Mar 10, 2018

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan Bagi Tumbuh Kembang Anak




Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan Bagi Tumbuh Kembang Anak Dalam benak kita selalu berpikir, bapak dan ibunya pendek, maka anaknya pun demikian. Padahal, pada kenyataannya tidak selalu seperti itu. Faktanya adalah seorang anak bisa lebih tinggi dari orang tuanya, apabila ketika usia 1000 Hari Pertama Kehidupan diberikan nutrisi yang cukup dan tepat.

Sebenarnya apa sih 1000 Hari Pertama Kehidupan atau lebih dikenal dengan 1000 HPK ini?

Pada Sabtu, 03 Maret 2018 kemarin saya mengikuti talkshow yang diadakan oleh Nutrisi Untuk Bangsa di Bangi Kopitiam, Surabaya. Dalam acara ini, Nutrisi Untuk Bangsa (NUB) menggalangkan betapa pentingnya nutrisi yang tepat dan cukup untuk anak di usia 1000 Hari Pertama Kehidupan. Salah satunya seperti yang saya singgung di atas, bahwa tinggi badan seseorang bisa lebih tinggi ketimbang orang tua mereka.


Sebagian orang tua selalu berpikir, nutrisi yang baik itu dari sayur-sayuran. Memang benar, tetapi kurang tepat untuk seorang anak dalam masa tumbuh kembang. Langkah awal mencetak anak Indonesia yang sehat dan cerdas adalah dengan pemenuhan nutrisi untuk anak sejak dini, yakni di 1000 hari pertama kehidupan. 1000 HPK terdiri dari 9 bulan di dalam kandungan (9 x 30 hari = 270 hari) dan 2 tahun pertama setelah lahir (2 x 365 hari = 730 hari), jadi kalau di total menjadi 1000 hari.
Setiap pertumbuhan dan perkembangan anak memerlukan energi yang cukup untuk menunjang pertumbuhan; nutrisi zat makro dan zat mikro. Akibat dari kekurangan nutrisi pada 1000  HPK ada dua macam, yaitu dampak jangka pendek dan jangka panjang.

Seperti yang tertera di bagan di bawah ini:




Acara menghadirkan nara sumber, yaitu Dr. Nur Aisiyah Widjaja, Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Universitas Airlangga / RSUD Dr Soetomo Surabaya. Sebelumnya, dibuka oleh Bapak Arif Mujahidin dari Danone Indonesia. Ibu Nur Aisiyah menjelaskan pentingnya 1000 HPK untuk anak, karena apabila dalam masa tersebut kurang nutrisi akan berakibat cukup serius, seperti stuning.

Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.

Memperhatikan tumbuh kembang anak, tak hanya ketika ia sudah lahir, melainkan pun setelah dia lahir ke dunia ini. Bahkan, ketika berencana memiliki anak pun harus diperhatikan baik-baik. Bidan Atik Kasiati berkali-kali menekankan untuk melakukan komunikasi antara bapak dan ibu serta calon bayi sejak dalam kandungan. Cara memberi makanan pada anak sebagai berikut;

-          ASI Eksklusif, usia 0-6 bulan

-          ASI + MPASI, usia 6-12 bulan

-          Makanan Keluarga, usia 12-23 bulan

Pemerintah pun memberi dukungan, seperti pemberian Standar Pelayanan Antenatal di Pusat Kesehatan Masyarakat, bahkan saat ini sudah ada di Puskesmas, yaitu:

1. Timbang Badan dan Ukur Tinggi Badan

2. Ukur Tekanan Darah

3. Nilai Status Gizi 

4. Tinggi Fundasi Uteri

5. Tentukan Presentasi Janin dan Denyut Jantung Janin

6. Skrining Status Imunisai TT (dan Pemberian Imunisasi TT)

7. Pemberian Tablet Besi ( 90 Tablet selama kehamilan)

8. Test Lab Sederhana meliputi (Gol. Darah, Hb,Glukoprotein Urin) dan atau berdasarkan indikasi (HbsAg, Sifilis, HIV, Malaria, TBC)

9. Tata Laksana Kasus

10.Temu Wicara (Konseling) termasuk P4K serta KB PP



Selain pembicara Dr. Nur Aisiyah Widjaja, pun ada Bu Bidan Atik Kasiati yang mengisi acara. Pada akhir acara ditutup dengan demo masak dari Ibu Alina yang membuat menu agar labu kuning, serta chef Revaldi dan Chef Rissa.





0 Comments:

Post a Comment

Komentar akan dimoderasi terlebih dahulu. Hanya memastikan semuanya terbaca :)

Usahakan berkomentar dengan Name/URL ya, biar bisa langsung BW balik saya ^^