetap ter-update, paling tidak sebulan sekali ada artikel yang kami tulis. Ya, meskipun bulan lalu kami sulit menentukan tema dan akhirnya tidak ada artikel kolaborasi, xoxo.

Jadi tema kita bulan ini adalah seandainya kita diberi kesempatan mengulang waktu. Mbak Tikha menduga, saya akan mengulang waktu ketika kuliah. Ketika ada seseorang yang mendekati saya, namun saya tolak. Jujur, iya.

Akan tetapi, memangnya siapa dia sampai begitu istimewa, sampai-sampai saya ingin mengulang kembali? Dia bukan siapa-siapa. Dia lelaki biasa. Sebenarnya, lebih tepatnya saya ingin kembali ke masa kuliah. Banyak hal yang terjadi ketika itu, salah satunya ya soal lelaki pemberi jus jambu itu.


Namun, hal yang paling sesali bukan mengenai lelaki-lelaki yang sempat dengan saya waktu jaman kuliah. Pun bukan mengenai lelaki itu, lelaki itu dan lelaki itu. Bukan mengenai kisah-kisah asmara yang ada di dalamnya, yang sebenarnya pun saya rindukan sampai saat ini. Melainkan, mengenai saya yang begitu pasif akan pergaulan masa kuliah. Saya, kurang mengeksplore masa itu. Masa tanpa beban. Beban hanya sebatas “mendadak ujian” saja.

Saya ingin memperbaiki segala kesalahan yang saya perbuat ketika masa kuliah, memperbaiki diri mulai dari masa itu. Lebih banyak bergaul dan mengembangkan diri. Mencari hal-hal positif, alih-alih takut akan sesuatu. Saya menyesal telat menyadari, bahwa ada yang salah dengan diri ini.

Apabila saya diberi kesempatan mengulang waktu, saya akan belajar lebih banyak mengenai dunia kepenulisan, belajar lebih banyak mengenai hidup dan senyuman. Lebih menerima diri sendiri, sehingga tak ada ketakutan dan saya bisa melangkah lebih berani. Memang, ada hal-hal yang harus terjadi seperti seharusnya. Sekuat apa pun kita mencoba untuk mengubahnya, tetapi jika Allah menghendakinya demikian, ya sudah. Namun, saya percaya mengenai usaha. Usaha-usaha dan doa-doa yang kita panjatkan adalah bentuk rayuan kepada-Nya.

Jadi apabila memang bisa mengulang waktu, saya ingin kembali ke masa-masa kuliah. Mengasah kemampuan sebaik-baiknya, belajar sungguh-sungguh dan mencintai diri sendiri sepenuh hati. Namun, apabila memang tak bisa, saya tetap mencintai apa yang ada kemarin, hari ini dan Insya Allah esok.


Karena Dia selalu memberikan yang terbaik, terbaik dan indah.

1 Comments:

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^